Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 85


__ADS_3

Semua orang begitu bahagia dengan kelahiran putra pertama Kevin dan juga Dira. Mereka berebut untuk menggendong bayi yang sangat menggemaskan itu. Semua keluarga dan sahabat Dira dan Kevin sudah berkumpul di rumah sakit, tepatnya di ruangan Dira, kecuali Aira, karena gadis itu masih harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum akhirnya pergi untuk menjenguk Dira.


"Sayang, terimakasih untuk semuanya. Terimakasih telah memberikan dunia baru untukku. Terimakasih telah memberikanku semangat baru. Terimakasih sudah bersedia mendampingiku dalam keadaan apapun. Dan terimakasih telah memberikanku seorang anak yang sangat lucu dan menggemaskan." Ucap Kevin seraya mencium lembut kening Dira.


"I Love You." Lanjutnya.


"I Love You, too." Balas Dira dan menampilkan senyum termanis untuk suaminya.


"Bang, lo yakin ini anak lo?" Celetuk Jonatan yang saat itu mendapat giliran menggendong bayi yang baru lahir itu.


"Iyalah yakin, gue yang bikin. Masak iya gue gak yakin?" Ucap Kevin.


"Tapi kok cakepan nih bocah dari pada lo, bang?" Tanya Jonatan dengan niat meledek Kevin.


"Iyalah, bundanya kan cantik badai begini, wajar kalo anak gue cakep paripurna sampek ngalahin bapaknya." Seru Dira.


"Najis, lo abis lahiran makin parah aja, Dir." Balas Jonatan.


"Hai, hai, hai, onty Aira dateng nih. Uluh...uluh, lucu banget ciiihhh, cini gendong onty yuk." Ucap Aira yang langsung saja menghampiri bayi yang sedang berada dalam gendongan Jonatan.


"STOOOP!!! Jangan lo sentuh anak gue, sebelum lo cuci tangan sampek bersih dan pakai sabun. Tangan lo kotor, banyak kuman, entar anak gue bisa sakit." Ucap Dira yang mulai menjadi ibu yang posesif.


"Astaga, Ra, lo gitu banget sama gue. Gue udah pake antiseptic tadi di depan. Bodolah, pokoknya gue mau gendong keponakan kesayangan gue. Siniin Jo, biar gue yang gendong." Ucap Aira seraya meminta Jonatan untuk meletakkan bayi itu dalam gendongannya.


"Emang lo bisa gendong?" Tanya Jonatan.


"Ya bisalah." Ucap Aira sambil mulai menggendong bayi mungil kesayangan banyak orang itu.


"Kalo gitu, udah siap dong jadi ibu?" Celetuk Jonatan tanpa sadar membuat Aira Blushing dan menundukkan wajahnya karena malu.

__ADS_1


"Dir, namanya siapa?" Tanya Aira yang coba menghindar untuk bertatapan dengan Jonatan.


"Iya, yang, kita belum siapin nama." seru Dira yang teringat bahwa mereka belum membahas nama untuk anak mereka.


"Sudah aku siapin kok, yang namanya." ucap Kevin.


"Siapa?"


"DAVIN, nama lengkapnya DAVIN SATYA ARYATAMA." Kevin mengucapkan nama tersebut dengan penuh kebanggaan.


"Davin, kenalin, ini onty Aira, ontynya Davin yang paling cantik, baik hati, gak sombong, dan rajin menabung." Ucap Aira.


"Sekaligus paling bawel." sambung Jonatan.


"Sirik aja sih lo, Jo?" Seru Aira.


"Iya, nak. Nanti biar mama bilang sama mamamu untuk melamar Aira. Mama juga gak sabar dapat cucu dari kamu." Ucap mama Vera.


"Ma, gak usah deh dengerin Dira. Natan gak ada perasaan apapun untuk Aira, ma. Jadi gak mungkin untuk Natan nikah sama Aira." Seru Jonatan, tanpa ia sadari, Aira begitu terluka mendengar setiap ucapan Jonatan. Ada sesak di dada Aira, yang membuat Air matanya hendak menetes namun masih bisa ia tahan.


