
"Iya, Dir, tadi aku ada di ruangan Kevin juga dan aku juga menyaksikan secara langsung pertengkaran kalian. Hahahaa. Lucu sekali melihat wajah Kevin, seorang playboy yang sangat takut bahkan bisa nangis gara-gara cewek," ucap Rian yang mengerti apa yang Dira maksud dan langsung meledek sahabatnya yang terbiasa membuat seorang gadis menangis justru hari ini seorang Kevin lah yang dibuat menangis oleh seorang gadis. Sontak ucapan Rian itu mendapat tatapan tajam dari Kevin yang sudah siap melayangkan protes dan cibirannya pada Rian.
"Kalau gitu apa kak Rian bisa temani aku ngobrol berdua aja, sekarang?" Tanya Dira yang membuat yang berada di sana menatapnya tajam. Sedangkan Dira hanya memperlihatkan wajah memelasnya pada semua orang yang ada di sana agar mereka semua meninggalkannya berdua dengan Rian.
"Sayang, ngobrol sama Rian nya bisa nanti kan? Kamu harus banyak istirahat," ucap mama Naira yang tak enak hati pada keluarga Kevin karena permintaan anaknya itu.
"Tapi Dira mau ngobrolnya sekarang, ma. Kak Rian sekretaris Kevin, jadi kalau dia udah keluar dari sini, pasti akan sibuk dengan pekerjaannya. Please, ya, Dira pengen ngobrol berdua sekarang dengan kak Rian. Ini juga demi masa depan Dira," ucap Dira dengan kalimat terakhirnya sukses membuat Kevin shock.
__ADS_1
"Masa depan kamu, apa maksudnya, Dir?" Tanya Kevin dengan menahan kekesalannya.
"Aku mau kak Rian yang cerita sama aku tentang kamu dan Tania. Kalau kamu gak bolehin, ya udah. Gampang, aku beneran batalin pertunangan ini. Karena untuk sekarang, percaya sama kamu itu adalah hal yang sulit aku lakukan," ucap Dira dengan penuh ancaman.
"Eh, eh sayang, anak bunda gak boleh bilang gitu. Boleh kok, Dira boleh ngobrol dengan Rian. Ya kan, Vin? Boleh kan?" Ucap mama Vera sambil memelototkan matanya pada Kevin agar Kevin menyetujui permintaan Dira ngobrol berdua dengan Rian. Toh ini demi kebaikan Kevin juga, bukan?
Kevin akhirnya mengiyakan permintaan Dira. Karena untuk menolaknyapun itu tidak mungkin. Jujur saja Kevin tidak suka jika gadisnya itu berduaan dengan laki-laki lain. Kevin jelas sangat cemburu. Tapi, bagaimanapun juga, Kevin tetap mengiyakannya selain demi hubungannya dengan Dira, itu juga karena Rian adalah sahabat Kevin. Dan Kevin sangat percaya bahwa Rian tak akan pernah menikungnya.
__ADS_1
"Biar Kevin aja, bun yang jaga Dira," pinta Kevin pada mama Naira dan langsung mendapat persetujuan dari para orang tua.
"Eka juga akan nemenin Kevin jaga Dira," sahut Eka, yang juga langsung mendapatkan persetujuan.
"Ya udah kalau gitu kita tinggal dulu ya, Dir," pamit papa Rey yang diangguki Dira.
"Gue izinin lo di sini ngobrol sama tunangan gue, tapi jangan macem-macem atau kerjaan lo yang jadi taruhannya," bisik Kevin pada Rian dengan nada penuh ancaman. Sedangkan Rian hanya meresponnya dengan senyum tipis. Kemudian Eka dan Kevin pun beranjak dari ruang rawat Dira dan menunggu di kursi tunggu yang terletak di depan ruangan Dira.
__ADS_1
"Ngapain Kevin barusan?" Tanya Dira yang ingin tau apa yang dikatakan oleh tunangannya itu.
"Bukan apa-apa kok. Dia cuma pesen jangan lama-lama, biar aku cepet pulang karena kerjaan besok udah numpuk," ucap Rian berbohong sambil tersenyum pada Dira.