
"Pagi, ma, papa udah berangkat?" Sapa Kevin.
"Udah. Kamu masih nafsu makan nasi, Vin?" Tanya mama Vera membuat Kevin mengerutkan dahinya.
"Maksud mama?"
"Bukannya kamu udah sarapan tadi sama Dira? Masih nafsu makan nasi?" Jelas mama Vera, mengingat kejadian yang dilihatnya tadi pagi. Kevin yang baru memahami maksud sang mama langsung tertawa.
"Lagian mama ngapain coba pagi-pagi udah ke kamar Kevin aja. Gak ketuk pintu lagi." Jawab Kevin.
"Kamu yang gak hati-hati, ngelakuin itu gak kunci pintu, malah nyalahin mama? Mama kan udah biasa masuk ke kamar kamu kalo pagi, untuk mastiin kondisi Dira. Eh kamu malah asyik ngerjain menantu mama. Awas aja ya, kalo sampek Dira dan cucu mama kenapa-kenapa karena kelakuan kamu. Mama potong itu burung kamu." Ucap Mama Vera.
"Kevin pelan kok, ma. Lagian udah dapet izin juga dari dokter." Balas Kevin yang sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Pagi bunda." Sapa Dira yang baru saja keluar kamar.
"Pagi sayang. Kamu ngapain kesini? Gak mual?" Tanya mama Vera yang khawatir menantunya itu akan mual lagi.
"Gak kok bunda." Jawab Dira sambik menggelengkan kepalanya.
"Kamu lagi pengen sesuatu?" Tanya mama Vera. Mendengar itu Kevin mulai was-was, khawatir jika istrinya itu menginginkan hal yang jauh dari jangkauan.
"Mmm, bunda, bunda ikut Dira sama Kevin bentar, yuk." Ajak Dira.
"Mau kemana, yang?" Tanya Kevin yang mulai tak enak hati.
"Ke rumah mama."
"Iya, nanti bunda juga mau ke sana kok sama ayah untuk bantu-bantu nyiapin pernikahan Eka. Kurang dua hari lagi, kan?" Tanya mama Vera yang diangguki oleh Dira.
"Tapi, bunda, Dira maunya sekarang juga bunda ikutnya. Kamu juga yang, buruan anterin kita ke rumah mama." Ucap Dira.
"Tapi, sayang, ada apa? Apa ada masalah?" Tanya mama Vera lembut. Namun Dira hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Dira lagi pengen makan udang asam manis buatan bunda." Ucap Dira.
"Oh, ya udah, bunda bikinin sekarang ya." Ucap mama Vera dan langsung beranjak menuju dapur.
"Tunggu bunda, maksud Dira, pengen makan udang asam manis buatan bunda tapi bikinnya di rumah mama Naira." Ucap Dira ragu, membuat Kevin tersedak mendengarnya dan seketika itu juga mama Vera membulatkan matanya, yang kali ini menjadi korban mengidam menantu kesayangannya itu. Kevin sungguh ingin tertawa karena kali ini, calon anaknya itu berhasil mengerjai omanya.
"Nah, gitu dong, nak, jangan cuma ayah yang kamu kerjain. Gak papa deh Sekali-kali kamu ngerjain oma kamu. Maaf ya, ma, Kevin sungguh ingin tertawa." Batin Kevin.
"Yang, pelan-pelan dong makannya. Nih minum dulu airnya." Ucap Dira seraya memberikan segelas air untuk Kevin.
"Makasih ya sayang. Oh ya, kamu siap-siap gih, bentar lagi kita langsung berangkat ke rumah orang tua kamu, biar mama bisa segera masak udang asam manis untuk kamu. Iya kan, ma?" Ucap Kevin seraya menampilkan senyum smirk kearah mamanya. Sedangkan mama Vera hanya mendengus kesal melihat Kevin yang sepertinya sangat bahagia karena keinginan istrinya itu.
"Ya udah, mama ambil tas dulu." Ucap mama Vera dan langsung beranjak ke kamarnya untuk mengambil tas.
*****
"Mama, Dira dataannggg." Teriak Dira begitu masuk ke dalam rumah yang sejak kecil ia tinggali bersama dengan kedua orang tua dan juga kakaknya.
"Yang, pelan-pelan, jangan lari, ingat, kamu lagi hamil." Ucap Kevin.
"Ish, masih sensi aja sih, kak?" Tanya Dira sambil mengerucutkan bibirnya.
"Gimana gak sensi, kalo hampir tiap hari kamu ngidam yang aneh-aneh, terus kakak juga ikut kena imbasnya, karena suami kamu yang selalu maksa kakak buat bantu dia." Ucap Eka seraya menunjuk Kevin yang sedang menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.
"Sorry, sorry, kan itu juga ponakan lo, ka." Jawab Kevin sambil cengengesan.
"Pagi-pagi kok udah ribut sih? Loh, Ver, kamu ikut juga?" Ucap mama Naira seraya menyapa besannya itu.
"Iya, ma, bunda ke sini mau masakin Dira udang asam manis." Ucap Dira yang kini sedang memeluk mama Naira.
"Iya, keinginan cucu kita, Nai." Ucap mama Vera.
"Oh gitu, ya udah ayo, Ver aku bantu." Ucap mama Naira seraya mengajak mama Vera ke dapur.
__ADS_1
"Loh, ma, mama gak boleh bantuin bunda. Mama ada tugas lain." Ucap Dira sambil menunjukkan puppy eyes nya.
"Maksudnya?" Tanya mama Naira yang belum paham.
"Dira mau makan udang asam manis buatan bunda, dan juga salad buatan mama." Ucap Dira.
"Ya udah, kalo gitu mama bikinin dulu ya." Ucap mama Naira.
"Tapi, ma, salad buahnya isinya cuma tiga potong aja tiap buah. Gak boleh kurang dan gak boleh lebih. Yang rasa Greentea. Terus Dira mau toppingnya kerupuk yang biasa bi Mina beli di abang tukang sayur langganan kita itu." Ucap Dira yang sukses membuat mama Naira membukatkan matanya, sedangkan Eka dan Kevin hanya bisa menahan tawa, karena Dira hari ini benar-benar sukses mengerjai kedua mamanya itu.
"Nah, gitu dong, itu baru namanya keponakan om Eka. Jangan cuma om aja yang kamu susahin, tapi para oma kamu ini juga gak papa lah sekali-kali kamu kerjain. Oh ya, nanti, para kakek juga jangan lupa kamu kerjain ya." Ucap Eka sambil mengelus perut Dira seraya menahan tawa yang sudah tak tahan ia bendung lagi. Sedangkan kedua mama itu hanya mendengus kesal mendengar ucapan Eka, dan langsung beranjak ke dapur untuk membuatkan keinginan putri kesayangan mereka.
"Yang, kamu yakin mau toppingnya kerupuk?" Tanya Kevin.
"Iya, emang kenapa?" Tanya balik Dira.
"Gak papa sih, cuma mastiin aja." Jawab Kevin.
"Kak, papa ngantor?" Tanya Dira yang sedari tadi tidak melihat papa Rey.
"Papa di ruang kerjanya. Lagi meeting." Jawab Eka.
.
.
.
.
Terus support author yaa readers...
Jangan lupa like, vote, dan komennya yaa kalo udah selesai baca.
__ADS_1
terimakasih 🙏 🙏 🙏