
"Pagi sayang." Sapa Kevin yang baru saja bangun dan melihat istrinya juga baru bangun.
"Pagi." Balas Dira sambil tersenyum.
Cup...
"Morning kiss, sayang." Ucap Dira setelah mengecup lembut bibir Kevin.
"Berani ya sekarang ngeduluin aku? Sini aku bales." Ucap Kevin sambil mendekatkan tubuhnya pada tubuh Dira dan mencondongkan wajahnya agar lebih mendekat pada wajah Dira.
"Huweekkk... Huweeekkk... Huweeekkk..." Lagi-lagi Dira mengalami morning sickness saat Bibir Kevin sedikit lagi menyentuh bibir Dira.
"Ck. Jagoan ayah. Belum juga kamu lahir, udah gangguin kegiatan pagi ayah. huft. Sabar, Vin, sabar." Batin Kevin.
"Udah mendingan?" Tanya Kevin sambil memijit lembut tengkuk Dira.
"Heem." Jawab Dira sambil mengangguk.
"Aku ambilin air hangat dulu ya." Ucap Kevin kemudian beranjak ke arah dapur untuk mengambilkan air hangat untuk Dira.
"Ada yang bisa di bantu, tuan?" Tanya salah satu art yang melihat Kevin masuk ke dapur.
"Enggak usah, saya cuma mau ambil air hangat untuk Dira." Jawab Kevin seraya mengambil segelas air hangat dan langsung kembali ke kamarnya.
"Sayang, ini minum dulu." Ucap Kevin seraya memberikan segelas air hangat yang baru ia ambil.
"Makasih ya, sayang. Aku beruntung banget punya suami yang perhatian dan pengertian kayak kamu." Ucap Dira sambil tersenyum dan langsung meneguk air hangat yang Kevin ambilkan untuknya.
"Iya, sama-sama. Terimakasih juga karena kamu sudah bersedia menjadi istriku dan mengandung anak kita." Balas Kevin seraya mengecup pucuk kepala Dira.
"Sayang, dua hari lagi kan kak Eka nikah sama Fany, enaknya kita kasih hadiah apa ya untuk pernikahan mereka?" Tanya Dira yang teringat tentang pernikahan kakaknya.
"Kamu tenang aja, aku udah siapin itu kok." Jawab Kevin.
"Emang kamu mau kasih apa ke mereka?" Tanya Dira penasaran.
"Rahasia dong. Kepo ya?" Jawab Kevin membuat Dira kesal mendengarnya.
"Iiih, nyebelin banget tau gak?" Ucap Dira sambil mengerucutkan bibirnya.
"Jangan gitu, yang? Mau aku cium?" Ucap Kevin yang gemas pada ekspresi Dira, dan Dira langsung menutup bibirnya dengan talapak tangannya setelah mendengar ucapan Kevin.
__ADS_1
"Dasar mesum." Ucap Dira. Dan Kevin hanya tersenyum mendengarnya.
"Nih." Dira hanya mengeryitkan dahinya melihat Kevin menyodorkan sebuah amplop putih.
"Aku buka ya?" Tanya Dira dan Kevin hanya mengangguk.
"Sayang, ini? Aku kan lagi hamil muda sayang, mana boleh bepergian jauh?" Tanya Dira.
"Bukan kita, tapi Eka dan Fany." Jawab Kevin. Mendengar jawaban itu, membuat Dira merasa sedih.
"Tadinya, itu aku siapin untuk kita. Aku niatnya mau kasih kamu surprise, tapi keburu ada masalah kemarin itu, dan sekarang kamu lagi hamil muda. Jadi dari pada mubazir, aku mau kasih aja ke Eka. Nanti tinggal aku konfirmasi ulang ke pihak travel nya." Kevin menjelaskan agar istrinya tidak salah faham karena voucher bulan madu ke Paris itu. Kevin tau betul kalau Dira memang sangat ingin pergi bulan madu, apa lagi bulan madu ke Paris adalah impian Dira. Tapi kondisi Dira saat ini yang tidak memungkinkan, membuat Kevin harus mengurungkan niat untuk memberikan kejutan itu untuk istrinya.
"Nanti kita bisa atur ulang jadwal bulan madu kita setelah anak kita lahir. Gak papa kan?" Lanjutnya. Dira hanya mengangguk.
"Hei, jangan sedih dong. Kita masih punya banyak waktu, kalau kondisi kamu sudah baikan dan Mellinda kasih kita izin untuk bepergian, kita bisa jalan-jalan ke bali atau kemanapun kamu mau asalkan itu masih di Indonesia." Ucap Kevin yang paham kalau istrinya itu sedang sedih. Dira hanya menarik napas dan membuangnya kasar.
"Itu juga sekalian ucapan terimakasih aku untuk kakak kamu, karena dia sering bantu aku memenuhi ngidam kamu, yang." Lanjutnya.
