Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 51


__ADS_3

Kevin - Dira wedding day's part 2...


Setelah semua persiapan selesai, kini keluarga Kevin berangkat menuju rumah Dira, tempat berlangsungnya akad nikah mereka.


Sedangkan di rumah Dira kini juga sudah berkumpul para kerabat dan sahabat-sabat Dira kecuali Jonatan karena laki-laki tampan itu harus mendampingi Kevin, secara Jonatan adalah keluarga Kevin. Tangis harupun mewarnai ruang rias Dira. Eka yang sangat menyayangi sang adik, harus rela berbagi kasih dengan Kevin yang sebentar lagi akan menjadi suami Dira. Eka yang biasanya petakilan dan selalu melempar canda, hari ini hanya bisa terdiam dan sesekali tersenyum melihat sang adik yang sudah siap dengan gaun dan riasan pengantinnya.


Jujur masih ada rasa tidak rela melepas sang adik untuk menikah. Namun Eka sadar, cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Tak jauh berbeda, sang mama dan papa pun juga merasakan hal yang sama, cuma bedanya jika mama tak pernah bisa menahan air matanya setiap kali melihat Dira, Eka dan papa Rey justru lebih cuek. Bukan cuek tidak perduli, melainkan hanya untuk mengalihkan perhatian mereka sendiri agar tak sampai menangis di hadapan Dira. Ya, seorang laki-laki memang harus terlihat kuat, bukan?


Tak butuh waktu lama, rombongan keluarga Kevin pun datang. Hati Kevin dan Dira semakin tak menentu. Ada kekhawatiran, bahagia, takut, sedih, semua rasa itu bercampur menjadi satu di hati sepasang calon pengantin itu.


Setelah Kevin sudah duduk di kursi yang sudah di persiapkan sebagai tempat berlangsungnya akad nikah, mama Naira meminta Fany dan Aira untuk memanggil Dira karena acara akan segera di mulai.


Semua orang yang ada di sana tiba-tiba di buat terpesona akan kecantikan Dira, ketika Dira mulai mendekati tempat berlangsungnya akad nikah.


"Cantik." Gumam Kevin yang tanpa ia sadari di dengar oleh penghulu yang akan menikahkan mereka.


"Mas Kevin, masih belum halal, di jaga dulu ya pandangannya." Ucap penghulu tersebut sambil tersenyum melihat tingkah Kevin, membuat Kevin langsung mengalihkan pandangannya.


Setelah mendengar wejangan dari penghulu dan meminta restu pada para orang tua, akhirnya akad nikah mereka akan segera berlangsung. Kevin sudah memegang tangan papa Rey, dan papa Rey pun telah melafadzkan ijab untuk Kevin.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nadira Putri Wijaya, dengan mas kawin yang tersebut, tunai." Jawab Kevin dengan lantang dan hanya dengan satu tarikan nafas, membuatnya kini telah resmi menjadi suami Dira.


"SAH...." Ucap para saksi pernikahan Kevin dan Dira.


Mendengar kata SAH membuat orang yang menyaksikan itu terharu. Terlebih Dira, mama Naira dan juga mama Vera hingga tak terasa air mata mereka sudah membanjiri pipi masing-masing.


Setelah penghulu membacakan doa dan meminta Kevin dan juga Dira menandatangani beberapa dokumen guna surat nikah mereka, Kevin dan Dira langsung melaksanakan proses pemasangan cincin, kemudian Kevin langsung mengecup kening Dira, dan di balas Dira dengan mencium punggung telapak tangan Kevin, dan sungkeman kepada kedua orang tua masing-masing.


Acara hari itu sederhana namun tetap nampak mewah. Setelah semua prosesi selesai, para tamu undangan termasuk keluarga Kevin dan Dira pun sudah pulang, kini hanya ada Keluarga Dira, Kevin dan para sahabat keduanya termasuk Jonatan dan Rian.


"Sayang, ganti baju dulu deh, kamu pasti riweuh kan pake gaun seperti itu? Setelah itu baru kita ikut ngumpul bareng mereka." Ucap Kevin yang melihat Dira kurang nyaman bergerak karena gaun yang ia kenakan, dan diangguki oleh Dira.


"Kalian masih lama kan, di sini?" Tanya Kevin pada para sahabatnya.


"Iyalah, bang. Kalo perlu kita akan jadi saksi malam pertama kalian." Ucap Jonatan meledek Kevin sambil terkekeh yang langsung mendapat empat lemparan bantal sofa, siapa lagi pelakunya kalau bukan Eka, Fany, Aira, dan Rian.

__ADS_1


"Otak lo mulai geser gara-gara ditinggal nikah Dira." Cibir Eka.


