Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 48


__ADS_3

Selesai sarapan, Dira, Kevin dan juga Eka akhirnya pergi ke sebuah butik khusus baju-baju pengantin. Awalnya Kevin melarang Eka untuk ikut bersama mereka, namun karena Eka memaksa dan Dira setuju, mau tidak mau Kevin pun mengizinkan calon kakak iparnya itu ikut bersama mereka. Sedangkan Aira, gadis itu pergi bersama Fany dengan membawa mobilnya dan berjanji untuk bertemu di butik yang Dira sudah beritahukan sebelumnya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit, mereka bertiga akhirnya sampai di butik dan di ikuti dengan Aira yang datang bersama dengan Fany. Awalnya semua terasa canggung. Namun dengan sikap dewasa yang Dira tunjukkan berhasil membuat suasana mencair. Dira dan Fany saling berpelukan setelah Dira memulai pembicaraannya dengan Fany. Itu membuat Eka bernapas lega.


"Udah yuk, masuk. Keburu siang, kan masih harus beli cincin, yang." Ucap Kevin dan dijawab anggukan oleh Dira.


"Gue telat ya?" Suara Jonatan mengagetkan semua orang yang ada di sana. Kevin melihat kedatangan Jonatan hanya menatapnya dengan mengernyitkan dahinya.


"Kok lo di sini, Jo?" Tanya Dira yang juga heran dengan adanya Jonatan di butik itu. Pasalnya Dira tidak pernah merasa mengajak Jonatan untuk ikut berbelanja persiapan pernikahannya dengan Kevin.


"Ya kali gue ngejogrok sendirian di kampus. Jadi gue nyusul aja ke sini." Jawab Jonatan.


"Ngapa lo lihatin gue kek gitu, Vin?" Tanya Jonatan yang di tatap Kevin seolah tak menyukai kehadirannya.


"Gak pa pa." Ucap Kevin singkat.


"Ayo yang, keburu siang nanti." Lanjut Kevin sambil merangkul pinggang ramping Dira yang memang sengaja ia lakukan untuk membuat Jonatan makin menyadari bahwa Dira hanyalah milik Kevin dan tak ada seorangpun yang bisa merebut gadisnya itu.


Setelah lama memilih gaun, akhirnya Dira memilih sebuah gaun yang sangat cantik nan elegan. Gaun tersebut tertutup membuat Kevin juga menyetujui Dira membeli gaun tersebut setelah sebelumnya Dira dan Kevin selalu berdebat perihal gaun yang Dira pilih.


Setelah Kevin membayar gaun yang telah mereka berdua setujui untuk di beli, mereka semua bergegas ke sebuah mall untuk membeli cincin pernikahan.


"Ra, gue pinjem mobil, lo ya." Ucap Eka pada Aira.


"Emang lo mau kemana, Ka?" Tanya Kevin bingung karena Eka justru meminjam mobil Aira padahal Eka tadi berangkat bersama Kevin dan juga Dira.


"Ya ikut kalianlah. Kemana lagi?" Jawab Eka santai.


"Lah terus ngapain lo pinjem mobil Aira? Kan lo tadi bareng gue." Timpal Kevin semakin bingung mendengar jawaban santai Eka.


"Gini loh maksud gue, lo semobil sama Dira berdua aja. Kan itu yang lo mau, Vin. Terus gue pake mobil Aira bareng sama Fany, dan lo, Ra, sama si Jo aja. Jadi pas kan triple date?" Eka menjelaskan maksud dan tujuannya meminjam mobil Aira sedangkan Aira sudah melayangkan tatapan tajamnya pada Eka.


"Enak aja lo, bang. Ogah gue semobil sama Aira." Protes Jonatan atas usulan Eka.

__ADS_1


"Gue setuju. Aira, kamu mau kan dapat nilai A di mata kuliah saya?" Ucap Kevin berusaha mempengaruhi Aira.


"Curang banget lo, Vin. Ra, lo gak usah dengerin omongan Kevin. Dia cuma mau mempengaruhi pikiran lo aja." Ucap Jonatan berusaha meyakinkan Aira untuk tidak masuk perangkap jahil Eka dan juga Kevin.


"Dir, lo kok diem aja sih? Bantu donk." Lanjut Jonatan mengeluhkan kebungkaman Dira. Sedangkan Dira dan Fany hany bisa menahan tawa atas usul konyol Eka dan ekspresi Jonatan.


"Yah gimana dong, Jo, gue juga pengennya berduaan sama Kevin." Ucap Dira sambil memeluk erat pinggang Kevin dan Kevin membalasnya dengan merangkul bahu Dira.