"Segitu buruknya gue, Jo? Apa lo bener-bener gak bisa lupain Dira dan lihat gue, lihat cinta gue ke lo?" Batin Aira.


"Dir, ini gue balikin anak lo. Gue pulang dulu ya, gue udah janji sama mama pulang cepet hari ini." Ucap Aira berbohong dengan suara bergetar dan langsung pergi dari ruangan Dira. Dira yang menyadari perubahan raut wajah Aira, hendak menahan gadis itu untuk pergi, namun kondisinya yang baru saja melahirkan membuatnya tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa memandangi punggung sahabatnya itu.


"Jo, gue tau lo cinta sama Aira. Jangan jadiin perasaan lo ke gue itu alasan untuk menyangkal perasaan lo yang sebenarnya untuk Aira. Inget, Jo, gak semua orang mendapatkan kesempatan kedua dalam percintaan. Tapi lo, lo dapat kesempatan kedua dari Tuhan untuk mendapatkan cinta lo yang sesungguhnya. Jangan sampek lo nyesel untuk yang kedua kalinya kalau nanti Aira dapetin cowok yang lebih baik dari lo. Sekarang pilihannya ada di tangan lo, lo mau kejar Aira dan dapetin cinta lo, atau lo akan kehilangan cinta lo untuk yang kedua kalinya dengan membiarkan Aira pergi." Ucap Dira berusaha membuat Jonatan sadar dan mengakui perasaannya yang sesungguhnya untuk Aira.


"Tapi, Dir, gu-..."


"Lo kejar dia, atau lo akan nyesel seumur hidup lo." Sentak Dira. Jonatan berpikir dan mencerna ucapan Dira beberapa detik.

__ADS_1


"Gue pergi dulu, mau susul Aira." Ucap Jonatan yang langsung berlari untuk mengejar Aira, membuat semua orang yang ada di sana menggelengkan kepala melihat tingkahnya.


"Dasar bucin." Seru Eka.


"Emang kamu, gak bucin? Bukannya kamu lebih parah dari Jo?" Ucap Fany.


"Kamu lupa, waktu itu kamu sampek nangis-nangis dan mohon sama aku untuk gak ngebatalin pernikahan kita? Bahkan waktu itu kamu sampek berlutut di kaki aku supaya aku maafin kamu, da-...."


Cup...


"Kenapa harus bongkar rahasia di sini sih, yang?" Ucap Eka setelah menghentikan ocehan Fany dengan mengecup lembut bibir Fany.


"Hahahaa, sumpah, gue baru tau kalo punya kakak yang bucin parah. Seorang ketua mafia, nangis-nangis dan memohon sama Fany? Waahhh salut gue, Fan sama lo. Lo udah berhasil jinakin kakak gue." cibir Dira sambil menertawai kakaknya.


"Kamu pikir kakak kucing liar?" seru Eka.


"Lo bukan kucing liar, tapi kucing garong." Ucap Rian, dan semua orang dalam ruangan itupun menertawakan tingkah Eka.


"Udah deh, gak usah pada ngetawain gue, kalian lupa kalo kalian juga bucin? Apa perlu gue ingetin kebucinan kalian?" Ucap Eka sambil menunjuk kearah Kevin juga Rian dan membuat dua laki-laki tampan itu membungkam seketika, mengingat bagaimana Rian yang memohon dan memelas pada Mellinda untuk mau kembali menjadi kekasihnya, dan Kevin yang sudah jelas kebucinan laki-laki tampan yang sudah resmi menyandang status ayah itu.


♥️♥️♥️


Terus support author yaa readers setia OUR LOVE...


Jangan lupa like, vote dan komennya yaa...


Berbagi poin dan koin pun juga boleh... author terima dengan senang hati...


terimakasih 🙏 🙏 🙏

__ADS_1


__ADS_2