Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 77


__ADS_3

Setelah perdebatan tiga pasang kekasih itu, masing-masing dari mereka memutuskan untuk pulang. Rian bersama dengan Mellinda, Eka dengan Fany, dan Jonatan dan Aira memakai kendaraannya sendiri-sendiri.


Dira dan Kevin masih saja berdebat hingga menjelang tengah malam. Dira yang selalu saja memojokkan Kevin, namun Kevin dengan sabar mengalah pada istrinya itu, karena dia sadar bahwa memang mood wanita yang sedang hamil memang gampang berubah-ubah.


Dua minggu sudah hari yang sangat menyakitkan itu berlalu. Kini kehidupan Kevin dan Dira kembali bahagia. Ya walaupun sering diwarnai perselisihan Kecil karena Dira yang mulai merasakan ngidam yang bisa dikatakan kurang wajar.


Pernah di tengah malam Dira terbangun dan meminta Kevin untuk membelikannya Durian medan dan harus dibeli langsung di kota tersebut. Hal itu membuat Kevin tak habis pikir, terlebih saat itu durian medan memang belum musim, kalaupun ada, pasti akan sangat sulit mencari orang yang menjualnya. Namun Kevin tetap mememuhi permintaan Dira, walaupun ia baru saja bisa memejamkan matanya, namun demi istri dan calon anaknya, Kevin rela berangkat tengah malam itu juga ke medan menggunakan jet pribadinya dan mencarikan apa yang Dira inginkan. Beruntung banyak teman Kevin dari kota itu yang bersedia membantunya menuruti ngidam sang istri.


"Huweekkk... Huweeekkk..." Dira kembali mengalami morning sickness.


"Yang, kamu beneran gak papa? Aku telfon Mellinda aja, ya, biar dia kemari. Aku beneran gak tega lihat kamu seperti ini." Ucap Kevin yang sangat khawatir karena beberapa hari ini morning sickness yang Dira alami justru semakin parah. Bahkan Dira tidak bisa memakan makanan rumah yang sudah disiapkan oleh mama Kevin maupun makanan yang di kirim oleh mama Naira.


"Gak papa, kamu gak perlu khawatir. Aku baik-baik aja. Aku nikmati ini semua kok." Ucap Dira lembut sambil tersenyum pada Kevin.


"Vin, kalau Dira masih seperti ini, kamu gak usah ke kantor gak papa, nanti biar kerjaan kamu papa yang handle di bantu Rian." Ucap papa Bayu dan Kevin mengiyakan usul sang papa.


"Yah, Dira gak papa kok. Biarin aja Kevin ke kantor. Itu kan tanggung jawab Kevin." Ucap Dira.


"Kalau pun aku ke kantor, pikiran dan hati aku gak tenang, yang mikirin kamu. Adanya gak akan fokus kerja juga, dan malah bikin kacau. Pokoknya aku akan tetap nemenin kamu sampai nanti kondisi kamu bener-bener membaik dan gak mual-mual lagi." Ucap Kevin yang tidak ingin di bantah.


"Ya udah terserah kamu aja." Ucap Dira yang tidak ingin mendebat Kevin karena kepala dan perutnya kini sudah tidak bisa diajak berkompromi.


"Dir, kamu mau sarapan apa? Biar nanti bunda suruh orang buat beli apa yang kamu mau." Tanya mama Vera yang memang mengerti menantunya itu sedang tidak bisa memakan masakan rumah.


"Mmm, apa ya, bund?" Ucap Dira sambil berpikir.


"Perasaan gue gak enak nih kalo dia mulai mikir kayak begitu. Mudah-mudahan kali ini masih masuk akal dan gampang dijangkau." Batin Kevin.


"Ah ya, Dira pengen martabak coklat keju bunda. Sama pengen makan buah matoa" Ucap Dira setelah beberapa detik berpikir.


"Nah, nah, absurd lagi kan? Haduh, dimana coba, sayang beli martabak coklat keju pagi-pagi begini? Buah matoa pula, ya ampun sayang, kenapa gak yang mudah-mudah aja sih yang kamu pengenin?" Batin Kevin.


"Sayang, kamu kenapa? Kok mukanya ditekuk gitu?" Tanya Dira yang melihat Kevin seperti tak bersemangat.


"Oh, enggak kok sayang, aku gak papa. Kamu mau apa tadi?" Tanya Kevin dengan senyumnya yang pura-pura tidak mendengar keingin Dira, berharap akan ada keajaiban supaya istrinya itu bisa merubah keinginannya.

__ADS_1


"Kamu tuh kenapa sih? Kayak lagi mikirin sesuatu gitu? Sampek gak denger aku bilang pengen apa." Dengus Dira.


