
"eh, itu...anu..." Ucap papa Bayu dengan terbata, bingung apa yang harus dikatakan.
"Kita mau panggil kalian untuk makan malam, makanya kita rame-rame ke sini, takut kalian berantem." Sambung mama Vera alasan agar kedua putra putri mereka tak menaruh curiga.
"Ah iya tuh bener kata tante Vera, udah yuk makan. Laper gue, udah malem juga, biar lo cepet pulang, Vin!" Ucap Eka menimpali ucapan mama Vera.
"Lo ngusir gue, Ka?" Ucap Kevin sambil menatap tajam sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu.
"Ini udah malem! Lo belum boleh nginep sini lagi! Kalian kan udah dewasa, apa kata orang nanti. Entar kalo kalian udah Nikah mah terserah kalian mau tidur di teras juga gue gak peduli." Balas Eka dan Kevin hanya mengangguk.
"Ya udah ayo kita makan, lagian gak baik juga kelamaan kena angin malam begini." Ucap Kevin mengajak Dira untuk masuk dan mengajak makan malam dan Dirapun mengangguk.
Dan akhirnya mereka semua menuju ke meja makan.
"Ciuman keduanya gagal donk gara-gara kakak kamu rese!" Goda Kevin pelan agar tak terdengar orang tua mereka yang sukses membuat Dira lagi-lagi blushing.
"Apaan sih?" Balas Dira malu-malu.
"Ma, Pa, berarti perjodohannya lanjut apa batal?" Tanta Dira sebelum mereka mulai makan malam pada orang tuanya yang membuat para orang tua menoleh padanya begitu pula dengan Kevin dan Eka.
__ADS_1
"Kalian gak usah di jodohin udah jadi sendiri! Lagian kan tadi Kevin udah jelasin semuanya! Jadi ya tinggal Kevin bilang mau nikahin kamu kapan, ya kita akan nikahin kamu hari itu." Ucap Eka ketus pada adiknya.
"Dan lo, Vin, gue peringatin sama lo, sebelum lo nikahin adek gue, jangan asal main nyosor aja. Awas aja kalo sampek adek gue gak perawan sebelum waktunya! Gue abisin, lo, gak peduli lo sahabat gue atau bukan." Ancam Eka pada Kevin dan sukses membuat Kevin bergidik ngeri mendengar ancaman Eka.
"Jadi bener kalian tadi nguping?" Tanya Dira sambil melihat kearah orang tuanya dan orang tua Kevin serta kakaknya bergantian.
Uhuk...uhuk...uhuk...
"Papa kenapa?" Tanya mama Naira karena papa Rey yang batuk tiba-tiba.
"eng-enggak, ma. Papa gapapa. Ayo mending kita segera makan saja, kasian keluarga Bayu nanti kemaleman pulangnya." Ucap papa Rey mencari alasan agar Dira tak melanjutkan pertanyaannya.
*****
"Ya udah, aku balik dulu ya. Besok ke kampusnya aku jemput!" Ucap Kevin yang berpamitan pada Dira dan mengajaknya pergi ke kampus bersama besok hari.
"Gak usah deh, aku berangkat sendiri aja. Lagian aku juga gak mau fans kamu ngamuk-ngamuk sama aku. Fans kamu kan sangar, ngalahin preman pasar." Ucap Dira dan Kevin yang mendengar cerita itu hanya terkekeh.
"Ya udah... Ya udah, aku pulang dulu, besok langsung ketemu di kampus aja. Tapi datangnya pagi ya!" Pamit Kevin.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya di kampus...
"Hai..." Sapa lembut Kevin pada Dira sambil menunjukkan senyum termanisnya.
"Hai juga." Balas Dira, dan tak mau kalah menunjukkan senyum termanisnya.
"Ke ruangan aku bentar yuk. Ada yang mau aku bicarain tentang skripsi yang kamu ajuin tempo hari." Ucap Kevin.
"Skripsi ku bermasalah?" Tanya Dira.
"Gak juga. Cuma tentang buku referensi aja. Gak enak kalo diomongin di sini. Kamu mau mereka-mereka yang lagi lihatin kita ini jadi nyerang kamu karena kelamaan ngobrol sama aku?" Ucap Kevin sambil menunjuk orang-orang di sekitar mereka yang tengah memperhatikan Kevin dan Dira dengan tatapan mata yang tak bisa diartikan.
Dira yang menyadari dirinya dan Kevin kini mulai menjadi pusat perhatian, akhirnya mengikuti keinginan Kevin untuk ke ruangannya.
#####
Jangan lupa like, vote dan komennya yaa...
__ADS_1