
"Bi, Davin mana?" tanya mama Naira yang pagi itu sudah berada di rumah Kevin dan Dira.
"Den Davin ada di kamarnya, Nyonya, sepertinya baru selesai dimandikan sama non Dira," ucap asisten rumah tangga di rumah itu.
"Sarapan dulu, Nyonya," lanjutnya.
"Nanti aja, Bi, sekalian bareng sama anak-anak dan Vera juga," ucap mama Naira sambil tersenyum dan langsung pergi ke kamar Davin.
"Davin!" sapa mama Naira.
"Oma naila!" ucap Davin yang begitu bahagia melihat sang oma datang.
"Mama udah di sini? Ada apa?" tanya Dira.
"Memangnya mama sudah gak boleh datang ke sini lagi? Sudah gak boleh ketemu cucu mama lagi?" ucap mama Naira yang sedikit merajuk.
"Bukan gitu, Ma, tumbem aja gitu mama ke sini pagi-pagi," ucap Dira.
"Mama ke sini janjian sama bundamu, kita yang akan antar jemput Davin ke sekolah hari ini," ucap mama Naira membuat Dira mengernyitkan dahi.
"Mau kemana, bun?" tanya Kevin.
"Eh, Vin. Gak kemana-mana sih, cuma mau ngajak jalan-jalan. Kan sekarang jatah para oma untuk jaga Davin," ucap mama Naira.
"Ya udah yuk kita sarapan dulu," Ajak Dira.
"Dir, usia kehamilanmu sudah berapa bulan?" tanya mama Naira seraya menuju meja makan.
"Sudah 29 minggu, ya sekitar 7 bulan lebih, Ma," jawab Dira.
"Loh, Bunda udah di sini?" tanya Dira yang melihat mertuanya sudah siap di meja makan.
"Sudah dari sepuluh menit yang lalu, udah ayo buruan makan, bunda udah laper banget," ucap mama Vera.
__ADS_1
"Ma, kalian nanti mau ajak Davin kemana?" tanya Kevin.
"Kemana aja yang penting Davin seneng, ya kan sayang?" jawab mama Vera.
"Iya dong oma, bial gak bosen d lumah telus, ayah sibuk kelja telus gak mau diajak libulan," ucap Davin.
"Ouh, Davin mau liburan? Liburan sama om Eka mau?" saut Eka yang juga tiba-tiba datang.
"Om Eka, Cindy, onty Fany!" seru Davin yang langsung berhampur ke pelukan Eka.
"Om mau ajak Davin dan Cindy jalan-jalan hari ini, Davin mau?" tanya Eka.
"Eee gak bisa, gak bisa, hari ini Davin sama para oma," protes mama Naira.
"Mama, tante, ayolah ini jarang-jarang loh Eka ngajakin Davin liburan, biarinlah Eka nyenengin keponakan! Mumpung Eka bisa bolos kerja loh," ucap Eka.
"Iya tapi kan kita udah duluan ngajak Davin, gak bisa gitu dong! Besok-besok kan bisa!" seru mama Vera.
"Yang, kayaknya hari ini kita kedatangan banyak tamu tak diundang deh," ucap Kevin sambil tetap lahap memakan makanannya.
"Iya sih, biarin aja lah mereka rebutan Davin, kita sarapan aja dulu, aku laper banget," ucap Dira.
"Ini nih si Eka main serobot aja, padahal kan hari ini jatah para oma untuk ajak Davin jalan-jalan," ucap mama Vera sewot.
"Yah tante, kalian para oma kan udah sering ngajak Davin jalan-jalan, gantian dong," ucap Eka tak mau kalah.
"Ya ampun napa pada rebutan bocah sih? Gini aja, biar adil gimana kalau Davin ikut Natan aja hari ini, fair kan!" ucap Jonatan sambil cengengesan.
"GAK BOLEH!" seru mama Naira, mama Vera, Eka. dan Fany bersamaan bak paduan suara.
"Pokoknya Davin tetap ikut para oma!" tegas mama Naira.
"Ikut Eka, ma!" saut Eka.
__ADS_1
"Aduuuhhh, pala Davin pusing, gini aja, kita libulan baleng semua aja, oma, om eka, uncle Jo, onty Fany, onty Aila, ayah, bunda, dan opa," ucap Davin.
"Nah, setuju tuh sama usul Davin, pinter banget sih anak ayah!" ucap Kevin yang langsung menggendong Davin.
"Tapi para opa, oma, om dan tantenya yang bayarin, kita ikut aja," lanjutnya.
Pletak...
Pletak...
Pletak...
Pletak...
Empat jitakan Kevin terima dari mama, mertua dan saudara-saudaranya. "Enak aja! Ya lo lah yang bayar!" ucap Jonatan melayangkan protes keras pada Kevin.
.
.
.
.
.
dikit dulu yak karena author lagi gak enak badan...
oh ya, mampir ke karya author yang lain juga yaa...
judulnya, MY STUPIDITY, SEMUA UNTUK CINTA?, dan EGO, CINTA & KESUCIAN.
terimakasih 🙏 🙏 🙏
__ADS_1