"Terus kalau entar kak Rian dan Mellinda nikah, kita mau kasih apa? Kak Rian kan juga sering bantuin kamu, yang. Harus adil loh!" Tanya Dira.
"Untuk Rian, aku udah siapin satu cabang Resto kita yang bisa dia kelola, tanpa harus Rian berhenti jadi sekretaris aku, sesuai janji aku waktu itu ke Rian, karena udah bawa Gilang tepat waktu. Berkas-berkasnya sudah aku siapin kok." Ucap Kevin dan Dira senang mendengarnya.
"Terus kalo untuk Jo, kamu mau kasih apa nanti? Dia kan juga sering banget kamu repotin." Ucap Dira yang sukses membuat Kevin membulatkan matanya.
"Kalo dia mau minta aku sebagai ganti ucapan terimakasih kamu, gimana?" Ucapan konyol Dira yang lagi-lagi sukses membuat Kevin naik darah, namun bukannya takut, justru Dira gemas melihat ekspresi marah Kevin kalau sedang cemburu.
"Jangan konyol. Gak akan aku kasih. Gak usah mulai deh, yang. Aku gak suka kamu bercanda seperti itu. Gak lucu." Ucap Kevin dengan nada dingin dan langsung berdiri dari duduknya.
"Sayang, jangan marah dong. Maaf ya." Ucap Dira seraya menarik tangan Kevin untuk menahannya pergi hingga membuat Kevin terjatuh dalam pelukan Dira, dan Dira pun dengan cepat melumat bibir Kevin.
"Jangan goda aku, yang. Kondisi kamu belum pulih betul, dan aku gak mau, kamu dan anak kita kenapa-kenapa karena aku gak mungkin bisa menahannya kalau kamu begini." Ucap Kevin, lalu Dira pun mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah pesan dari Mellinda.
"Gak papa kok, toh kan kandungan lo udah baik-baik aja, asalkan kalian lakuinnya pelan dan lo tetap merasa nyaman melakukannya." Isi pesan dari Mellinda.
"Ini bener yang? Jadi udah boleh?" Tanya Kevin dengan girangnya karena Mellinda sudah memperbolehkan Kevin dan Dira berhubungan badan.
"Tapi inget, harus pelan, gak boleh kasar. Ya walaupun lebih enak kalau kamu dalam mode faster sih, tapi demi bayi kita, kamu harus main pelan dulu." Ucap Dira memperingatkan Kevin agar melakukannya dengan lembut dan berhati-hati.
"Gak papa, yang penting masih bisa. Aku udah gak tahan." Bisik Kevin dan langsung melumat bibir Dira dengan rakus, dan mereka pun melakukannya pagi itu.
"Aaaa. Di kunci dong pintunya."
__ADS_1
BRAK...
Teriak mama Vera saat melihat adegan ranjang anak dan menantunya itu, dan kemudian langsung menutup kembali pintu kamar Kevin.
Kevin pun langsung menutupi tubuh Dira setelah mendengar teriakan mama Vera, dan tersenyum melihat tingkah mamanya.
"Kamu gak kunci pintu dulu?" Bisik Dira ditengah olahraga pagi yang menggairahkan itu.
"Lupa sayang, udah keburu tegang dan gak bisa ditahan lagi." Jawab Kevin santai.
"Kamu tuh ya, aku kan jadi malu sama bunda." Ucap Dira.
"Ngapain malu? Toh mama udah tau kita sudah melakukan ini dari kehamilan kamu ini, sayang." Ucap Kevin sambil terengah-engah.
"Iya tapi kan gak pernah tau langsung seperti hari ini, yang, duh gimana dong? Sumpah malu banget." Ucap Dira.
"Ud-dah gak usah mikirin mama lagi, tolong bantu aku nuntasin ini. Aku udah mau sampek, yang." Ucap Kevin dengan suara berat.
"Ya udah bareng." Balas Dira. Dan mereka mencapai klimaks bersama. Kevin langsung mencium kening Dira setelah selesai menuntaskan hasratnya yang sudah ia tahan beberapa minggu.
*****
"Kenapa, ma?" Tanya papa Bayu yang panik mendengar teriakan mama Vera setelah menutup pintu kamar Kevin.
"Lagi ada kucing bikin anak, gak kunci pintu." Jawab mama Vera yang masih sedikit shock mengingat adegan yang dilihatnya di dalam kamar Kevin.
"Hahahaaa. Kalau Kevin kucing, berarti mama juga kucing dong?" Ucap papa Bayu sambil tertawa menyadari maksud perkataan sang istri.
"Papa tuh kucing garong." Ucap mama Vera ketus.
.
.
.
.
.
jangan lupa like, vote dan komennya yaa...
__ADS_1
terimakasih 🙏 🙏 🙏