Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
S2: Kembalinya Seseorang dari Masa Lalu


__ADS_3

"Hai, Vin!" sapa seorang gadis saat Kevin tengah sibuk dengan beberapa berkas di hadapannya.


"Tania!" seru Kevin, sedikit kaget saat melihat Tania ada di kantornya.


"Iya, kenapa? Kaget? Atau kamu kangen sama aku?" tanya Tania yang langsung saja duduk walaupun belum mendapat persetujuan dari sang empunya ruangan.


"Kok lo bisa masuk? Sorry, gue gak terima tamu kecuali keluarga dan client," ucap Kevin ketus tanpa menatap Tania sedikitpun.


"Silahkan keluar atau gue panggilin security untuk ngusir, lo," lanjutnya.


"Lo gak bisa ngusir gue, Vin. Karena perusahaan bokap gue yang akan kerja sama sama perusahaan ini," ucap Tania sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Jangan ngaco deh, Tan! Gue cuma ada jadwal dengan perusahaan Prana-..." ucap Kevin yang langsung terhenti setelah mengingat sesuatu.


Ough sial! ~ umpat Kevin dalam hati sambil menatap tajam kearah Tania yang sedang tersenyum manis padanya.


"Kenapa berhenti, Vin? Kenapa gak kamu lanjutkan kamu ada janji temu dengan perusahaan mana?" tanya Tania sambil menaik turunkan alisnya dengan senyum yang tak pernah luntur sedikitpun dari wajah cantiknya.


Senyuman Tania menunjukkan seolah dirinya tengah memenangkan sebuah lotre dengan jumlah yang begitu besar. Gadis itu benar-benar tergila-gila pada sosok Kevin, hingga walaupun telah mengetahui jika Kevin telah memiliki istri dan anak, dirinya tetap menginginkan laki-laki tampan itu menjadi miliknya.


"Gak pa pa, gue cuma lupa aja kalau lo adalah penerus dari keluarga Pranata," ucap Kevin sambil menundukkan kembali pandangannya dan menyibukkan diri dengan berkas-berkas yang tadi sempat terhenti karena kedatangan Tania.


"Gue client di sini dan gue merasa lo gak menghargai gue dengan terus sibuk dengan berkas-berkas ini, sayang!" ucap Tania yang sambil merampas beberapa berkas yang dipegang oleh Kevin.


"Gue lebih rela gagal dapat client seperti, lo dari pada gue harus kerja sama sama wanita kayak lo! Kalau lo mau tetap bersikap seperti ini di sini, mending sekarang lo keluar, gue gak butuh partner ataupun client kayak lo!" ucap Kevin yang sudah mulai merasa tidak nyaman dengan keberadaan Tania.


Bukannya takut, Tania justru merasa senang dengan tingkah Kevin yang menurutnya menggemaskan itu. Tania semakin tertantang untuk bisa menaklukan hati Kevin dan membuat laki-laki tampan di hadapannya ini bertekuk lutut padanya.


"Rian, ke ruangan gue sekarang!" ucap Kevin pada Rian di seberang telepon.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


"Masuk," ucap Kevin.


"Ada ap-..." ucapan Rian terpotong saat melihat Tania berada dalam ruangan Kevin.


"Tania? Jadi lo perwakilan dari Pranata Group?" tanya Rian yang juga merasa kaget melihat sosok Tania.


"Hai, Rian! Apa kabar? Sekarang kita gak cuma akan jadi teman, tapi rekan bisnis juga," ucap Tania sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rian. Dengan penuh keraguan, Rian menyambut jabatan tangan dari Tania. Rian merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi, namun ia tak bisa menebak masa depan, hingga ia pun tak bisa menebak apa yang akan terjadi setelah kerjasama ini berlangsung.


"Rian, lo gantiin gue dulu, gue ada janji untuk nemenin Dira untuk periksa kandungan hari ini," ucap Kevin yang langsung saja meninggalkan ruangannya tanpa menunggu persetujuan dari Rian maupun pamit pada Tania juga.


"Tan, lo masih ngarep Kevin?" tanya Rian to the point setelah memastikan sahabatnya itu benar-benar pergi.


