Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
S2: Pertanyaan Tak Berfaedah


__ADS_3

"Yang, bangun! Kita sudah sampai," ucap Jonatan membangunkan sang istri. saat mobil yang kemudikan sudah sampai di apartemen yang akan ia tempati bersama dengan Aira.


Jonatan sebenarnya juga tidak tega membangunkan sang istri yang terlihat begitu lelah dan lelap. Namun, mau bagaimana lagi, untuk menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam pun juga tidak bisa ia lakukan mengingat banyaknya barang yang mereka bawa.


Apartemen itu memang tidak sepenuhnya kosong karena sebelum mereka menikah, mereka sudah mengisi apartemen tersebut dengan beberapa perabotan yang dibutuhkan, mengingat memang apartemen itu telah diserahkan tepat satu minggu sebelum pernikahan mereka. Namun, tetap saja, masih ada saja yg mereka bawa untuk mengisi apartemen baru mereka.


"Sini aku bantuin," Aira menawarkan diri untuk membawa beberapa barang.


"Gak usah, Yang kamu jalan aja duluan, nanti bukain pintunya," ucap Jonatan, menolak secara halus tawaran sang istri.


"Kamu yakin? Itu masih banyak loh, Yang! Udah aku bantuin aja biar cepet selesai," ucap Aira yang kekeh ingin membantu Jonatan.


"Gak usah, Sayang! Kalau kamu mau bantu, nanti setelah di dalam, tolong kamu siapin makanan aja, karena aku udah laper. Dan aku gak bisa makan kamu entar kalau dalam keadaan laper begini," ucap Jonatan yang memang sengaja menggoda sang istri.


Pletak...


Satu jitakan Aira layangkan di kening mulus sang suami, "dasar mesum!" Ucap Aira sambil menahan malu atas godaan sang suami. Setelah itu Aira dengan cepat melangkah masuk ke apartemennya dan membukakan pintu untuk sang suami.


"Terimakasih, sayang," ucap Jonatan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kok gue tiba-tiba jijik ya punya laki kayak lo, Jo!" seru Aira yang memang merasa sedikit geli melihat tingkah Jonatan yang dianggap terlalu genit setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri.


"Eleh, jijik juga lo cinta sama gue," cibir Jonatan sambil terkekeh gemas melihat tingkah istrinya itu.


"Udah buruan deh, Jo kamu ambilin semua barang yang masih di mobil. Aku mau masak dulu, habis itu kita makan. Beres-beresnya besok aja, okey!" ucap Aira yang diiyakan oleh Jonatan.


Mereka berdua akhirnya makan bersama setelah Aira menyelesaikan masakannya. Tidak terlalu mewah memang, hanya nasi dan ayam bumbu kecap yang Aira masak untuk makan bersama pertama kalinya setelah mereka menyandang status suami istri, karena mereka sudah sangat lapar dan lelah. Beruntungnya Jonatan tidak menuntut banyak masalah makanan, dan Aira tau itu mengingat mereka memang sudah sangat mengenali sifat, kebiasaan dan karakter masing-masing sejak lama.


"Aku bantuin sini, kamu duduk aja, pasti capek kan!" ucap Jonatan lembut seraya meminta Aira untuk beristirahat.


"Gak usah, Jo! Kamu aja yang istirahat. Lagian cuma cuci piring dikit doang, bentar lagi juga selesai kok," sahut Aira dengan nada yang tak kalah lembutnya, membuat Jonatan merasa bangga memiliki Aira yang lembut dan sangat memahami tugasnya sebagai istrinya.


Akan tetapi, Jonatan tidak bisa begitu saja membiarkan Aira mengerjakan tugas rumah tangga sendiri. Jonatan sadar betul, sebelum menjadi istrinya, Aira adalah seorang putri dari orang tuanya, gadis itu diperlakukan sangat baik oleh orang tuanya, maka masa iya setelah menjadi istri, Jonatan akan membiarkan dia mengerjakan semuanya sendiri. Bukankah itu akan terlihat seolah Jonatan memperlakukannya sangat buruk!


"Besok aku akan minta mama untuk kirim asisten rumah tangga ke sini untuk bantuin kamu," ucap Jonatan.


"Gak perlu, Jo! Aku bisa kok ngerjain semuanya sendiri, lagian kan udah tugas aku sebagai istri kamu untuk ngurus rumah kita terutama ngurus kamu," ucap Aira sambil menampilkan senyum manisnya.


