Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 32


__ADS_3

Saat menuju ke toilet, tanpa sengaja Dira menabrak seseorang. Dira sudah meminta maaf namun orang tersebut tetap nyolot pada Dira.


Brugh...


"Aduh, sorry, sorry gue gak sengaja," Ucap Dira.


"Lo punya mata gak? Kalau jalan bisa gak sih lo pake mata lo dengan benar?" Ucap wanita yang ditabrak Dira.


"Iya, sorry gue minta maaf. Tadi gue buru-buru," Ucap Dira dengan masih meminta maaf pada wanita tersebut.


"Ah udahlah. Gue gak ada waktu ngurus cewek kayak lo, gak penting." Ucap Wanita itu dan langsung pergi meninggalkan Dira begitu saja.


"Ish, sombong banget tuh cewek." Gerutu Dira yang berlalu masuk ke dalam toilet.


Saat Dira sedang sibuk dengan urusannya di toilet, Aira dan Rian juga sibuk dengan makanan mereka. Mereka berdua menikmati makanan yang sudah mereka pesan dan diselingi dengan canda tawa khas kakak beradik.


"Lo tau dari siapa sih nih Cafe, Ra? Makanannya sumpah enak banget," Tanya Rian.


"Hhhmmm, lo belum tau aja, cafe & resto milik calon suami Dira, beeehhh jauh lebih enak dari ini. Kapan-kapan deh gue ajak lo ke sana," Ucap Aira.


"Jadi calon suaminya Dira pengusaha kuliner?" Tanya Rian lagi.


"Gak juga sih, fokusnya gak dibidang kuliner. Kak Eka ngasih tau gue kalo calonnya Dira buka usaha kuliner cuma untuk Dira doank. Kalo bisnis utamanya sih yaa fokus besarin bisnis keluarganya dia," Jawab Aira dan hanya dijawab oh oleh Rian.


"Rian!" Panggil seseorang pada Rian dan bergegas berjalan menuju ke meja Aira dan Rian membuat Aira dan Rian menoleh keasal suara tersebut.


"Tania?" Jawab Rian setelah melihat orang yang memanggilnya tadi ternyata teman lamanya.

__ADS_1


"Lo kenal, kak?" Tanya Aira lirih.


"Iya, temen gue waktu kuliah dulu." Jawab Rian.


"Hey, apa kabar?" Sapa wanita itu seraya cipika cipiki dengan Rian dan langsung saja duduk di tempat Dira yang di tinggal orangnya ke toilet membuat Aira jijik melihatnya.


"Gue baik. Eh lo ada di sini juga?" Tanya Rian pada wanita itu.


"Ya, pujaan hati gue ada di sini, pastilah gue juga ada di sini," Ucap wanita itu yang membuat Aira lagi-lagi jijik mendengar dan melihat tingkah wanita tersebut yang dianggapnya agak lebay bin centil.


"Masih aja, lo. Gak takut di tolak lagi?" Tanya Rian pada wanita itu.


"Alah, lo kayak gak tau dia aja, dia nolak mah luarnya doank. Buktinya dulu kalo lagi bosen, selalu nyari gue kan?" Ucap wanita itu masih dengan gayanya yang sok elegan dan centil.


"Cih, murahan," Lirih Aira yang hanya di dengar oleh Rian dan langsung mendapatkan geplakan di dahinya.


"Ada nyamuk," Ucap Rian.


"Cewek, lo?" Tanya wanita itu pada Rian sambil menunjuk Aira dengan ekspresi yang meremehkan.


"Adek sepupu gue." Jawab Rian.


"Oh, kirain cewek lo. Syukur deh, gue kira standard lo biasa aja," ucap Tania sambil menatap sinis Aira.


"Waahhh, ngajak perang nih cewek," lirih Aira yang lagi-lagi hanya di dengar Rian.


"Eh sorry ya lama, soalnya antri banget tadi," ucap Dira yang baru saja kembali dari toilet.

__ADS_1


"Gue kira lo lagi semedi, Dir, sampek lama banget di toilet," balas Aira.


"Eh, lo tadi yang nabrak gue kan?" Tanya Tania setelah melihat sosok Dira berdiri di samping Rian.


"Iya, sorry ya yang tadi, gue bener-bener gak sengaja," ucap Dira ramah.


"Gak penting. Eh Ian, lo tau gak tempat tinggal dia di sini? Oh ya, nomor lo tetep kan?" Ucap ketus wanita tersebut pada Dira dan langsung beralih pada Rian.


Aira dan Dira yang melihat tingkah sombong wanita yang ada di depannya hanya bisa saling tatap.


"Gue gak tau sih kalo rumahnya, kalo kantornya, gue tau. Karena sekarang gue kerja di perusahaan dia. Dan besok gue baru mulai kerja. Iya, nomor gue tetep kok," jawab Rian.


"Ya udah nanti gue hubungin lo lagi, deh. Gue harus pergi soalnya," ucap Tania yang diangguki oleh Rian seraya beranjak pergi dari cafe tersebut.


"Husss... Husss... Pergi sana, jauh-jauh gak usah balik lagi," ucap Aira setelah melihat Tania pergi.


"Kak, lo kok bisa sih temenan sama kuntilanak macem dia? Emang di Jogja gak ada cewek manis, kalem, lembut, gak sombong yang bisa lo ajak temenan?" Tanya Aira.


"Sembarangan aja lo kalo ngomong. Anak orang tuh, seenaknya aja lo panggil kuntilanak," protes Rian.


"Gak suka gue sama dia, songong banget," ucap Aira yang juga diangguki oleh Dira.


"Dia tuh suka sama sahabat gue, tapi selalu ditolak. Gue temenan sama dia juga karena kasihan. Sahabat gue playboy, tapi gak suka sih sama tipe cewek seperti itu. Makanya biar gak terlalu stres terpaksa deh gue mau temenan sama dia," ucap Rian menjelaskan pada Aira.


Dan mereka pun melanjutkan makan mereka dan tak lupa dengan selingan ngobrol-ngobrol ringan. Setelah itu mereka pulang karena tak terasa hari sudah sangat sore menjelang malam. Rian dan Aira pulang bersama karena sekarang Rian tinggal di rumah Aira. Sedangkan Dira pulang sendiri mengendarai mobil kesayangannya.


#####

__ADS_1


__ADS_2