
Hari-hari sudah banyak dilalui dan acara pengesahan Kevin sebagai CEO baru di perusahaan pun sudah dilaksanakan dengan lancar dan tanpa hambatan. Kini tiba giliran Kevin menagih janjinya pada papanya.
"Pa, kapan?" Tanya Kevin membuka percakapan mereka saat berada di ruang keluarga.
"Apanya, Vin?" Tanya papa Bayu pura-pura tidak paham apa yang dimaksud putranya itu.
"Kapan papa akan melamar Dira secara resmi? Kevin udah ikutin kemauan papa. Dan sekarang sesuai janji, papa harus tepatin untuk lamar Dira secepatnya." Ucap Kevin.
"Kamu udah kebelet banget ya, Vin?" Tanya papa Bayu sambil tertawa.
"Ish, bukan kebelet, pa. Tapi papa tau sendiri Dira itu cantik gak cuma Kevin dan Natan aja yang tertarik sama Dira, pa. Tapi partner bisnis ayah juga udah banyak yang ingin menjadikan Dira menantunya." Jawab Kevin.
"Kamu tenang aja, Vin. Ayahmu gak bakal berani memberikan gadisnya itu pada keluarga lain." Ucap papa Bayu.
"Ck. Tau ah terserah papa." Decak Kevin sambil beranjak pergi ke kamarnya. Papa dan Mama Kevin hanya tersenyum melihat putra kesayangannya itu merajuk.
__ADS_1
"Ma, udah siap semua kan untuk acara lamaran besok?" Tanya papa Bayu pada mama Vera yang sukses membuat Kevin menghentikan langkahnya.
"Udah dong, pa. Tinggal calon mempelai prianya aja diajarin dikit biar gak gampang merajuk. Kasihan nanti menantu kita." Ucap Mama Vera. Kevin yang mendengar itu langsung berhambur memeluk kedua orang tuanya dengan erat.
"Makasih ya ma, pa." Ucap Kevin.
"Untuk apa?" Tanya papa Kevin pura-pura polos.
"Pa, udah donk." Ucap mama Vera menghentikan drama yang dibuat oleh papa Bayu.
"Oke oke. Gimana, Vin? Seneng? Ingat, kamu sudah memilih Dira. Jangan sampai kamu main-main lagi. Karena kalau sampai kamu main-main lagi, papa gak akan segan-segan untuk hajar kamu, paham?" Ucap papa Kevin yang memperingatkan putranya itu mengingat memang dulu Kevin bukanlah pria baik. Dia adalah seorang player.
"Iya." Ucap papa Kevin singkat.
"Ya udah, kalau gitu Kevin akan hubungi Dira kalau besok kita akan melamarnya. Dira pasti seneng banget, ma, pa." Ucap Kevin seraya mengeluarkan handphonenya namun di tahan oleh sang mama.
__ADS_1
"Kenapa, ma?" Tanya Kevin bingung.
"Dira udah tau, Vin. Kemarin mama dan papa sudah ke rumah mereka memberi tau rencana kita besok. Jadi kamu tinggak siapin mental aja, oke." Ucap mama Kevin yang membuat Kevin melongo.
"Jadi di sini cuma Kevin aja nih yang gak tau apa? Ah sial. Kayak orang **** aja gue." Gumam Kevin.
"Udahlah, Vin gak usah kesel gitu. Anggap aja ini surprise dari kita untuk kamu." Ujar sang mama yang juga diangguki oleh papa Bayu.
"Ya udah mending sekarang kamu istirahat. Supaya besok wajah kamu jadi fresh." Titah Mama Vera yang langsung diangguki oleh Kevin.
Keesokan harinya, semua orang sibuk menyiapkan acara pertunangan Kevin dan Dira. Hampir seluruh kerabat dekat Dira dan Kevin sudah berkumpul di rumah Kevin maupun Dira tidak terkecuali, Jonatan. Sayangnya wajah tampan Jonatan saat ini terlihat sangat murung. Tak ada senyum maupun canda tawa yang laki-laki tampan itu tunjuk kan. Baginya, hari ini adalah kiamat. Akan tetapi Jonatan berusaha mengikhlaskan itu demi melihat kebahagiaan Dira. Namun Jonatan telah memberi Kevin peringatan keras, sekali saja Kevin menyakiti Dira, dia tidak akan segan merebut Dira dari tangan kakaknya tersebut. Dan itupun telah Kevin setujui.
Segala prosesi acara sudah terlewati, dan kini Dira telah resmi menyandang status tunangan Kevin alias calon istrinya. Dan pernikahan juga telah ditetap 2 bulan setelah acara pertunangan itu.
#####
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya yaa...
terimakasih...