
"Mungkin tante salah paham. Iya, Kevin akui, Kevin pacaran sama Raya, tapi itu dulu, tan. Dan sekarang Kevin udah putus sama Raya. Kita udah pisah saat Kevin pindah Kesini." Ucap Kevin berusaha menjelaskan tentang hubungannya dengan Raya.
Plak...
Satu tamparan keras tante Rani layangkan untuk Kevin membuat semua orang terkejut termasuk Dira yang sedang menguping pembicaraan mereka.
"Tante? Kenapa tante tampar Kevin? Apa salah aku?" Ucap Kevin dengan nada tinggi. Sedangkan yang lain hanya mematung karena betul-betul tidak mengerti apa permasalahannya.
"Tante gak nyangka kamu benar-benar brengsek, Kevin. Kamu yang meminta tante mengizinkan kamu memacari Raya lima tahun yang lalu. Sekarang setelah kamu berhasil meniduri Raya dan membuatnya hamil, kamu tinggalkan anak tante. Brengsek kamu, Kevin."
Plak...
Satu tamparan lagi tante Rani layangkan. Kali ini dengan amarah yang sudah memuncak.
"Tapi Kevin gak pernah ngapa-nga-..."
Plak...
Satu tamparan lagi Kevin terima dari papa Bayu.
"Pa?" Ucap Kevin lirih.
"Papa kecewa sama kamu, Kevin! Papa membesarkan kamu bukan untuk menjadi seorang yang kurang ajar seperti itu." Suara papa Bayu dengan amarahnya.
"Tapi Kevin gak pernah ngapa-ngapain Raya, pa. Cium aja gak pernah. Semua yang Kevin lakukan pertama kali itu hanya dengan Dira, istri Kevin, pa. Gimana bisa Raya hamil anak Kevin? Nidurin Raya aja gak pernah." Bantah Kevin berusaha membela dirinya sendiri.
"Ma, mama percaya kan, ma sama Kevin? Mama percaya kan kalo Kevin gak mungkin melakukan hal itu. Mama tau betul, Kevin sangat mencintai Dira sejak dulu." Ucap Kevin sambil berlutut di hadapan sang mama yang entah sejak kapan sudah terisak, meminta kekuatan pada sang mama, karena dengan kepercayaan sang mama lah, Kevin masih memiliki sedikit kekuatan untuk memghadapi masalah ini.
"Kamu bilang, kamu gak pernah tidur sama Raya? Terus ini apa, Vin?" Ucap tante Rani seraya menunjukkan foto Kevin yang sedang tidur dipelukan Raya dengan bertelanjang dada, membuat mama Vera yang melihat foto itu langsung mendorong tubuh Kevin.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang jauh lebih merasakan sakit hati di sana. Menahan sesak, namun sudah tak mampu lagi membendung air mata yang sejak tadi ia tahan. Dia adalah Dira, istri Kevin.
"Mama gak percaya kamu kecewain mama dengan cara seperti ini, Vin. Mama didik kamu bukan untuk menjadi seorang yang brengsek seperti ini. Mama sudah berkali-kali mengajari kamu untuk memperlakukan wanita dengan baik. Jangan kurang ajar pada mereka. Apa begini cara kamu membalas mama kamu, Kevin Aryatama?" Ucap mama Vera sambil terisak yang sudah benar-benar tak bisa lagi menahan emosinya.
"Mama gak percaya sama Kevin?" Tanya Kevin yang tak mendapat respon apapun dari sang mama.
__ADS_1
"Tante kasih waktu kamu tiga hari untuk memutuskan, kapan kamu akan menikahi Raya. Lebih dari itu, tante akan sebar masalah ini ke media, dan tentu kamu tau apa akibatnya." Ucap tante Rani dengan penuh ancaman.
"Sebarin aja tante, Kevin gak takut, Raya hamil bukan sama Kevin. Dan Kevin yakin itu. Karena satu-satunya wanita yang pernah Kevin sentuh itu hanya Dira, istri Kevin." Ucap Kevin lantang.
"Gak perlu nunggu tiga hari tante, Kevin akan menikahi Raya secepatnya." Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul, membuat semua orang menoleh padanya.
"Dira." Ucap Kevin dan seketika itu juga Kevin mulai merasakan sesak di dadanya.
"Kamu?" Ucap tante Rani.
"Dia Dira, istriku." Ucap Kevin membuat tante Rani terkejut.
"Ver, kamu bilang dia putrimu?" Tanya tante Rani pada mama Vera.
