Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 71


__ADS_3

"Capek?" Tanya Dira setelah Kevin masuk ke kamarnya baru pulang bekerja.


"Heem." Jawab Kevin sambil merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.


"Kamu kenapa?" Tanya Dira yang melihat suaminya itu sangat lesu.


"Gak papa." Jawan Kevin singkat sambil menampilkan senyum pada istrinya. Walaupun hatinya kini tengah gelisah.


"Sayang, apa kamu memikirkan masalah pernikahan mu dengan Raya?" Tebak Dira.


"Apa ini hukuman dari Tuhan, karena aku selalu mempermainkan wanita? Hingga kamu dan anak kita harus ikut menanggung akibatnya?" Ucap Kevin yang sudah terduduk menghadap pada istrinya.


"Tuhan memberikan ujian sesuai dengan batas kemampuan kita. Kalau Tuhan memberi ujian ini, itu artinya menurut Tuhan, kita mampu menghadapinya." Ucap lembut Dira sambil mengelus pipi sang suami.


"Lagi pula, aku sudah sangat siap jika memang pernikahan itu harus terjadi." Lanjut Dira.


"Hentikan omong kosong ini, sayang. Aku gak akan pernah menduakan kamu." Ucap Kevin yang langsung memeluk Dira sangat erat seolah ia ingin waktu berhenti berputar.


"Jangan pernah katakan itu lagi. Tolong doakan saja aku, agar aku segera menemukan laki-laki itu." Lanjut Kevin.


*****


Keesokan harinya...


"Halo, gimana? Ada informasi baru?" Tanya Kevin pada orang di sebrang telfon.


"....."


"Kenapa sepertinya kalian sangat tidak becus? Huh? Aku membayar kalian untuk bekerja, bukan untuk bersantai. Aku tidak mau tau, hari ini juga kalian harus menemukan informasi tentang siapa laki-laki itu, dan bawa dia kehadapanku segera." Bentak Kevin pada orang itu.


"....."


"Bro, gue baru dapat info dari orang-orang gue, mereka udah tau laki-laki yang hamilin Raya. Tapi...." Ucap Rian yang baru saja masuk ke ruangan Kevin, namun Rian menghentikan ucapannya beberapa detik.


"Tapi apa? Mereka minta bayaran lebih?


Please Ian, jangan bertele-tele, berapapun bayarannya, gue kasih." Ucap Kevin.


"Bukan masalah bayaran. Tapi laki-laki itu udah gak ada di Indonesia. Keluarga Raya sepertinya sudah tau tentang rencana lo, makanya dia nyuruh laki-laki itu untuk pergi jauh dari Indonesia. Sialnya, kita gak akan bisa dengan mudah membawa laki-laki itu tepat waktu sebelum pernikahan lo besok." Ucap Rian dengan ragu takut Kevin akan sangat murka mendengarnya.

__ADS_1


"Sial! Gue baru tau Raya selicik ini. Gue gak mau tau Ian, gimanapun caranya, laki-laki itu harus dibawa ke hadapan gue besok sebelum gue nikahin Raya. Sekarang suruh orang-orang lo lakuin apapun untuk bisa bawa balik laki-laki itu secepatnya." Titah Kevin.


"Lo bisa pake semua fasilitas keluarga gue, yang penting besok laki-laki itu harus ada dihadapan gue sebelum acaranya berlangsung." Lanjut Kevin.


"Tapi, Vin, masalahnya kita masih kesulitan melacak keberadaan laki-laki itu. Sepertinya keluarga Raya selalu jaga tu laki dari jangkauan kita. Tapi gue usahain, besok semuanya udah clear. Tapi untuk waktunya, gue gak bisa jamin." Jelas Rian.


"Raya.... Brengsek. Setelah masalah ini selesai, jangan harap gue akan maafin lo, Ray." Geram Kevin sambil menahan amarahnya hingga terlihat jelas urat-urat di dahi Kevin.


"Lo sabar, gue pasti bantu lo. Kalo gitu gue mau nyusul anak buah gue dulu. Mungkin nanti gue cuma mau pinjem jet pribadi lo, Vin." Ucap Rian seraya berpamitan pada Kevin.


"Lo pake aja. Yang penting bawa laki-laki itu kehadapan gue secepatnya." Jawab Kevin dan diangguki Rian.


Rian pun bergegas ke tempat anak buahnya dan mempersiapkan segalanya untuk mencari keberadaan laki-laki yang telah menghamili Raya, demi membantu sang sahabat.


dddrrrtttt...dddrttttt...dddrrrtttt." Ponsel Kevin berdering.


" Ya halo, ma. Ada apa?"


"....."


"Aaarrrgggghhh sial!" Batin Kevin.


