
"Vin, gimana Dira?" Tanya Eka yang baru saja sampai ke rumah sakit.
"Masih ditangani dokter, di dalem. Lo gak sama bunda?" Jawab Kevin dengan wajah khawatirnya namun tak lupa menanyakan calon mertuanya karena Eka hanya datang berdua dengan Rian.
"Mama udah di jalan tapi masih jemput papa ke kantor. Mungkin bentar lagi nyampek. Lo harus kuat. Gue yakin Dira akan baik-baik aja. Dia adek gue, gue tau dia wanita tangguh," ucap Eka menenangkan sahabat sekaligus calon adik iparnya itu, serta ingin menguatkan dirinya sendiri. Tak dapat dipungkiri jika hati Eka juga kacau, tapi dia harus terlihat kuat.
"Gue takut, Ka. Gue gak mau sampek kehilangan Dira. Gara-gara gue Dira celaka. Gue minta maaf sama lo. Maaf banget gue gak bisa jaga Dira dengan baik. Tapi gue janji sama lo, ini kebodohan gue yang pertama dan terakhir. Gue janji bakal jaga Dira lebih baik lagi," ucap Kevin.
"Lo gak usah minta maaf sama gue. Lo minta maaf aja sama Dira. Karena dia yg terluka di sini. Gue tau sepenuhnya bukan salah lo. Tapi gue juga ngerti posisi Dira saat itu. Tapi lo gak perlu khawatir, gue tetep dukung lo. Semua bukti yang udah lo kasih ke keluarga gue, udah cukup membuktikan keseriusan lo sama Dira. Dan seperti yang tadi gue bilang, Dira pasti baik-baik aja. Dia bukan wanita lemah," balas Eka.
__ADS_1
"Maksud lo, lo..." Ucapan Kevin yang belum sempat ia selesaikan. Mengerti arah pembicaraan Eka padanya.
"Iya, gue udah tau semua tentang Tania. Nanti gue bakal bantu jelasin semuanya sama Dira," balas Eka yang memahami keadaan Kevin saat ini.
"Keluarga pasien Dira?" Panggil seorang suster membuat Eka dan Kevin saling menatap seolah saling menanyakan siapa yang akan menemui dokter.
"Lo aja. Biar hati lo lebih tenang," ucap Eka yang memahami jika Kevin lebih ingin tau keadaan adiknya itu dan diangguki Kevin.
"Saya calon suami pasien, sus," ucap Kevin pada suster seraya mendekat ke ruang IGD. Dan suster pun mengajak Kevin untuk menemui dokter untuk mendengar penjelasan dokter perihal kondisi Dira.
__ADS_1
Sedangkan di luar, papa dan mama Dira serta papa dan mama Kevin sudah tiba di rumah sakit. Mereka semua terlihat sangat khawatir. Beruntung Eka dan Rian mampu menenangkan kepanikan dua pasang suami istri paruh baya tersebut hingga Kevin keluar dari ruangan dokter dan bergegas mengurus administrasi agar Dira segera dipindahkan ke ruang perawatan. Kevin meminta ruangan VVIP untuk Dira mengingat pasti akan sangat ramai sekali nanti karena kedua orang tua mereka pasti tidak akan mau meninggalkan Dira. Dan juga karena di ruang vvip akan memudahkan akses keluar masuk untuk keluarga pasien berkunjung.
Sekarang Dira sudah berada di ruang perawatannya membuat semua orang yang ada di sana menjadi legah terlebih karena dokter mengatakan bahwa Dira baik-baik saja namun masih dalam pengaruh obat bius, mengingat memang ada bagian lengan Dira yang harus di jahit karena mengalami robekan yang untungnya tidak terlalu parah.
Semua orang yang ada dalam ruangan itu bercengkrama, saling melempar canda, namun tidak dengan Kevin yang duduk di kursi sebelah brankar Dira. Dia masih khawatir dengan keadaan gadisnya itu mengingat sudah lama Dira tertidur namun belum juga ada tanda-tanda mata indah yang Kevin rindukan itu terbuka. Saat Kevin mulai merasakan kantuk dan baru saja tertidur, dia merasakan ada yang mengusap kepalanya hingga membuat Kevin terbangun.
Betapa bahagianya Kevin melihat mata indah itu terbuka dan menatap intens kedua matanya. Dengan cepat kevin memutus tatapan itu dan segera memanggil dokter.
jangan lupa like, vote dan komennya yaa...
__ADS_1
mampir juga ke karya ke-2 ku judulnya MY STUPIDITY, bisa cek di profilku...
terimakasih...