"Tugasmu cukup ngurus aku dan menyiapkan semua keperluanku, sisanya biar kita pakai ART, sayang!" seru Jonatan sambil memeluk Aira dari belakang.


"Lagian tugas utamamu adalah melayaniku setiap malam sampai benih itu tumbuh," lanjut Jonatan.


Mendapat perlakuan dan ucapan seperti itu dari sang suami, membuat pipi Aira terasa panas dan bersemu merah karena malu.


Dogh... Dogh... Dogh...


Sial! Siapa sih yang ganggu? Gak tau apa gue mau seneng-seneng sama istri gue?~ umpat Jonatan dalam hati, karena merasa terganggu ditengah aktifitasnya yang tengah bermesraan dengan sang istri.

__ADS_1


"Aku bukain pintunya dulu, ya!" ucap Aira seraya hendak membukakan pintu sebelum tangan Jonatan berhasil menahan sang istri.


"Biar aku aja, aku pengen tau siapa yang menjadi tamu pertama kita," ucap Jonatan lembut dan Aira meresponnya dengan anggukan dan berjalan mengekori Jonatan yang hendak membuka pintu.


Ceklek...


"KEJUTAAAANNN!!!" Teriak para sahabat mereka yang tak lain adalah Kevin, Rian, dan Eka dengan pasangan masing-masing dan jangan lupakan si kecil Davin yang juga ikut bersama mereka.


"Ck, ngapain sih kalian ke sini sekarang? Gak bisa nunggu besok-besok apa?" Jonatan berdecak kesal melihat para sahabat somplaknya yang datang mengganggu kesenangannya dengan sang istri.


"Tamu itu suruh masuk, bukan di protes!" seru Eka.


"Minggir, minggir, kita mau masuk," lanjut Eka seraya menyingkirkan Jonatan yang masih mematung di depan pintu agar tak menghalanginya dan sahabatnya yang lain untuk masuk ke apartemen pengantin baru itu.


"Eh kalian belum gue izinin buat masuk juga, udah main nyelonong aja," ucap Jonatan dengan sedikit kesal.


"Nunggu lo izinin kelamaan, kita keburu laper, tapi tenang aja, kita bawa makanan sendiri kok. Kita ke sini cuma mau nemenin Davin doang, karena dari tadi dia nangis minta main sama Aira terus," ucap Dira tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah mengganggu kedua sahabatnya itu.


"Davin, mau main sama aunty Aira kan?" tanya Dira pada Davin. Davin yang memang sudah di breafing sebelum berangkat ke apartemen itu, langsung saja menjalankan tugas yang sudah diberikan oleh orang tuanya untuk bermain dengan Aira dan tidak membiarkan uncle Jo nya dekat-dekat dengan aunty Aira.


"Kalian sengaja kan?" ucap Jonatan yang sudah sangat jengkel melihat tingkah Davin, si bocah cilik yang tak membiarkannya sedikitpun berdekatan dengan sang istri. Terlebih lagi melihat para sahabatnya yang seolah tak peduli akan perasaannya yang sedang ingin menikmati indahnya pernikahan.


"Sengaja apa sih? Suudzon aja lo jadi orang!" seru Rian sambil melahap makanan yang mereka beli tadi.


"Dari pada lo ngedumel gak jelas, mending lo ikut makan deh, nih tadi kita juga beli untuk kalian berdua," ucap Kevin.


"Ouh, kalau sudah makan ya udah, biar gue yang habisin, gue masih laper sih," ucap Dira.


Jonatan melihat makanan yang dibawakan para sahabatnya itu terlihat sangat enak dan menggugah selera makannya. Perut yang tadi sudah terasa kenyang, kini terasa lapar kembali.


"Eh, eh, kalau udah niat dikasih ke orang jangan diambil apa lagi dimakan sendiri, gak baik, bikin rezeki lo seret entar," ucap Jonatan.


"Siniin biar gue makan aja," lanjut Jonatan sambil merampas kotak makanan yang hendak Dira buka.


"Sayang, ayo makan lagi, nih mereka juga beliin buat kita," ucap Jonatan mengajak Aira untuk makan lagi.


