
Beberapa hari sudah Dira dan baby Davin di rawat di rumah sakit, dan hari ini mereka berdua sudah diperbolehkan untuk pulang.
Awalnya, orang tua Kevin maupun Dira bersikukuh agar Dira dan bayinya untuk tinggal di rumah mereka. Namun, karena para orang tua ini tidak ada yang mau mengalah, akhirnya Kevin memutuskan untuk membawa Dira serta baby Davin ke rumah yang Eka berikan sebagai jalan tengah, agar kedua orang tua dan mertuanya itu tidak saling berebut. Akan tetapi Kevin maupun Dira tidak keberatan jika orang tuanya akan menginap di rumah itu kapanpun mereka mau.
"Nak, kamu yakin akan tinggal cuma bertiga di rumah itu?" Tanya mama Vera.
"Iya, sayang, apa lagi ngurus bayi yang baru lahir itu gak mudah lo, nak. Kamu tinggal di rumah mama aja ya!" sambung mama Naira.
"Di rumah bunda aja ya, nak." sela mama Vera.
"Huft, mulai deh debatnya nih oma-oma dua." Batin Dira.
"Mama, bunda, Dira yakin kok, Dira pasti bisa ngurus Davin. Apa lagi kan Dira juga gak sendiri, ada Kevin, bi Nani, bi Mina juga yang akan bantu Dira ngurus Davin. Mama dan bunda juga boleh kok nginap di rumah kita kalau mau bantu ngurus Davin." Dira memberi penjelasan pada kedua mamanya agar tak ada perdebatan lagi. Dira juga meyakinkan, bahwa semuanya akan baik-baik saja, karena Dira tidak sendiri mengurus Davin.
"Menurut Dira, keputusan Kevin sudah tepat kok, ma, bun, biar aku dan Kevin bisa belajar mandiri dan menjadi orang tua yang hebat untuk Davin seperti mama dan papa juga ayah dan bunda." Lanjut Dira yang mengatakannya dengan nada yang sangat lembut.
"Sudahlah, ma, benar kata Dira, biarkan mereka belajar mandiri namun tetap dalam pengawasan kita." Ucap papa Bayu.
"Ya udah, kalau gitu, bunda akan tinggal di rumah kalian selama satu bulan ke depan. Bunda gak mau jauh-jauh dari cucu bunda." Ucap mama Vera sambil mengelus pipi lembut baby Davin.
"Mama juga, sama." saut mama Naira yang sukses membuat kedua opa baby Davin membulatkan matanya sempurna.
"Yah, Bay, kayaknya kita harus puasa nih." Ucap papa Rey dengan lesu yang langsung direspon dengan tawa oleh mama Vera dan juga mama Naira.
__ADS_1
"Papa tuh ya malu-maluin tau gak? Udah punya cucu juga masih aja seperti itu." dengus mama Naira.
"Hahahaa. Iya Rey. Belum apa-apa aja cucu kita sudah berhasil merebut perhatian para oma nya, sampai-sampai lupa sama opanya."
"Sayang, ayo, mobilnya udah siap." Ucap Kevin yang baru saja selesai menyiapkan mobil di depan rumah sakit untuk kepulangan Dira dan juga baby Davin.
*****
"Welcome home baby Davin!" Teriak beberapa orang yang sudah menunggu kedatangan baby Davin di rumah milik Dira dan Kevin.
"Waaahhh, ini semua kalian yang siapin?" Ucap Dira dengan mata berbinar seraya menatap ruang tamu yang sudah dihias dengan begitu bagusnya dengan tema warna biru hanya untuk menyambut putra pertamanya.
"Bukan kita sih, kita mah cuma tinggal dateng dan modal ngomong doang." Ucap Aira.
"Terus yang siapin ini....?" Tanya Dira kebingungan sambil menatap satu persatu orang yang ada di sana.
"Aaa sayang, kamu romantis deh." Ucap Dira manja sambil memberikan kecupan di pipi Kevin.
"Makasih ya." Lanjutnya.
"Sama-sama." balas Kevin sambil tersenyum bahagia.
"Eh, lo lupa di sini masih ada yang belum nikah? Gak usah bikin iri deh! Pake cium-cium segala, lebay lo!" seru Jonatan.
__ADS_1
"Sirik ae lo, jomblo. Makanya buruan jadiin tuh Aira, terus halalin. Biar gak ngiri mulu sama yang udah nikah." saut Kevin.
"Ceh, gak tau aja dia. Ra, kita kasih tau sekarang apa entar aja sekalian kasih mereka undangan?" Ucap Jonatan sambil merangkul erat pinggang Aira.
"Kalian udah jadian?" Tanya Mellinda.
"Jawab enggak, ya?" Ucap Aira.
"Gak perlu dijawab! Tuh tangan si Jo udah bisa jadi jawabannya." Ucap Rian yang menunjuk tangan Jonatan yang melingkar di pinggang ramping Aira.
"Ya ampun, anak mama udah pada besar. Udah tau cewek semua ya sekarang!" ucap mama Vera sambil memeluk Jonatan dan memberinya kecupan di kedua pipi Jonatan.
"Natan baru tau ma, abang tuh, bukan cuma sekedar tau, udah hafal dia sama cewek. Apa lagi Dira, udah hafal banget tuh luar dalemnya." jawab Jonatan yang langsung mendapat delikan tajam dari Kevin.
"Sudah, sudah, ayo kita makan aja. Bibi udah masak banyak buat kita semua. Nanti keburu dingin." Ucap bi Nani.
"Siniin non den Davin nya, biar non Dira makan dulu biar asi nya banyak." Ucap bi Mina seraya mengambil baby Davin dari gendongan Dira.
"Makasih ya, bi." Ucap Dira sambil menyerahkan baby Davin pada bi Mina.
Semua orang disana makan bersama sambil bercanda dan meledek Kevin yang harus menahan hasratnya sampai masa nifas Dira selesai.
Kehidupan Kevin dan Dira begitu dipenuhi kebahagiaan ditambah dengan kehadiran Davin kini di tengah-tengah mereka. Kevin dan Dira juga selalu kompak untuk mengasuh dan merawat Davin.
__ADS_1
Semoga Kevin dan Dira juga Davin selalu dilimpahkan kebahagiaan dan gak ada lagi yang namanya pelakor dalam rumah tangga mereka. Aamiin...
END...