Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 56


__ADS_3

Satu minggu sudah Kevin menikah dengan Dira, hari-harinya kini terasa sangat bahagia.


Kini Kevin dan Dira sudah tinggal di rumah keluarga Kevin. Tepatnya, keesokan hari setelah percakapan di meja makan, Dira dan Kevin memutuskan untuk tinggal di rumah keluarga Kevin. Tak ada paksaan untuk Dira agar mau tinggal di rumah mewah dengan tiga lantai itu. Ini kemauan Dira sendiri, mengingat sang mertua hanya memiliki seorang anak, yaitu Kevin. Dira menyadari betul jika mertuanya itu pasti akan sangat kesepian apabila lebih lama lagi mereka tinggal di rumah orang tuanya.


Dira bukannya tak berat hati meninggalkan rumah yang sejak kecil ia tinggali, tapi mengingat di sana juga ada Eka yang sudah pasti akan menjaga orang tuanya dengan baik, membuat Dira tidak ragu untuk mengambil keputusan segera pindah ke rumah keluarga Kevin. Lagi pula, tidak ada larangan juga untuk Dira, dia bisa kapanpun pergi ke rumah keluarga wijaya, bahkan menginap pun sudah pasti di perbolehkan.


Sore hari Kevin dan Dira baru pulang dari kampus. Ya, sesuai janjinya, Kevin membantu Dira segera menyelesaikan skripsi Dira. Bahkan tak jarang mereka berdua begadang bersama agar skripsi itu cepat selesai. Beruntunglah Dira, karena dosen pembimbingnya adalah suaminya sendiri, jadi Kevin sangatlah paham tentang skripsi yang Dira buat.


Hanya dalam waktu seminggu, skripsi itu kini sudah sampai di bab empat, selangkah lagi selesai. Dira hanya perlu menjabarkan hasil penelitian yang beberapa hari lalu sudah ia kerjakan. Setelah itu hanya tinggal membuat kesimpulan, dan skripsi pun akan selesai.


Demi membantu sang istri, Kevin rela cuti dari perusahaan sang papa, dan beruntungnya lagi, papa Bayu mengizinkan Kevin mengambil cutinya, toh ini juga demi menantu kesayangannya, bukan?


Selama seminggu pula, Kevin menahan hasratnya untuk mengambil hak nya sebagai suami Dira. Beruntung karena Dira sedang berhalangan, jadi malam-malam yang pengantin baru itu lakukan adalah mengerjakan skripsi Dira. Tapi bukan Kevin namanya jika dia tak sambil mencuri kesempatan untuk sesekali mencuri ciuman dan pelukan hangat dari sang istri.


Dan hari ini, Kevin sudah tidak sabar lagi menunggu malam tiba, karena Kevin tau, sang istri sudah melewati masa berhalangannya. Pagi itu, saat mereka tengah bersiap hendak berangkat ke kampus, Kevin yang mengetahui sang istri telah selesai dari halangannya, langsung merajuk pada Dira untuk meminta haknya.


"Yang, udah selesai, kan?" Bisik Kevin sambil memeluk Dira ditengah aktivitas sang istri yang merapikan rambutnya.


"Kevin, ini aku mau nyisir rambut jadi susah kalau kamu begitu." Tegur Dira yang merasa terganggu.


"Bentar aja, yang." Mohon Kevin.


"Gak. Ini udah siang, Kevin. Aku udah janjian sama Aira." Putus Dira.


"Ya udah aku lepasin, tapi entar malem, ya?" Kevin mencoba bernego.


"Iya, iya. Tapi lepas. Kalo gak, aku tunda lagi, nih." Ancam Dira.


"Oke... Oke aku lepas, makasih, sayang." Ucap Kevin sambil mengecup pipi Dira.


"Keviiin." Geram Dira.


"Apa sayang? Kurang? Hm?" Goda Kevin.


Blushing...

__ADS_1


"Iihh kamu tuh nyebelein tau gak? Dasar genit!" Ucap Dira.


"Genit gini juga suami kamu, sayang, dan kamu juga suka kan? Buktinya tiap aku cium kamu, kamu bales. Belum juga aku kasih yang lebih loh, yang. Jadi itu artinya kamu juga nikmatin kegenitanku, sayang." Goda Kevin lagi dan ini membuat wajah Dira semakin memerah menahan malu sekaligus kesal karena godaan suaminya itu.