"Iya, dia memang putriku, dia menantuku yang sekaligus menjadi putriku." Jawab mama Vera.
"Jadi kamu mau di madu?" Tanya tante Rani dengan tatapan sinisnya pada Dira.
"Gak. Aku gak pernah menduakan Dira. Aku tidak akan pernah sudi membagi cintaku pada Dira dengan wanita lain." Ucap Kevin. Dira yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
"Membagi tubuhmu dengan wanita lain, kamu bisa. kenapa tidak dengan cintamu? Tentunya mudah, bukan untuk mu mendua? Bukankah kamu memang seorang playboy, Kevin?" Ucap Dira dingin, membuat Kevin menatapnya tak percaya.
"Nikahi dia, atau ceraikan aku." Ucap Dira.
JEDAARR...
Hati Kevin runtuh saat mendengar pilihan yang diberikan oleh istrinya, hingga tanpa sadar air mata Kevin mengalir begitu saja. Padahal sudah sejak tadi ia menahannya, berusaha kuat untuk menghadapi masalah ini. Walau tak ada yang membelanya, Kevin masih berusaha untuk tetap menguatkan hatinya.
Tapi ucapan Dira, yang tak pernah terpikirkan oleh Kevin akan terlontar dari mulut istrinya itu, benar-benar meruntuhkan pertahanan Kevin. Ada sedikit kekecewaan yang Kevin rasakan. Tapi ia sadar, istrinya saat ini jauh lebih terluka dan kecewa atas fitnahan yang kini tertuju pada Kevin.
"Kamu diam, itu artinya kamu memil-.."
"Yang, please, percaya aku. Aku gak pernah khianati kamu. Aku gak pernah menyentuh wanita lain selain kamu. Kamu yang pertama buat aku dan satu-satunya. Tolong, yang percaya aku. Cuma kamu satu-satunya kekuatan aku untuk menghadapi masalah ini." Ucap Kevin memohon pada Dira sambil berlutut pada Dira.
"Kamu emang gak mengkhianati aku, Vin. Karena kamu melakukannya sebelum kita menikah. Jadi akulah di sini yang menjadi orang ketiga. Tolong nikahi dia, Vin." Ucap Dira tanpa menatap Kevin.
__ADS_1
"Tolong percaya aku, bukan aku yang menghamili Raya." Ucap Kevin lirih.
"Aku percaya kamu, tapi tolong lakukan ini untuk bayi itu. Bayi itu tidak bersalah. Jangan buat bayi itu jadi bahan gunjingan orang. Aku juga memohon padamu, tolong nikahi dia, atau ceraikan saja aku." Ucap Dira yang kini sudah mensejajarkan tubuhnya dengan Kevin dan memeluknya, menangis dalam pelukannya menumpahkan kekecewaan, amarah, dan rasa sakit yang semakin menjadi di hatinya.
"Tolong, demi aku, nikahi dia." Lanjut Dira sambil mengatupkan kedua tangannya di hadapan Kevin.
Melihat Dira melakukan hal itu, dan air mata yang sudah membanjiri pipi istrinya membuat Kevin tak berdaya. Kevin semakin tak kuasa menahan air matanya, amarahnya kini memuncak, merutuki kebodohannya di masa lalu.
"Kamu benar-benar mau aku melakukannya?" Tanya Kevin yang langsung memegang tangan Dira, Dira hanya mengangguk pertanda ia memang ingin Kevin menikahi wanita itu.
"Baiklah." Ucap Kevin sambil memeluk erat tubuh istrinya, mengecup lama puncak kepala Dira.
Deg...
sakit, kecewa, dan marah...
Itu yang sedang Dira rasakan saat ini. Tapi dia juga tidak ingin melihat bayi itu lahir tanpa ayah. Kevin bisa saja memberikan sebagian hartanya untuk masa depan bayi itu tanpa harus menikahi Raya, jika Dira mau. Tapi Dira bukan orang yang sejahat itu. Dira tidak ingin melihat bayi yang tak berdosa harus menanggung akibat dari ulah kedua orang tuanya.
Apa lagi kini Dira tengah mengandung buah hatinya dengan Kevin. Pasti ia tak ingin anaknya akan merasakan hal buruk nantinya, walaupun Kevin belum mengetahuinya.
"Baiklah tante, karena permintaan istriku, aku akan menikahi Raya." Ucap Kevin, membuat tante Rani mengembangkan senyumnya.
.
.
.
.
.
.
Tetap support author yaa...
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu like dan komen cerita yang sudah author tulis, supaya makin semangat lagi...
terimakasih 🙏🙏🙏🙏