*****


"Hai, sayang, udah pulang? Kamu pasti capek kan? Sini, aku bawakan tas kamu." Ucap seorang wanita yang dulu pernah menghiasi hati Kevin, namun menjadi orang yang menjijikkan di mata Kevin saat ini.


"Jangan sentuh gue!" Bentak Kevin sambil menepis tangan Raya.


"Hei, besok kita akan menikah, aku akan menjadi istri kamu, jadi biarkan aku melayani kamu dengan baik." Ucap Raya lembut.


"Yang bisa melayani gue itu cuma Dira, istri gue yang sah. Dan ya, besok kita menikah, tapi bukan berarti lo bisa jadi istri di hati gue. Wanita licik kaya lo, gak bakal pernah pantas menjadi istri gue. Paham." Ucap Kevin.


"Ada apa sih, ribut-ribut?" Tanya mama Vera yang memghampiri Kevin dan Raya.


"Tante, aku hanya ingin bersikap baik pada calon suamiku. Apa aku salah?" Ucap Raya sambil menangis palsu dihadapan mama Vera, berharap mama Kevin itu akan ada sedikit rasa iba padanya.


"Kevin." Panggil Dira yang sekarang berada di ruang tamu.


"Sayang, kamu ngapain ke sini? Kamu harus banyak istirahat." Ucap Kevin lembut pada Dira sambil mengecup kening sang istri. Raya yang melihat itu langsung merasa terbakar api cemburu. Hatinya sangat panas melihat kelembutan Kevin pada Dira yang tak pernah sekalipun ia dapatkan dari Kevin walaupun saat mereka berpacaran dulu.

__ADS_1


"Aku denger ada ribut-ribut, makanya aku ke sini. Aku capek tiduran terus, yang. Bunda juga gak bolehin aku ngapa-ngapain." Ucap Dira manja yang entah sengaja atau tidak ia lakukan dihadapan calon madu nya itu. Kevin tentu sangat senang dan tidak keberatan dengan tingkah Dira.


"Bunda bukannya mau larang kamu ngapa-ngapain, sayang, tapi bunda cuma gak mau cucu mama yang sedang dalam kandungan kamu itu sampai kenapa-napa." Ucap mama Vera lembut. Mendengar kalimat cucu yang ada dalam kandungan Dira, membuat Raya membelalakkan matanya.


"Apa? Dia hamil? Gak... gak... ini gak boleh terjadi, Kevin hanya milik gue, gue gak akan biarin dia memberikan keturunan untuk Kevin. Lihat aja, Dira, gue bakal bikin lo nyesel udah rebut Kevin dari gue." Batin Raya.


"Maaf ya, aku gak bermaksud buat keributan. Ya udah, ayo masuk. Aku kangen sama kamu." Ucap Kevin menangkup wajah istrinya dengan sebelah tangannya yang langsung diiyakan Dira. Kemudian mengajak Dira pergi ke kamarnya dengan merangkul pinggang ramping Dira.


"Aaauuuwww... Perut aku kram. Vin, tolong Vin. Kayaknya ini anak ingin disentuh ayahnya deh." Ucap Raya mencoba mengalihkan perhatian Kevin.


"Jangan gila lo, Ray, gue bukan bapak dari anak yang lo kandung. Gue aja gak pernah nyentuh lo. Jadi jangan lagi pernah bilang itu anak gue. Gue nikahi lo juga karena istri gue yang minta. Dia kasihan sama bayi lo." Bentak Kevin.


"Lo bilang gak pernah nyentuh gue, terus ini apa, Vin?" Bantah Raya dan langsung menunjukkan video saat Kevin dan Raya berada di sebuah kamar, dengan keadaan sama-sama bertelanjang dada.


Semua orang di sana langsung membelalakkan matanya, terutama Dira yang terkejut dengan apa yang dia lihat.


"Sayang, jangan percaya, video itu pasti editan. Akal-akalan dia aja, yang." Ucap Kevin memegang bahu Dira, meyakinkan Dira saat melihat wajah terkejut istrinya itu.


PLAKK...


"Jangan pernah sentuh aku dan panggil aku sayang lagi. Aku jijik dengernya. Aku kecewa sama kamu." Ucap Dira yang sudah menangis dan berlalu pergi meninggalkan Kevin yang masih shock atas tamparan yang diberikan Dira padanya. Raya yang melihat itu, langsung tersenyum penuh kemenangan.


"Jangan harap gue akan maafin lo setelah inj, Ray." Geram Kevin pada Raya dan berlari menyusul Dira ke kamarnya.


.


.


.


.


.


.


Terus support author yaa...


Jangan lupa like, vote, dan komennya yaa...

__ADS_1


terimakasih 🙏 🙏 🙏


__ADS_2