
Setelah lama membahas tentang hubungan Fany dan Eka, semua orang memutuskan untuk pulang. Kevin pulang bersama kedua orang tuanya, Jonatan pulang bersama dengan Aira, dan Fany yang awalnya berangkat bersama Jonatan dan Aira kini diantar pulang oleh Eka, kekasih sekaligus calon suaminya.
Di mobil Kevin...
"Vin, bentar lagi kamu udah jadi suami. Mama harap kamu bisa lebih dewasa, jangan pernah kamu menyakiti hati Dira, karena kalau sampai itu terjadi, sama artinya dengan kamu menyakiti mama, karena Dira nanti juga akan menjadi ibu dari anak-anak kamu." Mama Vera memberi wejangan kepada putra semata wayangnya itu.
"Dan kalau ada masalah, jangan sampai dibiarkan berhari-hari tanpa ada penyelesaiannya atau malah main kabur-kaburan. Usahakan untuk meminimalisir masalah, dan masalah yang kecil jangan dibesar-besarkan. Perasaan wanita itu sangat sensitif, apa lagi wanita yang sedang hamil itu nantinya akan sangat sensitif sekali perasaannya, mungkin bisa di bilang di atas normal. Jadi kamu sebagai lelaki sekaligus kepala rumah tangga, harus bisa memahami itu. Belum lagi masalah-masalah yang akan kalian hadapi nanti akan selalu silih berganti. Jadi papa harap, nanti kamu bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab atas keluarga kecilmu." Sambung papa Bayu yang juga ikut memberi wejangan pada Kevin.
"Iya, ma, pa, Kevin janji akan berusaha untuk menjadi suami terbaik dan bisa diandalkan oleh Dira. Dan sebisa mungkin Kevin akan selalu memahami istri Kevin nantinya." Kevin membalas wejangan kedua orang tuanya itu dengan tulus dan jujur, karena memang ini yang Kevin mau, menikahi gadis kecilnya.
"Mama percaya sama kamu, nak. Dan tolong jaga kepercayaan mama, jangan pernah buat mama kecewa. Karena kamu dan Dira itu sama-sama anak mama." Ucap mama Vera sambil mengelus pipi putra tersayangnya itu. Dan Kevin mengiyakan ucapan sang mama sambil memberi senyuman pada sang mama.
*****
Di mobil Jonatan...
"Apa lo lihat-lihat? Jangan bilang lo suka ya, Jo sama gue." Ucap Aira tiba-tiba menegur Jonatan karena tatapan Jonatan pada dirinya membuatnya risih.
"Dih, geer banget lo? Meskipun cewek di dunia itu cuma sisa lo doang, gak bakal gue mau sama cewek barbar bin cerewet binti cempreng kaya lo." Dengus Jonatan kesal karena ucapan Aira.
__ADS_1
"Mending gue jomblo seumur hidup kali dari pada harus suka sama lo " Lanjut Jonatan dengan ketus membuat Aira semakin kesal.
"Sombong banget, lo? Gue sumpahin lo suka sama gue, tau rasa lo!" Jawab Aira.
Mereka berdua terus saja berdebat masalah jodoh karena masih kesal dengan ledekan Eka kalau lebih baik Jonatan dan Aira menjadi sepasang kekasih.
Bukan mereka tak menyukai satu sama lain, tapi mereka bersahabat, tak ada sedikitpun bayangan ataupun pikiran kalau mereka akan menjalin hubungan lebih dari sebuah persahabatan. Jangankan sampai benar-benar menjalin hubungan, membayangkannya saja akan terasa sangat aneh untuk mereka berdua.
*****
Di mobil Eka....
"Kamu masih kepikiran soal Dira?" Tanya Eka lembut yang hanya diangguki oleh Fany.
"Tapi kalau Dira tetap marah sama aku gimana?" Tanya Fany.
"Dira cuma butuh waktu. Dia bukannya gak nerima hubungan kita. Tapi dia cuma kesel aja karena aku yang buat perjanjian sama dia untuk gak nutupi apapun satu sama lain, tapi justru aku sendiri yang melanggar." Jawab Eka.
"Maaf ya, gara-gara aku minta kamu untuk gak cerita dulu sama Dira, Dira jadi marah sama kamu." Ucap tulus Fany sambil menoleh kearah Eka yang sedang fokus menyetir.
__ADS_1
"Bukan salah kamu juga. Harusnya aku bisa lebih memahami Dira, karena dia adik aku. Tapi udahlah, ini sudah terjadi. Kamu gak perlu mikirin hal itu. Kamu cukup siapin mental karena setelah acara resepsi pernikahan Dira, aku akan langsung melamar kamu." Ucap Eka tulus sambil menggenggam erat tangan gadisnya itu, dan sesekali mengecup lembut tangan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tolong bantu like, komen, dan votenya yaa...
terimakasih...