Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 15


__ADS_3

"Halo, ya, Ver? Gimana? Kamu juga berhasil kan ngerjain Kevin?" Tanya Naira pada seseorang di seberang telfon.


"....."


"Loh, kok bisa?" Tanya Naira lagi.


"Terus sekarang gimana donk? Dira udah masuk ke perangkap kita. Kalau Kevin udah tau semua, gagal donk rencana kita?" Lanjut Naira


"....."


"Oh, bagus deh kalau dia juga mau kerja sama. Semoga Dira bisa senang setelah ini." Balas Naira


"....."


"Oke, jadi minggu depan ya di xxx restaurant. Nanti aku kasih tau suami dan anak-anak." Ucap Naira


"....."


"Oke, bye..." Sambung Naira dan menutup telfonnya.


"Siapa, ma?" Tanya Rey yang sudah masuk ke kamar.


"Oh, Vera, pa. Kata Vera minggu depan di xxx restaurant." Jawab Naira dan memberitahu tempat pertemuan mereka nanti dan Rey pun hanya mengangguk.


*****


Setelah satu minggu...


"Ma, Dira keluar bentar ya." Pamit Dira pada mamanya yang ingin pergi ke taman tempat biasa Dira dan Kevin kecil dulu bermain bersama.


"Mau kemana kamu? Hari ini kita akan ketemu dengan calon suami kamu loh, Dir! Jangan macem-macem deh." Jawab sang mama yang khawatir takut-takut Dira kabur.


"Cuma ke taman bentaran, ma. Gak lama kok. Janji! Boleh ya ma? Please." Dira memohon pada mamanya agar mengizinkannya pergi ke taman tersebut. Karena Dira ingin mengenang Kevin di sana untuk yang terakhir kalinya.

__ADS_1


"Oke, mama izinin. Tapi gak pake lama ya! Karena kamu juga harus segera bersiap." Ucap sang mama memberi izin yang di sambut pelukan hangat dari putri kesayangannya itu


Setelah mendapat izin dari mamanya, Dira bergegas pergi ke taman tersebut. Dan sesampainya di sana, tak banyak yang Dira lakukan. Dia hanya duduk dan melihat sekeliling. Dia mengenang momen-momen indah saat dulu ia dan Kevin bermain di sini. Tak lupa juga Janji Kevin yang akan kembali dan menikahinya kembali terlintas dalam ingatannya dan seketika itu juga Dira memejamkan matanya hingga tak terasa ada buliran bening menetes dari sudut mata indah miliknya.


"Aku selalu menunggumu. Menunggu janji yang pernah kita buat. Walau entah sampai kapan, aku akan tetap menunggumu di sini, di tempat kita memulai semuanya." Ucap Dira lirih.


"Tapi maafkan aku, jika hari ini aku harus melupakan semuanya. ini demi keluargaku, demi papa." Ucap Dira yang semakin menangis setelah apa yang ia ucapkan sendiri.


Setelah cukup lama ia menangis sendiri di taman itu, Dira beranjak dari tempat yang ia duduki, tak terasa sudah 2 jam ia ada di taman itu.


Kemudian Dira bergegas pulang dan langsung bersiap untuk bertemu calon suami pilihan papanya itu. Ralat, bukan pilihan papa kali ya, tapi pilihan perusahaan. huee...huee..hueee...


*****


"Dira, udah siap belum, nak? Nanti kita telat loh." Teriak mama Naira yang sudah siap berangkat menuju tempat yang sudah disepakati.


"Gak usah teriak-teriak juga, ma. Dira udah siap kok." Jawab Dira yang sudah keluar dari kamarnya dengan wajah yang sangat tidak bersemangat.


"Loh, kak Eka gak ikut?" Tanya Dira karena tak melihat keberadaan sang kakak.


"Kakakmu ikut kok, sayang. Tapi dia udah berangkat duluan karena masih ada urusan. Nanti ketemu di restaurant kok." Jawab mama Naira dan hanya mendapat balasan "Oh" dari Dira.


*****


Di rumah Kevin....


"Duh, anak mama udah gak sabaran banget sih mau ketemu calon istri!" Goda mama Vera yang melihat putra kesayangannya itu terburu-buru.


"Ma, pa, maaf, Kevin berangkat duluan ya! Nanti Kevin langsung nyusul ke restaurant. Kevin masih ada urusan yang penting, ma, pa." Jawab Kevin


"Sejak kapan ada yang lebih penting dari Dira, Vin? Ini kita mau bahas hubungan kamu loh! kok kamu malah mau pergi? Apa kata keluarga Dira nanti, Vin?" Ucap mama Vera dan mendengus kesal setelah mendengar jawaban putranya.


"Gak ada yang lebih penting dari Dira, ma. Makanya Kevin harus selesain dulu masalah ini. Karena ini untuk masa depan Dira juga." Jawab Kevin tegas dan segera pergi.

__ADS_1


"Ya udah, Kevin berangkat ya ma, pa! Kevin janji akan datang sebelum kalian pesan makanan."


Vera yang melihat Kevin pergi justru mendelik kesal pada suaminya karena tak berbuat apa-apa untuk menghentikan Kevin. Dan yang mendapat tatapan tajam tersebut hanya mengernyitkan dahi dan tersenyum.


"Kenapa, ma?" Tanya papa Bayu.


"Kok diem aja sih, pa? itu anak jangan-jangan mau kabur lagi." Ucap mama Vera khawatir.


"Apaan sih, ma? Gak usah khawatir! Kevin mencintai Dira. Dan ini yang dia tunggu-tunggu selama ini. Mana mungkin dia kabur?" Balas papa Rey.


"Ya gimana mama gak khawatir, pa? Ini kita udah mau berangkat, eh dia malah pergi dan bilang ada urusan. Urusan apa coba yang lebih penting dari pertemuan ini?" Ucap mama Kevin yang sangat kesal pada putranya itu.


"Ma, mama gak tau kalau Kevin punya bisnis sendiri?" Tanya papa Kevin, dan mama Kevin yang mendengar pertanyaan itu sontak terkejut dan mengernyitkan dahi. Karena memang mama Kevin tidak tau kalau putra kesayangannya itu memiliki bisnis sendiri sekarang.


"Kevin itu punya bisnis bareng temannya, ma. dan kalau tidak salah, Eka putra pertama Rey dan Naira itu juga ikut andil dalam bisnis itu. Ya wajar saja kalau tadi Kevin bilang urusan ini juga untuk masa depan Dira. Mungkin ini ada kaitannya dengan bisnis yang sedang Kevin jalani, ma. Udah mama gak usah khawatir. Kevin anak papa, dia sama seperti papa, dan papa percaya sama Kevin." Ucap papa Kevin sambil tersenyum.


"Bisnis? Dari mana papa tau?" Tanya mama Vera.


"Dari mata-mata papa, ma." Jawab papa Bayu sambil menyunggingkan senyum melihat istrinya yang sedikit kaget setelah mendengar bahwa putra kesayangannya itu kini memiliki bisnis sendiri.


Akan tetapi Vera juga senang dan bahagia, karena ternyata putranya itu cukup dewasa untuk memikirkan masa depannya dan tidak menggantungkan masa depannya hanya pada orang tuanya. Namun, walaupun Kevin memiliki bisnis sendiri, Kevin juga masih tetap membantu papanya mengelola perusahaan papanya.


#####


Maaf agak molor up nya...


karena masih ada kesibukan...


jangan lupa like, vote, dan komennya yaa...


dan maaf kalau masih banyak typonya...


terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2