
Setelah mengantar Dira pulang dengan selamat, Kevin langsung bergegas pulang ke rumahnya dan sesegera mungkin membicarakan perihal lamarannya untuk Dira. Mama Vera yang sangat senang mendengar hal itu langsung membuat rencana lamaran resmi untuk calon menantu kesayangannya itu.
Akan tetapi, hal berbeda ditunjukkan oleh papa Bayu.
"Kevin, papa tidak akan pernah melamar Dira untukmu kecuali kamu menyetujui untuk menggantikan posisi papa di perusahaan kakek." Terang papa Bayu. Dia tau anaknya akan menolak untuk menduduki tahta tertinggi perusahaan keluarganya itu. Hal itu karena Kevin yang sangat keras kepala ingin berdiri di atas kakinya sendiri.
Akan tetapi papa Bayu yang kini sudah tidak muda lagi sangat membutuhkan bantuan Kevin untuk mengelola perusahaan keluarganya tersebut. Bukannya Bayu tidak mau meminta bantuan pada keluarga Jonatan mengingat mereka juga memiliki hak yang sama dalam perusahaan itu. Tapi papa Jonatan lebih tertarik meneruskan perusahaan keluarganya di bidang yang lain.
Ya, keluarga Wiratama adalah keluarga konglomerat yang memiliki banyak perusahaan di berbagai bidang. Dengan dua Putri yaitu Vera dan Vina, akhirnya kakek Wiratama membagi dua semua asetnya secara adil. Dan beruntungnya tak ada saling sikut yang terjadi dalam keluarga itu karena mereka dibebaskan untuk memilih perusahaan mana saja yang mereka mau, dan membaginya bersama.
Walaupun sudah terbagi, namun mereka tetap saling membantu dan memback up satu dan lainnya. Itulah yang membuat Tama Holdings Company sangat sulit dijatuhkan pesaing-pesaingnya.
"Pa, please. Kevin sudah punya bisnis Kevin sendiri, pa." Protes Kevin pada papanya.
"Kamu tetap bisa menjalankan bisnismu! Papa tidak melarangnya. Tapi kamu tetap harus terjun langsung menggantikan papa. Bukankah kamu sendiri yang berjanji pada mamamu akan mengelola perusahaan kakek yang ada di sini, Kevin? Apa kamu melupakannya?" Balas sang papa.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau hanya itu satu-satunya cara agar papa mau segera membuatkan lamaran resmi untuk Dira, aku akan melakukannya. Kapan aku harus memulainya?" Ucap Kevin pasrah demi gadis pujaannya.
"Oke, minggu depan. Dan papa akan melamar Dira secara resmi setelah kamu resmi menjadi CEO di perusahaan." Ucap papa Kevin yang tersenyum penuh kemenangan dan ucapan itu tak terbantahkan.
"Baiklah." Ucap Kevin lesu dan bergegas ke kamarnya.
"Papa keterlaluan ih. Kasian kan wajah gantengnya jadi ilang tuh." Ucap mama Vera setelah memastikan Kevin masuk ke kamarnya.
"Biarinlah, ma. Sekali-kali seru juga ngerjain anak itu. Lagian papa juga butuh banget bantuan dia di perusahaan. Biar kita juga bisa pacaran lagi." Balas papa Bayu dengan genit dan mengerlingkan matanya.
"Genit gini, kamu suka, ma. Buktinya tuh bocah ingusan yang sekarang menjelma pangeran tampan itu hasilnya." Balas papa Bayu dengan senyum menyeringai sambil mengejar mama Vera ke dalam kamar.
*****
"Kevin mana sih, kok belum dateng juga? Apa dia gak masuk hari ini?" Batin Dira yang sedari tadi menanti kehadiran Kevin di kampus namun tak kunjung lelaki tampan itu menampakkan batang hidungnya.
__ADS_1
"Woy, Ra! Lo nyariin siapa sih?" Sentak Aira mengagetkan Dira yang tak menyadari kehadirannya.
"Lo ngagetin aja tau gak." Protes Dira yang kaget mendengar suara cempreng sahabatnya itu.
"Lagian lo sih, gue dari tadi di sini gak lo hirauin." Balas Aira.
"Iya sorry. Eh, tumben lo sendiri. Si Jo mana?" Ucap Dira dan menanyakan sahabat tampan satu-satunya itu.
"Jadi dari tadi lo nyariin si Jo? Sampek gak sadar gitu gue ada di sini." Tanya Aira.
"Bukan. Gue bukan nyariin Jo, tapi biasanya kan kita ngumpul bertiga, tapi lo malah dateng sendiri." Jawab Dira.
"Si Jo lagi sama Niken. Tau tuh, tumben banget si Jo mau di ajak nenek sihir itu jalan." Ucap Aira.
#####
__ADS_1