Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 60


__ADS_3

Setelah menyiapkan sarapan, dan menemani Kevin hingga suaminya itu berangkat ke kantor, Dira langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit untuk mengecek kebenarannya. Tadinya Dira hanya ingin mengetesnya dengan alat tes kehamilan biasa. Tapi akan lebih meyakinkan jika hasil itu ia dapat dari dokter.


Sebelumnya Dira sudah menelfon sahabat lamanya yang berprofesi sebagai dokter kandungan di sebuah rumah sakit ternama.


Mellinda, sahabat satu komplotan barbarnya bersama Aira, Fany, dan juga Jonatan.


"Hai, apa kabar?" Sapa Dira setelah memasuki ruang periksa dokter Mellinda.


"Hai, Dir. Aku baik. Aku benar-benar minta maaf gak dateng di acara pernikahanmu." Balas mellinda merasa bersalah.


"Iya, udah gak papa. Aku tau kamu pasti sibuk banget sebagai dokter magang." Ucap Dira.


"Iya, kebetulan hari itu hari pertamaku magang. Oh, iya aku denger Fany jadian sama kak Eka?" Ucap Mellinda sambil menanyakan sahabatnya yang lain.


"Iya, aku juga baru tau beberapa sebelum pernikahan ku berlangsung." Jawab Dira mengingat kejadian pertama kali Dira mengetahui hubungan Fany dan kakaknya.


"Oh, ya, aku sampek lupa. Kamu ada keluhan apa?" Tanya Mellinda.


Dira menceritakan semua keluhannya pada Mellinda, membuat mellinda mengangguk paham akan kondisi sahabatnya saat ini.


"Yuk kita cek dulu." Ucap Mellinda seraya mengajak Dira untuk naik ke brankar karena akan melakukan USG.


"Gimana, Mel?" Tanya Dira yang harap-harap cemas.


"Perkiraan kamu benar, Dir. Usia kandunganmu sekarang sudah 9 minggu." Ucap Mellinda setelah selesai melakukan USG.


"Janinnya sehat kan, Mel?" Tanya Dira.


"Iya, sehat. Tapi, karena usia kandunganmu masih sangat muda, jadi kamu harus lebih berhati-hati, jangan sampai stres apa lagi sedih yang berlebihan. Jangan terlalu lelah juga." Ujar Mellida.


"Untuk makanan, apa ada pantangannya?" Tanya Dira lagi.


"Tidak ada, yang penting gizinya harus tercukupi, tidak berlebihan dan bisa berkompromi dengan perutmu tentunya." Jawab Mellinda.


"Ini aku resepkan vitamin dan pereda rasa mual. Kalau ada apa-apa, kamu bisa hubungi aku, atau langsung kemari." Lanjut Mellinda.


"Baik, Terimakasih ya, Mel." Balas Dira.


"Sama-sama, jangan lupa segera beritahu suamimu tentang kehamilanmu." Ucap Mellinda sambil memeluk Dira.


"Itu pasti, aku akan memberinya kejutan nanti." Balas Dira.


Sepulangnya dari rumah sakit, Dira terus memikirkan cara memberi kejutan pada sang suami. Walaupun sebenarnya, tanpa Dira memberi sebuah kejutanpun, Kevin akan sangat bahagia jika tau istrinya itu tengah mengandung buah hati mereka.

__ADS_1


Akhirnya Dira memutuskan untuk memberinya sebuah bingkisan yang berisi hasil pemeriksaan dokter tadi untuk Kevin. Dira menyimpannya di sebuah kotak yang berada dalam lemari pakaiannya.


Kini Dira tengah memasak untuk makan malam suaminya dan mertuanya tentunya. Di bantu beberapa orang ART, membuat pekerjaan Dira menjadi lebih cepat dari biasanya. Tak seperti kemarin-kemarin yang selalu menolak jika akan di bantu memasak, hari itu Dira justru yang meminta mereka membantu Dira, tentu tidak ada yang keberatan akan hal itu karena memang sudah menjadi tugas mereka membantu pekerjaan rumah.


"Dira, kamu udah baikan?" Tanya mama Vera yang baru memasuki dapur.


"Iya bunda, Dira udah membaik." Jawab Dira sambil menampilkan senyum bahagia.


Tok... tok... tok...