"Lo tau gue, Rian! Gimana terobsesinya gue untuk memiliki Kevin, makanya sampai detik ini gue belum nikah," ucap Tania sambil tersenyum miris, mengingat bagaimana perlakuan Kevin padanya hari ini.


"Tapi Kevin sudah punya istri dan anak, bahkan istrinya saat ini lagi mengandung anak kedua mereka," ucap Rian.


"Hahahaa, lo pikir gue peduli? Harusnya yang jadi istri Kevin itu gue! Bukan perempuan itu," ucap Tania sambil tertawa. Gadis itu benar-benar tidak ingin melepaskan Kevin, tentu bukan hal yang baik untuk rumah tangga Kevin dan Dira.


"Lo gak usah ngajarin gue, Rian! Gue cuma mau Kevin, dan Kevin harus jadi milik gue," ucap Tania dengan penuh penekanan oada setiap kata yang ia ucapkan.


Tania yang merasa jengah berada di kantor itu langsung memutuskan untuk pergi. "Oh ya, gue udah tanda tangan, tinggal bos lo yang harus tanda tangan untuk kerjasama ini, dan selamat untuk kelahiran anak kembar lo," ucap Tania sebelum akhirnya gadis itu benar-benar pergi dari kantor itu, menahan sakit dan luka hati yang telah Kevin torehkan hari ini di hatinya.


*****


"Lo harus hati-hati sama Tania, Vin. Dia benar-benar masih ngarepin lo, bro!" ucap Rian saat mereka tengah makan siang bersama.


Sebenarnya tadi Kevin hanya berbohong untuk menemani Dira ke dokter kandungan. Karena untuk bulan ini istrinya itu sudah memerikasakan kandungannya. Kevin memang sengaja berbohong untuk menghindari Tania. Kevin tau betul jika memang kembalinya Tania hari ini bukanlah bertujuan untuk kerjasama belaka, namun ada tujuan lain terhadap dirinya.


"Gue tau itu, makanya gue keluar tadi," ucap Kevin sambil tersenyum.


"Vin, lo tau kalau dia masih terobsesi sama, lo?" tanya Rian.

__ADS_1


"Gue rasa bukan obsesi, tapi gue yakin dia dendam sama gue. Gue akui dulu gue terlalu kejam sama dia, seolah manfaatin kebaikan dia. Gue tau dia suka sama gue lebih tulus dari Raya, makanya gue gak pernah respon dia karena gue takut nyakitin dia," jawab Kevin.


"Dia kembali untuk mengambil apa yang gak seharusnya jadi milik dia, gue jadi kasian sama dia, seenggaknya lo omongin lah baik-baik sama dia. Siapa tau dia mau ngerti dan bisa move on dari, lo," ucap Rian.


Sebenarnya dalam hati kecil Kevin, ia tidak benar-benar membenci Tania, karena bagaimanapun juga, selain Raya, Tania juga salah satu teman baik Kevin selama di Jogja. Gadis itu selalu membantu Kevin dan selalu menemani Kevin saat Kevin membutuhkan tempat untuk mencurahkan keluh kesahnya.


"Gue bingung harus bilang apa sama dia, gue pikir, setelah dia tau kalau gue udah nikah dan punya anak, dia akan bisa lupain gue dan dia bisa dapet laki-laki yang lebih baik dari gue," ucap Kevin.


"Udahlah, mending kita makan dan setelah ini lo bisa pulang untuk ketemu si kembar," lanjut Kevin.


"Hahaha, tau aja kalau gue lagi kangen sama si kembar," ucap Rian sambil tersenyum mengingat wajah anak kembarnya.


"Lagian kenapa gak ambil cuti aja sih?" tanya Kevin yang juga merasa heran pada sang sahabat karena tak mau mengambil cuti untuk menemani istrinya yang baru beberapa hari lalu melahirkan anak kembar.


"Gue gak mau lo kangen sama gue makanya gue gak ambil cuti tapi masuk setengah hari aja, hahahaa," ucap Rian sambil tertawa yang juga diikuti tertawaan Kevin.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa klik like, vote, dan komen yaa...


bantu ramaikan juga karyaku yang lain yang judulnya MY STUPIDITY dan SEMUA UNTUK CINTA? yang bisa kalian lihat diprofilku... 😊😊😊

__ADS_1


terimakasih 🙏 🙏 🙏


__ADS_2