"Lah emang bener kan? Toh kalo ada tontonan begitu kalian juga nikmatin." Balas Jonatan santai yang langsung mendapat jitakan dari Aira.


"Gue baru tau otak lo mesum. Jadi takut gue sama lo." Ucap Aira, dan Jonatan hanya terkekeh mendengar ucapan Aira.


"Udah yuk, yang kita ke kamar aja." Bisik Kevin pada Dira dan langsung diangguki Dira. Mereka berdua pun langsung berjalan menapaki anak tangga menuju kamar Dira yang mulai hari ini juga menjadi kamar Kevin.


"Duh, yang udah sah, maunya langsung masuk kamar aja." Ledek mama Naira yang baru saja keluar dari dapur dan melihat pasangan pengantin baru hendak menuju kamar mereka. Sontak ucapan mama Naira membuat Dira menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mama Naira.


Blushing...


"Mamaaa." Ucap Dira dengan sedikit meninggikan suaranya dengan wajah yang sudah memerah menahan malu dan mama Naira hanya tersenyum menanggapi putrinya.


"Mama juga pernah di posisi kalian. Jadi mama ngerti." Ucap mama Naira lagi-lagi meledek Kevin dan Dira membuat Dira mendengus kesal di buatnya. Dan tanpa membantah, Dira langsung mempercepat langkahnya menuju kamarnya yang diikuti oleh Kevin, karena lebih lama Dira di sana akan membuat Dira semakin gerah karena ledekan-ledekan mereka.


Setelah berada di dalam kamar, jantung Kevin dan Dira semakin berdetak tak karuan. Mereka saling salah tingkah, namun beruntungnya Kevin masih bisa mengontrol hatinya, berbeda sekali dengan Dira yang sangat terlihat jelas jika sedang gelisah.


"Kamu mandi duluan aja biar capek kamu hilang lebih dulu juga." Ucap Kevin pada Dira yang tengah membersihkan sisa make up di wajahnya.


"Kamu lucu." Ucap Kevin yang kini sudah mendekatkan wajahnya pada wajah Dira. Hal itu membuat Dira semakin salah tingkah dengan pipi yang sudah merah karena malu membuat Kevin gemas pada gadis itu.


"K-Kevin, buruan mandi, a-aku udah laper." Ucap Dira yang masih terbata.


"Sama, aku juga, kalau gitu, ayo kita makan bersama." Ucap Kevin sambil mengangkat dagu Dira dengan jarinya dan mulai mendekatkan bibirnya pada bibir Dira.


"Aduh, ngapain sih Kevin? Aku belum siap." Batin Dira.


"Vin, aku beneran laper, buruan mandi dulu biar cepet." Ucap Dira.


"Sepertinya kamu sudah tidak sabar sayang. Baiklah, tanpa mandipun aku siap untuk makan sayang." Ucap Kevin menggoda istrinya itu dan semakin mendekatkan bibirnya pada Dira.


"A-apa maksud kamu?" Tanya Dira polos.


"Kamu lapar, akupun juga lapar. Kamu ingin makan, akupun juga ingin segera memakanmu, sayang." Bisik Kevin tepat di telinga Dira dan sambil meniup lembut telinga Dira membuat perasaan aneh menjalar dalam tubuh Dira.

__ADS_1


"Memakanku?" Tanya Dira yang masih belum paham maksud perkataan Kevin.


Tanpa aba-aba Kevin pun langsung mengecup lembut bibir Dira, membuat Dira membelalakkan matanya karena tidak siap akan ciuman yang Kevin berikan. Namun Dira tidak berusaha menolak karena sadar itu adalah hak Kevin.


Menyadari istrinya tidak menolak, membuat Kevin mengangkat bahu Dira agar gadis itu berdiri, dan lagi-lagi tanpa aba-aba Kevin langsung memberikan kecupan sayang pada Dira. Namun Dira yang belum paham akan hal itu belum bisa membalasnya.


"Balas, sayang." Ucap Kevin melepas ciumannya dan menatap penuh harap pada Dira.


"Balas? Caranya?" Tanya Dira lirih.


"Ikuti naluri kamu, jangan kamu tahan." Jawab Kevin dan beberapa detik kemudian, Kevin memulai aksinya kembali dan kali ini Dira mulai membalasnya walau belum selihai Kevin dalam hal berciuman.


Tok... Tok... Tok...


.


.


.


.


.


.


.


.


**Jangan lupa untuk tetap like, komen dan berikan cinta ♥️ kalian untuk author yaa...


Agar author semakin semangat nulisnya...


Dan boleh donk author minta poin atau koin kalian untuk Vote author...hehehe...

__ADS_1


terimakasih... 😊😊😊🙏🙏🙏**


__ADS_2