"Aku lagi mikirin permintaanmu yang absurd itu, sayang." Batin Kevin sambil menangis dalam hatinya.


"Aku mau martabak coklat keju dan buah matoa." Lanjut Dira dengan nada kesalnya.


"Sayang, jam segini mana ada yang jual martabak coklat keju? Kita minta bu Rita atau mama aja ya bikinin untuk kamu?" Ucap Kevin lembut.


"Gak mau. Aku maunya martabak coklat keju yang diujung jalan sana." Ucap Dira.


"Nah kan makin absurd aja." Batin Kevin.


"Sayang. martabak yang diujung jalan sana kan cuma buka kalo malem." Ucap Kevin lembut.


"Dan untuk buah matoanya juga, itu susah lo sayang nyarinya." Lanjutnya.


"Jadi kamu gak mau nurutin kemauan anak kamu? Ini anak kamu yang mau. Bukan aku. Aku maunya bisa makan masakan rumah. Aku juga gak mau minta yang aneh-aneh dan ngerepotin kamu terus." Ucap Dira yang kini sudah terisak.


"Sayang, maaf ya, bukan maksud aku gak mau nurutin kemauan kamu. Ya udah, aku akan usahain dapetin apa yang kamu mau. Tapi jangan nangis lagi." Ucap Kevin merasa bersalah seraya mengusap air mata di pipi Dira.


"Turutin aja deh, Vin. Waktu hamil kamu, mama mu ngidamnya lebih aneh lagi. Lagian demi anak ini. Kamu harus jadi suami dan ayah yang siaga untuk istri dan anakmu." Ucap papa Bayu, dan Kevin mengangguk tanda paham.


"Ya udah, kalau gitu, aku beliin yang kamu mau dulu ya." Ucap Kevin seraya mencium kening Dira dan langsung pergi untuk mencari keinginan sang istri.


Kevin tak sendiri, Jonatan, Eka, dan Rian pun ikut mencari apa yang Dira inginkan. Kevin selalu menelfon dan meminta bantuan tiga orang itu ketika istrinya sedang menginginkan sesuatu yang lumayan sulit untuk dicari.


"Sial emang si Kevin, dia yang dapet enaknya, gue yang dibikin repot. Untung tuh anak ponakan gue, coba bukan, begitu lahir, gue pastiin gue bakal taruh tuh anak di kolong jembatan. Sabar, sabar. Pagi-pagi bukannya ngantor malah keliling kota buat nyari matoa." Gerutu Eka sambil menyetir untuk mencari buah keinginan adiknya.


*****


"Dira...Dira... gak bisa apa yak, tuh anak sekali aja kalo ngidam gak yang susah nyarinya? Minta balon kek, coklat, kek, permen atau apa gitu yang gampang nyarinya. Gue yakin, tuh anak kalo udah lahir, pasti bakal nyebelin kayak bapaknya." Gumam Jonatan yang juga sambil menyetir dan membantu mencari keinginan sang sahabat.


*****


"Untung lo bos gue, Vin. Coba bukan, mana mau gue susah-susah nyariin keinginan istri lo. Lo yang bikin, eh gue yang ikutan susah." Gumam Rian dalam mobilnya yang juga fokus mencari keinginan Dira.

__ADS_1


*****


Setelah hampir setengah hari berkeliling kota mencari apa yang Dira inginkan, akhirnya mereka bisa menemukannya dan segera kembali ke rumah keluarga Kevin.


"Nih sayang, makan dulu ya martabak coklat kejunya." Ucap Kevin lembut seraya menyuapkan potongan kecil martabak yang dibelinya.


"Buah matoanya mana?" Tanya Dira.


"Nih, buahnya." Ucap Jonatan sambil menyodorkan kresek berisi matoa.


"Dek, kalo ngidam jangan susah-susah napa. Sekali-kali kek ngidam telor ceplok gitu." Ucap Eka yang langsung mendapat delikan dari Kevin karena takut istrinya akan sedih lagi.


"Ya kalo gak ikhlas, ngapain kalian bantu nyariin? Kan gue pengennya Kevin yang nyari, bukan kalian." Ucap Dira dengan nada tinggi.


"Gak tau aja lo dek, laki lo selalu ngancem kita kalo kita nolak bantuin dia." Batin Eka.


"Ikhlas kok ikhlas, kita." Jawab Eka, Rian, dan Jonatan bersamaan.


"Iih lucu deh, kalian, kompak banget, kayak paduan suara, tau gak." Ucap Dira dengan mata berbinar. Mereka bertiga hanya tersenyum sinis sambil melirik Kevin.


.


.


.


.


.


Terus support author yaa readers,,,,


jangan lupa like, vote, dan komennya yaa...


terimakasih 🙏 🙏 🙏

__ADS_1


__ADS_2