"Huft. Ra, lo jangan setuju. Itu mah enak di mereka gak enak di kita." Ucap Jonatan yang mulai frustasi karena tak ada yang membelanya.


"Mmmm... Tapi bener kan pak, nilai saya A walaupun nanti hasil ujian saya jelek ataupun saya jarang masuk?" Aira mencoba meminta kepastian Kevin akan janjinya tadi.


"Eh, Ra, gak usah gila deh. Cuma demi nilai lo jangan gampang terpengaruh donk." Ucap Jonatan.


"Kamu gak perlu khawatir. Apapun tingkah kamu dan hasil ujian kamu nanti, saya pastikan di mata kuliah saya, nilai kamu A, kalau kamu mau meminjamkan mobil kamu pada Eka. Lo juga, Tan, kalo lo mau berbagi mobil dengan Aira, gue juga bakal kasih lo nilai A. Gue tau lo gak suka mata kuliah gue karena gue yang ngajar, nilai tugas lo juga banyak yang anjlok kan." Ucap Kevin yang kini juga mempengaruhi Jonatan.


"Jo, udahlah cuma semobil doang ini." Bujuk Aira.


"Aaarrrgggghhh... Oke, oke. Puas kalian?" Jonatan menggeram dan menunjukkan kekesalannya pada Eka dan juga Kevin. Sedangkan dua lelaki tampan itu hanya tertawa melihat ekspresi Jonatan.


Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di sebuah mall terdekat dan bergegas menuju ke sebuah toko perhiasan.


Terlihat sekali kebahagiaan yang terpancar di wajah Dira saat memilih cincin pernikahannya dengan Kevin. Dan akhirnya Dira memilih sebuah cincin yang sangat simple namun elegan bersimbol infinity dan bertabur berlian di atasnya.


"Kamu suka?" Tanya Kevin yang langsung diangguki oleh Dira.


"Kalau kamu suka, ambil aja." Lanjut Kevin dan Dira meresponnya dengan langsung memeluk Kevin.


"Mbak, kita ambil yang ini ya." Ucap Kevin pada karyawan toko perhiasan tersebut sambil menunjuk sepasang cincin yang sudah dipilih Dira.


"Kamu mau yang mana, yang?" Tanya Eka pada Fany yang sedari tadi melihat gadis itu seperti tertarik pada beberapa perhiasan di toko itu.


"Ah, enggak yang. Aku cuma mau lihat-lihat aja. Tapi belum ada yang cocok sih." Jawab Fany berbohong karena sebenarnya gadis itu telah tertarik pada salah satu cincin yang sangat sesuai dengan seleranya. Namun ia urungkan untuk mengecek barang tersebut karena ia tau betul bahwa Eka akan langsung memberikan apa yang gadis itu inginkan.

__ADS_1


"Masih lama gak?" Tanya Jonatan yang mulai jengah melihat kemesraan dua pasang kekasih itu.


"Sabar donk. Fany belum milih ini." Jawab Eka.


"Elah, Fan, lo kan tunangannya entar abis nikahan Dira. Belinya entaran aja deh. Udah panas nih." Protes Jonatan.


"Syirik aja lo, JOMBLO." Cibir Eka.


"Udah ah yuk pulang. Aku juga udah capek, pengen istirahat." Ajak Dira yang memang sudah merasa lelah.


Mereka pun setuju untuk pulang setelah mendapat semua yang di butuhkan untuk pernikahan Dira dan Kevin serta makan siang bersama tentunya.


"Ya udah yang, kamu istirahat aja. Aku pulang dulu ya. Karena di rumah juga pasti lagi sibuk." Pamit Kevin setelah mengantar calon istrinya itu masuk ke rumahnya yang sekarang mulai di tata serta di hias untuk pernikahan mereka besok hari. Dira pun mengiyakan ucapan Kevin dan mengantarnya hingga ke teras rumah yang juga diikuti oleh orang tua Dira dan juga Eka serta Fany. Karena Aira dan Jonatan sudah pamit pulang lebih dulu.


"Yah, bun, Kevin pamit dulu ya. Titip Dira semalem lagi. Karena mulai besok, Kevin sendiri yang akan langsung jagain Dira." Sekarang Kevin berpamitan pada calon mertuanya sekaligus melempar canda membuat yang mendengar tersenyum akan ucapan Kevin.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus karya pertama ku ini yah guys, dengan cara memberikan like 👍, komen 📝, dan favorit ♥️

__ADS_1


terimakasih...


__ADS_2