
Setelah kedua sahabat itu menghabiskan makanan yang mereka pesan tadi, akhirnya Dira menceritakan semua tentang Kevin hingga saat Kevin melamarnya.
"Apaaaa??? pak Arya maksud gue Kevin ngelamar lo?" Tanya Aira dengan suara yang sedikit tinggi melihat beberapa orang melihat kearah mereka. Namun tangan Dira cepat-cepat menutup mulut sahabat bersuara cemprengnya itu.
"Jangan keras-keras Aira. Lo mau fans-fans Kevin yang ada di sini pada denger dan ngehajar gue?" Ucap Dira sambil mendelikkan matanya pada sahabatnya itu.
"Ah elah, Dir baru aja gue mau move on melalui pak Arya eh udah lo sikat aja." Gerutu Aira dan Dira yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Lebay lo." Ucap Dira.
"Eh tapi serius lo, udah di lamar sama dia?" Tanya Aira dan Dira langsung menjawabnya dengan menunjukkan cincin bertahta berlian pemberian Kevin yang melingkar di jari manisnya.
"Ah sial, ternyata lo serius." Ucap Aira.
"Bentar lagi lo bakal nikah donk?" Tanya Aira.
"Kita belum ngomongin masalah itu sih. Mungkin dia mau nunggu gue lulus kuliah dulu." Tutur Dira dan Aira hanya mengangguk mendengar penuturan sahabatnya itu.
*****
Di Perusahaan...
tok...
tok...
tok...
__ADS_1
"Masuk." Ucap Kevin.
"Hai." Suara gadis yang tak asing ditelinga Kevin, membuat Kevin melihat keasal suara tersebut.
"Reina." Ucap Kevin yang terkejut melihat sosok yang selama ini paling dia hindari.
"Kamu masih inget aku, Vin? Udah lama ya kita gak ketemu." Ucap gadis tersebut.
"Mau apa kamu kesini? Dan tau dari mana aku ada di sini." Ucap Kevin dengan nada dinginnya.
"Aku kangen kamu, sayang. Dan bukan hal yang sulit untukku mencari tau tentang seorang Kevin Aryatama." Ucap gadis cantik nan sexy itu.
"Apa maumu?" Tanya Kevin to the point.
"Aku sudah bilang, aku merindukanmu. Temui aku di hotel xxx di kamar 3xx malam ini. Atau foto dan video yang aku kirim ke ponsel mu itu akan sampai pada keluarga Wiratama. Aku sampai jam 12 malam. Kalau kamu tidak datang, kamu tanggung sendiri akibatnya" Jawab gadis itu dengan nada penuh ancaman.
Mengingat gadis itu mengatakan mengirim foto dan video pada ponselnya membuat Kevin langsung mengecek ponselnya.
"Argh, sial. Kenapa harus sebodoh ini." Gumam Kevin yang mulai frustasi.
"Oke Kevin, lo harus tenang. Reina memang licik, lo tau dia wanita seperti apa. Tapi apa yang harus gue lakukan sekarang?" Lirih Kevin dengan mondar mandir dalam kantornya mencoba mencari jalan keluar.
Tring...
Kamu ada dimana? Kok gak ke kampus sih?" Isi pesan yang dikirim oleh Dira untuk Kevin.
Kevin yang menerima pesan dari Dira, membuatnya senang dan melupakan sejenak urusannya dengan Reina. Setidaknya gadisnya itu bisa membuatnya tenang dan berpikir jernih. Kemudian Kevin langsung menelfon Dira.
__ADS_1
tut...tut...
Halo sayang, maaf aku lupa ngabarin kamu. Hari ini papa minta aku ke kantor untuk gantiin papa sementara waktu karena papa harus melakukan perjalanan bisnis. Jadi mungkin beberapa hari ke depan aku tidak akan ke kampus." Ucap Kevin pada Dira yang ada di seberang telfon.
"....."
Jangan senang dulu sayang, karena skripsimu harus segera selesai agar kita bisa segera menikah. Jadi sudah ku putuskan selama aku tidak ke kampus, bimbingan ku alihkan ke kantorku." Ucap Kevin sambil tersenyum mendengar suara Dira.
"....."
Apa kau tidak merindukanku?" Tanya Kevin.
"....."
Kalau begitu, kemarilah. Aku tunggu kamu di kantorku. Aku sedang tidak bisa keluar jadi aku mau kamu kemari menemaniku." Ucap Kevin.
"....."
Baiklah, aku menunggumu, sayang." Ucap Kevin untuk terakhir kalinya dan mematikan panggilan telfonnya.
Setidaknya dengan Dira kemari bisa membuat pikiranku jernih untuk menghadapi wanita licik itu.
Kemudian Kevin menelfon seseorang kepercayaannya untuk menyelidiki tentang Reina. Dan sebelum Dira sampai di kantornya, Kevin sudah berhasil mendapat semua data Reina.
Oke, baiklah Reina. Kau ingin bermain-main denganku. Kau sudah salah mencari mangsa, honey." Gumam Kevin sambil menahan kekesalannya.
#####
__ADS_1