
Dua Bulan Kemudian...
Hari itu Dira begitu bersemangat untuk menjalani aktifitasnya, seperti orang yang tidak sedang hamil, Dira begitu lincah saat menunaikan tugasnya di dapur.
Setelah semua masakan sudah siap di meja makan, Dira hendak membangunkan Davin dan Kevin dan mengajak mereka berdua sarapan bersama, namun belum sampai Dira di kamar kedua jagoannya itu, tiba-tiba Dira merasakan kram yang semakin lama semakin terasa sangat sakit.
"Bi, tolong Bi!" teriak Dira yang membuat kedua asisten rumah tangganya itu berhambur menghampiri Dira.
"Kenapa, Non?" tanya salah satu dari mereka dengan panik.
"Perut aku, Bi, perut aku sakit banget," ucap Dira dengan suara yang tertahan karena rasa sakit yang luar biasa di perutnya.
"Ayo kita bantu non Dira duduk di sofa dulu," ucap bi Mina sambil berusaha membopong tubuh Dira untuk duduk di sofa.
Sambil tertatih dan menahan sakit yang luar biasa, Dira berusaha tetap berjalan ke sofa dan mendudukkan tubuhnya di sana.
"Dira, kamu di-... Loh Dira kenapa, Bi?" tanya Kevin yang baru saja keluar dari kamarnya bersama dengan Davin.
"Ini mas Kevin, non Dira bilang perutnya sakit, sepertinya mau melahirkan," ucap asisten rumah tangganya.
Kevin begitu terkejut dengan apa yang diutarakan oleh art nya itu. Tanpa pikir panjang, Kevin langsung membawa Dira ke rumah sakit.
"Davin, ayo naik di depan," ucap Kevin menyuruh Davin untuk masuk ke dalam mobil yang langsung dituruti oleh Davin dan dibantu oleh pak Dadang.
"Bi, tolong telfon mama dan bunda ya! Kabari mereka kalau Dira akan melahirkan hari ini," ucap Kevin yang diiyakan kedua art nya.
"Kevin, sakit, Vin... Sakit banget," ucap Dira memekik kesakitan.
"Iya, Sayang bentar lagi sampai rumah sakit," ucap Kevin asal.
"Kamu pikir aku lagi sakit gini gak bisa mikir, kita aja baru berangkat, gimana bisa dalam waktu sekejap bisa sampai di rumah sakit? Dasar suami gak bertanggung jawab, mau enaknya doang, giliran sakit gini gak mau diambil alih sakitnya," ucap Dira.
__ADS_1
"Ya maaf, Sayang, terus sekarang harus ngapain?" tanya Kevin.
"Gantiin rasa sakit aku bisa?" ucap Dira.
"Ya kalau bisa mah udah aku aja yang hamil, biar kamu gak ngerasain sakit kayak gini lagi," ucap Kevin. Dira langsung menatap Kevin tajam lalu beberapa detik kemudian langsung menjambak rambut Kevin.
"Aaaauuu, aaauuuu, ampun, ampun, Sayang, sakit, please lepasin rambutku sakit, Dir," ucap Kevin yang mengaduh kesakitan.
Davin yang melihat tingkah kedua orang tuanya itu benar-benar tak habis pikir sambil menggelengkan kepalanya.
"Bunda sama ayah kayak anak kecil aja, gak malu belantem di mobil," ucap Davin polos.
"Ayah kamu tuh bikin bunda kesel, udah tau adek bayinya mau keluar dan bikin bunda sakit, ayah malah ngajakin bunda becanda," ucap Dira.
"Pak Dadang, bisa cepet gak? Ini bayinya udah mau keluar," lanjut Dira yang memang merasakan jika bayinya sudah akan keluar.
Mendengar hal itu sontak saja membuat Kevin membulatkan matanya. "Yang kamu serius?" tanya Kevin.
"Kamu pikir aku becanda dalam kondisi kayak gini?" tanya balik Dira.
Pak Dadangpun melajukan mobilnya semakin kencang dan sepuluh menit kemudian tibalah mereka tepat di depan pintu IGD rumah sakit. Namun, belum sempat Dira keluar dari mobil, bayi perempuan mungil dan menggemaskan itu sudah keluar terlebih dulu dari rahim ibunya.
Kevin sangat panik melihat Dira melahirkan dalam mobilnya, beruntung saat itu Mellinda yang sudah kembali bertugas dengan sigap membantu Dira dan bayinya dengan bantuan dari beberapa suster.
Setelah Dira dan bayinya selesai di beri perawatan, semua orang kini bisa menemui Dira. "Wah, udah lengkap nih, Vin, masih mau produksi lagi?" tanya Eka.
"Produksi mah tetap berjalan, tapi hasil produksinya terserah Dira aja sih mau nambah atau gak," ucap Kevin.
"Ogah, dia cuma mau enaknya doang, gak ngerasain sakitnya," ucap Dira membuat yang lain terkekeh mendengarnya.
"Kalian udah siapin nama belum?" tanya mama Vera.
__ADS_1
"Sudah, Bunda namanya, Keira," ucap Dira.
"Keira Hulya Aryatama," lanjut Kevin.
"Aduh, kenapa namanya susah sekali sih? Davin kan jadi manggilnya dedek Keila," ucap Davin.
"Panggil Kei aja gimana?" celetuk Mellinda.
"Boleh tuh, bagus juga," ucap Dira.
"Nah kalo Kei, Davin setuju, Welcome to the world dedek Kei, ini kak Davin, jangan nakal-nakal ya, nanti kakak cubit," ucap Davin membuat semua orang tertawa gemas pada bocah laki-laki yang saat ini sudah resmi menyandang status kakak itu.
"Tinggal tunggu hasil adonan si Jo nih," ucap Eka. Semua orang kini beralih menatap Jonatan dan juga Aira.
"Gimana mau ngadon kalau honeymoon aja belum sempet?" ucap Jonatan.
"Eh pe'a, lo ngadon gak perlu nunggu honeymoon, kan di apartement tiap malem bisa, ngapain nunggu honeymoon? Eh betewe, lo serius belom ngadon sama sekali?" tanya Eka, sedangkan Jonatan dan Aira yang menjadi pembahasan hanya diam tak bisa menjawab apapun.
.
.
.
.
.
Guys, author ada karya baru judulnya EGO, CINTA & KESUCIAN.
Bisa kalian cek langsung di profil author yaa...
__ADS_1
tolong bantu ramaikan guys...
terimakasih 🙏 🙏 🙏