
Pagi itu Kevin dan Dira sudah bersiap untuk berangkat ke bandara menuju Bali sebagai tempat bulan madu kedua mereka. Davin sudah mereka pasrahkan pada mama Naira dan mama Vera.
Sesampainya di salah satu hotel di Bali tempat mereka menginap selama beberapa hari ke depan, tiba-tiba saja Dira muntah-muntah hingga membuatnya lemas dan tak bertenaga membuat Kevin panik dan khawatir pada kondisi Dira.
"Yang, kita ke dokter aja apa ya? Atau mau panggil dokter ke sini aja? Kamu sampek pucat gini loh. Tapi kamu kok tumben-tumbenan sih mabuk perjalanan?" Ucap Kevin.
"Gak usah deh, Vin. Aku gak papa. Mungkin cuma kecapean aja. Aku mau istirahat dulu, nanti sore kalau udah baikan, baru kita jalan-jalan!" seru Dira dan Kevin mengiyakan ucapan Dira.
"Yaudah kamu tidur aja. Aku mau cari makan dulu sebentar ya. Kamu pengan apa?" Tanya Kevin lembut.
"Aku pengen sate lilit, yang. Tolong kamu cariin yang enak ya, nanti kalau kamu balik aku masih tidur, kamu bangunin aku ya." jawab Dira.
"Iya, yaudah aku keluar dulu." pamit Kevin.
Sepeninggal Kevin, Dira langsung merebahkan diri karena pusing dan mual yang mendera semakin menjadi.
"Yang, masih pusing?" tanya Kevin yang baru saja kembali setelah hampir 1 jam mencari makanan untuk mereka berdua. Dira hanya meresponnya dengan mengangguk namun tetap dengan memejamkan mata.
__ADS_1
"Huweeekkk...Huweeekkk..."
Dira kembali mual-mual saat Kevin hendak mencium keningnya. Dira langsung beranjak masuk ke kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya.
"Vin, kamu bau banget sih! Mandi dulu deh. Bau badan kamu bikin aku mual banget tau gak!" ucap Dira.
"Yang, aku udah mandi." Ucap Kevin sambil memijit tengkuk istrinya itu.
"Tapi masih bau, Kevin! Mandi dulu deh baru deket-deket lagi. Ini perut aku mual banget loh." ucap Dira yang masih merasa mual.
"Iya, iya, aku mandi. Kamu tiduran aja gih!" seru Kevin.
"Yang, kita panggil dokter aja deh ya? Aku akan minta resepsionis untuk panggil dokter ke sini." Ucap Kevin lembut.
"Gak usah, yang! Aku gak papa." saut Dira.
"Yang, kita ke sini mau honeymoon! Kalo kamu sakit, keganggu dong rencana kita! Please ya, kita panggil dokter aja." ucap Kevin seraya memaksa Dira agar Dira mau diperiksa oleh dokter. Dira berpikir sejenak sebelum akhirnya mengiyakan keinginan Kevin agar dokter memeriksa kondisi istrinya.
__ADS_1
*****
"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya Kevin setelah dokter selesai memeriksa Dira.
"Kapan terakhir kali anda menstruasi?" tanya dokter yang ditujukan pada Dira.
"Sekitar empat bulan yang lalu dok, tapi memang gak teratur sih karena efek kontrasepsi mungkin ya!" seru Dira.
"Sudah pernah tes kehamilan?" tanya dokter itu.
"Belum dok. Saya minum pil kb dan baru berhenti belum genap satu bulan, dok." ucap Dira.
"Meminum pil kb atau menggunakan alat kontrasepsi lainnya tidak ada jaminan 100% bahwa seorang wanita yang sudah melakukan hubungan suami istri, tidak akan hamil, nyonya!" ucap dokter tersebut.
"Dari yang saya periksa barusan, sepertinya nyonya tengah mengandung namun saya tidak bisa memastikan usia kehamilan nyonya. Jika berkenan bisa datang ke klinik kami untuk melakukan USG agar usia janin bisa diketahui lebih pasti." Lanjut dokter tersebut.
Mendengar hal itu Kevin dan Dira sedikit terkejut namun tak dipungkiri mereka juga sangat bahagia mendengar jika Dira kini tengah hamil anak kedua mereka. Dokter pun berpamitan setelah memberikan resep beberapa vitamin dan obat penguat kandungan serta pereda mual pada Kevin untuk ditebusnya di apotek terdekat.
__ADS_1
"Yah, rencana bulan madu kedua kita gagal dong, yang? Diganti babymoon! Belum juga cobain bulan madunya, eh udah ada aja di dalam." ucap Kevin sambil menampilkan wajah lesunya membuat Dira gemas pada suami tercintanya itu.
♥️♥️♥️