"Kamu belum kenyang, Jo? Tadi kamu makannya nambah loh, Jo! Masih kurang?" tanya Aira yang merasa heran karena sang suami terlihat seperti orang yang tidak makan berhari-hari.


"Mubadzir, Sayang! Udah ayo makan dulu, ajak Davin juga biar dia juga makan, kasian emak bapaknya kagak peduli sama anaknya, cuma asyik makan sendiri-sendiri gak peduli sama anaknya," ucap Jonatan sambil menyindir Dira dan Kevin yang terlihat cuek terhadap Davin dan lebih mementingkan untuk fokus ke makanan dari pada anaknya.


Pletak...


Pletak...


Dua jitakan Jonatan terima secara bergantian, tentu saja pelakunya adalah Kevin dan Dira, membuat Jonatan mengaduh kesakitan sambil mengelus dahi yang tadi dijitak oleh kakak dan kakak iparnya itu. "Davin udah makan tadi di resto! Jangan sok tau kalau lo gak tau!" seru Dira dengan kesal.


"Eh iya, Fan, Cindy kemana? Kok dari tadi gue gak lihat anak, lo itu?" tanya Jonatan yang juga merindukan bocah perempuan berwajah oriental, mirip dengan sang mama. Sangat menggemaskan, kulitnya putih, matanya sipit dan hidung yang mancung, membuat bocah bernama Cindy itu lebih terlihat seperti keturunan orang chinese dari pada Indonesia.

__ADS_1


"Cindy hari ini diajak nyokap gue jemput adek gue ke bandara, lagian hari ini gue emang niat untuk dampingin Aira, pasti riweh kalau bawa Cindy," ucap Fany.


"Aduh, aduh, perut aku, sepertinya aku mau melahirkan sekarang deh, perut aku mules banget," ucap Mellinda yang memang tengah hamil besar, buah cintanya dengan Rian.


"Loh, loh, Yang kita ke rumah sakit sekarang ya!" ucap Rian yang terlihat panik.


"Ya ampun, kenapa jadi mau lahiran di sini sih? Tahan dulu deh, Mel," ucap Jonatan.


"Eh ****! orang mau lahiran gak bisa direncanain mau mules dimana, dari pada lo protes, mending lo bantuin bukain pintunya!" ucap Rian sambil brrsungut-sungut kesal.


"Iya, iya, ya udah ayo," ucap Jonatan setelah membukakan pintu agar Rian lebih mudah membawa Mellinda.


"Naik mobil gue aja," ucap Jonatan, sambil membuka pintu mobilnya dan menyuruh Rian memasukkan Mellinda ke dalam mobilnya.


"Yang, kamu juga masuk, yang lain pake mobil sendiri-sendiri kan?" lanjut Jonatan yang diiyakan oleh sang istri dan sahabat-sahabatnya yang lain.


Jonatan sengaja menawarkan hal itu mengingat kondisi Rian yang panik, tentu tidak akan baik jika laki-laki itu mengemudikan mobilnya sendiri sambil membawa istrinya yang akan melahirkan.


"Aduh, sepertinya air ketubanku udah pecah deh," ucap Mellinda.


"Bentar deh, Mel! Lo kan dokter kandungan, berarti nanti lo ngelahirin sendiri dong, tanpa bantuan dokter?" tanya Jonatan polos.


"Ish, dasar kamu tuh ya, ya yang bantu Mellinda melahirkan ya dokter lain lah, Jo! Gimana bisa Mellinda melahirkan sendiri coba?" jawab Aira yang tak habis pikir dengan pertanyaan suaminya itu.


"Tau tuh, pertanyaan suami lo gak berfaedah banget, Ra," sahut Mellinda.


"Ya kan gue cuma tanya," ujar Jonatan.


"Udah deh, Jo, buruan nyetirnya, gue gak mau Mellinda dan anak-anak gue kenapa-kenapa," ucap Rian yang semakin panik mengetahui air ketuban istrinya sudah pecah. Ya, Mereka sudah mengetahui jika Mellinda tengah hamil anak kembar.


.


.


.


.


.


Hai Gaes...


Jangan lupa klik like, vote dan komen yaa...


Jangan lupa juga untuk Follow akun ig author @fielsya_naima


atau kalian juga bisa gabung grup chat author di Noveltoon yaa...

__ADS_1


terimakasih 🙏 🙏 🙏


__ADS_2