"Biar Dira aja ya, bun, yang buka pintunya." Ucap Dira yang langsung bergegas membuka pintu utama hingga melupakan bahwa saat ini dia masih menggunakan aperon.


Dira sangat gugup saat hendak membuka pintu. Dira berharap itu adalah Kevin mengingat sekarang sudah waktunya Kevin pulang dari kantor.


Ya kadang memang Kevin sering usil mengetok pintu, padahal lelaki itu bisa saja langsung masuk, karena itu rumahnya. Tapi bukan Kevin namanya kalau tidak menjahili banyak orang.


Ceklek...


Dira membuka pintu dan terdiam sejenak melihat orang yang tadi mengetuk pintu rumah mertuanya.


"Ini benar rumah Kevin Aryatama?" Tanya wanita paruh baya yang berada di ambang pintu.


"I-iya benar. Tante siapa?" Tanya Dira yang memang tak mengenali wanita tersebut.


"Ada." Jawab Dira.


"Siapa say-... Rani?" Suara mama Vera yang sedikit terkejut namun kemudian melebarkan senyumannya dan langsung menyambut tamunya.


"Iya, Ver, ini aku." Ucap Wanita itu.


"Ayo masuk dulu, gak enak berdiri di luar lama-lama." Ucap mama Vera sambil menyuruh tante Rani untuk masuk.


"Dira siapin minum dulu ya, bunda, tante." Pamit Dira pada mama Vera dan tante Rani.


"Iya sayang." Balas mama Vera dan Dira pun langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman dan camilan untuk tante Rani.


"Itu-..."


"Dia putri kesayanganku." Ucap mama Vera membuat tante Rani bernapas sedikit lega.


"Kevin pulaaang." Teriak Kevin dari ambang pintu.


"Ini rumah, bukan hutan. Gak perlu teriak." Ucap mama Vera.

__ADS_1


"Loh ada tamu... Tante Rani?" Ucap Kevin setelah melihat seseorang yang bertamu sore itu.


"Iya, nak. Kamu apa kabar? Semenjak pindah ke sini kamu malah lupain Jogja." Ujar tante Rani.


"Maaf, tan. Kevin lagi sibuk banget." Balas Kevin.


"Ada apa nih, Ran, kok kamu sampai jauh-jauh kemari tanpa mengabari terlebih dulu?" Tanya papa Bayu yang baru saja ikut masuk ke rumah setelah Kevin.


"Gini, Bay, Ver, boleh aku berbicara dengan kalian dan juga Kevin?" Tanya tante Rani dengan sedikit keraguan.


"Tentu boleh dong tante. Apa yang mau tante bicarain?" Tanya Kevin dan tante Rani hanya tersenyum pada Kevin.


"Ver, Bay, apa kalian tau kalau anak-anak kita sedang menjalin hubungan?" Tanya tante Rani pada mama dan papa Kevin.


Deg...


Perasaan Kevin mulai tak nyaman, dan lebih dari itu, ada seseorang yang sedang menahan sesak sekaligus menahan langkahnya menuju ruang tamu. Ya, orang itu adalah Dira. Dira memilih menghentikan langkahnya dan menguping pembicaraan yang sedang berlangsung di sana.


"Maksud kamu, Ran?" Tanya mama Vera dengan wajah terkejutnya karena betul-betul tak paham maksud tante Rani.


"Kamu gak tau, Ver, kalau Kevin dan Raya sudah lama memiliki hubungan? Mereka berpacaran dari awal kalian berada di Jogja." Ucap Tante Rani. Membuat mama Vera dan papa Bayu langsung menatap tajam kearah Kevin seolah bertanya apa maksud dari semua ini.


Kevin yang menjadi bahan pembicaraan mulai terlihat gerah dengan pernyataan tante Rani. Dia ingin sekali marah dan membungkam tante Rani, karena saat ini Kevin sadar betul, ada hati yang harus ia jaga di rumah itu. Siapa lagi kalau bukan hati Dira, istrinya.


"Mungkin tante salah paham. Iya, Kevin akui, Kevin pacaran sama Raya, tapi itu dulu, tan. Dan sekarang Kevin udah putus sama Raya. Kita udah pisah saat Kevin pindah Kesini." Ucap Kevin berusaha menjelaskan tentang hubungannya dengan Raya.


.


.


.


.


.


.


Tetap support author yaa readers...


Jangan lupa like, vote dan komennya yaa...


terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2