"Tau ah." Balas Dira sambil menahan malu dan langsung buru-buru keluar menuju meja makan untuk makan bersama dengan mertuanya. Dan Kevin pun mengekori Dira.


"Anak-anak mama udah pada siap nih." Ucap mama Vera sambil tersenyum yang melihat sepasang pengantin baru itu baru turun.


"Iya bunda." Balas Dira.


"Pagi, yah. / Pagi pa." Sapa Dira dan Kevin bersama pada papa Bayu, dan langsung duduk di meja makan untuk sarapan bersama.


"Ini, untuk Kevin. Karena ini Dira yang masak tadi." Ucap mama Vera sambil menyodorkan lauk yang Dira masak tadi pada Kevin.


"Makasih, ma." Balas Kevin.


"Sini piringnya aku ambilin nasi." Ucap Dira dan Kevin langsung menyerahkan piringnya.


"Segini cukup?" Tanya Dira yang hanya dijawab anggukan oleh Kevin.


"Bukan kurang lagi, pa. Kevin emang belum dapat sama sekali." Ucap Kevin ceplas ceplos membuat papa Bayu tersedak mendengar pernyataan Kevin.


"Jadi kalian belum....?" Tanya mama Naira sambil menatap Kevin dan Dira secara bergantian dan Dira hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya. Ada sedikit rasa malu di hatinya karena sang suami seperti tak mengontrol perkataannya.


"Terus kapan mama mau punya cucu dong kalau kalian belum melakukan itu juga?" Tanya mama Vera.


"Dira lagi halangan, ma dari hari pertama kita nikah, dan baru selesai hari ini. Udah coba minta untuk nanti malem, eh tadi malah bilang mau ditunda lagi." Ucap Kevin yang lagi-lagi tak mengontrol perkataannya membuat wajah Dira semakin merah padam.


"Keviiin. Apa-apaan sih? Kamu sendiri tadi yang ganggu aku, eh sekarang malah nyudutin aku. Kayaknya perlu dikasih pelajaran nih, suamiku yang paling ganteng ini." Geram Dira dalam hatinya.


"Ekhm, bunda, Dira minta maaf, bukan maksud Dira begitu sama Kevin. Soalnya udah Dira tawarin eh Kevinnya yang sok nolak cuma gara-gara Dira bilang Kevin terlalu genit. Padahal kan Dira cuma becanda doang, bun. Karena Kevin selalu ganggu Dira kalo lagi ngerjain skripsi malem." Ucap Dira berbohong namun tak menunjukkan wajah bersalahnya pada sang suami


Mendengar ucapan Dira, mama dan papa Kevin langsung melayangkan tatapan tajam pada putra kesayangannya itu.


"Ma, gak gitu cerit-..."

__ADS_1


"Udah di bilangin, kamu harus bantu Dira menyelesaikan skripsinya, malah kamu ganggu. Kamu mau pisah rumah dulu sama Dira kalau sampai skripsi Dira gak selesai sebelum resepsi pernikahan kalian?" Ucap papa Bayu.


"Pa, gak git-..."


"Udah, papa gak mau tau, segera selesaikan skripsi Dira. Oh ya, hari ini kamu jangan ke kampus dulu ya. Papa butuh bantuan kamu." Ucap papa Bayu.


"Ada apa, pa?" Tanya Kevin.


"Udah, nanti aja, kamu antar Dira dulu, setelah itu temuin papa di kantor." Titah papa Bayu yang langsung diangguki oleh Kevin.


"Ma, papa berangkat dulu ya. Dira, kalau nanti Kevin macem-macem, kamu lapor aja sama ayah. Biar ayah kasih hukuman buat suami kamu itu." Ucap papa bayu berpamitan pada mama Vera setelah menyelesaikan sarapannya dan langsung memberikan mandat pada Dira.


"I-iya yah. Makasih ya yah, udah perhatian sama Dira." Ucap Dira.


"Harus dong. Kamu kan anak ayah juga. Ya udah, ayah berangkat dulu, dan kamu, Vin, setelah antar Dira jangan lupa langsung ke kantor." Pamit papa Bayu yang diangguki oleh Kevin.


"Sayang, sepertinya kamu harus dapat sedikit hukuman ya karena udah bikin aku jadi di omelin sama papa." Bisik Kevin dengan nada menggodanya membuat Dira bergidik ngeri mendengar kata hukuman yang Kevin lontarkan.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa untuk tetap support author yah...


like, komen, vote dan cinta ♥️ nya selalu author tunggu.


terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2