
Di dalam kamar Dira hanya bungkam. Walaupun mama Naira dan mama Kevin sudah berkali-kali mengajaknya bicara, namun gadis itu tak memberikan respon sedikitpun. Bahkan Eka yang juga menghiburnyapun tetap tidak dapat menghentikan kebungkaman Dira hingga akhirnya papa Dira masuk ke kamar Dira diikuti oleh Kevin.
Dira yang melihat Kevin masuk ke kamarnya langsung menatapnya tajam dan mulai membuka suaranya.
"Pak Arya, ikut saya sebentar. Saya ingin bicara dengan anda." Ucap Dira ketus.
Kevin yang mendengar Dira berbicara formal terhadapnya dan memanggilnya pak Arya langsung protes.
"Dir, aku Kevin. Tolong jangan panggil aku Arya lagi! Tolong dengarkan penjelasanku dulu." Pinta Kevin pada Dira. Dan semua orang yang berada dalam ruangan itu hanya memperhatikan Kevin dan Dira.
"Kenapa? bukankah memang anda pak Arya? Dosen di kampus saya? Anda sendiri bukan yang mengatakan bahwa nama anda Arya?" Ucap Dira dengan kesal.
"Oke...Oke... Aku salah. Tolong panggil aku Kevin. Aku mohon." Pinta Kevin lagi sambil memelas agar Dira mau memanggilnya Kevin.
"Anda mau ikut saya sebentar atau tidak?" Dira memberikan pilihan tegas pada Kevin tanpa mengindahkan permohonan Kevin.
"Baiklah." Jawab Kevin pasrah karena tak mungkin lagi Kevin memaksa Dira memanggilnya Kevin dan bersikap manis seperti dulu padanya. Kevin tak ingin membuat gadisnya itu semakin murka atau ia akan benar-benar semakin sulit mendapatkan Dira.
__ADS_1
Setidaknya Dira mau berbicara padanya agar Kevin dapat menjelaskan semuanya supaya gadisnya itu tidak salah faham lagi padanya.
"Oke, kalau gitu, kita tunggu di ruang tengah saja, biarkan mereka bicara berdua dulu. Dan, ma tolong suruh bi Mina siapkan makanan. Kita semua pasti lapar karena batal makan malam tadi. Dan Dira, Kevin nanti kalau sudah selesai susul aja kita ke ruang tengah." Titah papa Rey yang diangguki semua orang yang ada di ruangan itu.
Setelah itu Dira berjalan menuju balkon kamarnya, yang di ikuti oleh Kevin dan yang lain pergi ke ruang tengah, tapi saat hendak membuka pintu tiba-tiba papa Rey mendapat ide konyol di kepalanya yang menghentikan langkahnya.
"Kenapa berhenti, pa?" Tanya Eka karena papanya tiba-tiba berhenti di depan pintu dan terdiam.
"ssshhhttt... jangan keras-keras suaramu!" Tegur papa Rey pada Eka yang membuat semua yang ada di sana mengernyitkan dahi.
"Ada apa, Rey?" Tanya Bayu yang hanya mendapat senyuman smirk dari sahabatnya itu. Tentu Bayu mengerti senyuman itu.
"Emang kita mau ngapain, pa?" Kini giliran mama Vera yang bertanya.
"Kita ngintip mereka dulu!" Ujar Bayu, dan jawaban itu sontak membuat Naira dan Eka membulatkan matanya namun berbeda dengan Vera yang setuju dengan usul itu.
"Aaa...." Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba papa Rey menutup mulut mama Naira dengan telapak tangannya dan yang lain hanya memberikan tanda agar Naira tidak mengeraskan suaranya.
__ADS_1
"Udah ayo, hati-hati. Jangan sampai ketahuan!" Ujar papa Rey.
Eka yang melihat tingkah konyol dan kepo para orang tua itu hanya menggelengkan kepalanya dan langsung keluar untuk menyuruh bibi untuk menyiapkan makanan.
Namun rasa penasaran Eka tiba-tiba juga muncul. Akhirnya Eka pun kembali ke kamar Dira dan bergabung dengan para orang tua mengintip adiknya yang sedang berbicara dengan sahabat sekaligus calon adik iparnya itu. Namun saat Eka baru bergabung, ada pemandangan yang membuat Eka shock atas tingkah adik dan sahabatnya itu.
Cup
"Shiiittt... Ciuman pertama gue." Ucap Dira kesal pada Kevin karena telah lancang mengecup bibirnya.
"Apa? Ciuman pertama? Serius?" Tanya Kevin.
"Tapi itu bukan ciuman. Aku cuma ngecup doank, sini aku kasih tau kamu seperti apa itu ciuman." Lanjut Kevin yang sukses membuat Dira blushing. Sungguh hal itu membuat Kevin menjadi gemas pada Dira. Dia ingin mencubit gemas pipi gadisnya itu, namun ia urungkan karena ia tau, saat ini Dira masih kesal padanya. Dan kalau sampai Kevin melakukan itu, sudah bisa dipastikan bahwa Dira akan menjadi macan betina yang siap membunuh mangsanya.
"Iyalah, gue gak pernah pacaran, jadi mana ada yang berani cium gue, kecuali lo barusan. Dan apa kata lo barusan? Mau cium gue lagi? Mau gue lempar ke bawah dari sini?" Ucap Dira ketus. Namun di lain sisi, jantung Dira lagi-lagi berdegup kencang, entah kenapa bisa seperti itu.
"Argh, sial, please tenang donk. Entar kalau lo copot, gue bisa mati." Ucap Dira dalam batinnya karena kini detak jantungnya mulai tak beraturan.
__ADS_1
"Makanya jangan cerewet! Aku udah bilang aku bakal jelasin eh kamu malah tetap cerewet." Balas Kevin.
#####