
"Bunda, ih, jan tium-tium kakak lagi. Bunda udah becal bunda. Malu cama Ciara, nanti kakak diledekin lagi." Ucap bocah 5 tahun yang kini sudah mulai masuk sekolah TK.
"Jadi kakak udah gak sayang bunda lagi? Kakak gak mau cium dan peluk bunda lagi?" Tanya Dira pada bocah dihadapannya dengan menampilkan wajah sedih Dira berharap bocah itu akan iba.
"Bunda jan cedih lagi. Kakak cayang bunda. Tapi jan tium kakak lagi. Kakak malu kalena ciara ledekin kakak terus bunda." Ucap bocah itu.
"Masak kakak kalah sih sama cewek? Kalo diledekin ya bales dong. Anak ayah gak boleh cemen di depan cewek." Ucap Kevin yang baru saja turun dan bergabung untuk sarapan.
"Kata bunda gak boleh malahin cewek yah." Balas Davin.
"Ya emang gak boleh marah, sayang. Kalau balas ngeledek ya gak papa." Ucap Kevin.
"Ayah, udah deh, jangan ngajarin anak yang enggak-enggak. Kamu tuh harusnya ngajarin anak supaya berlaku lembut sama perempuan." Ucap Dira
"Selamat pagi cucu oma." Teriak mama Vera yang tiba-tiba saja datang ke kediaman Kevin dan Dira.
"Omaaaa." Teriak Davin sambil berhambur memeluk mama Vera.
"Davin, hari ini oma yang antar sekolah ya. Dan pulangnya, nanti oma jemput dan nginap di rumah oma. Davin mau kan?" Ucap mama Vera.
"Ma, ini Davin anak siapa sih? Masa iya dua hari sekali mama dan bunda gantian ngajak Davin nginep di rumah kalian? Dira kan jadi kesepian, ma kalau gak ada Davin di rumah." Ucap Kevin.
"Ya kalau kesepian, kalian bikin aja adiknya Davin. Gampang kan? Davin ini cucu kesayangan mama dan bunda kamu. Jadi wajar aja kalau kami selalu ingin dekat dengan Davin. Udah ah, udah siang, nanti Davin telat lagi. Ayo, Davin, kita berangkat, salim sama ayah dan bunda dulu." Ucap mama Vera dengan enteng seraya berpamitan untuk mengantar Davin ke sekolah.
__ADS_1
"Hati-hati ya sayang." Ucap Dira seraya memeluk putra kesayangannya.
"Yang, kayaknya omongan mama ada benernya deh." Ucap Kevin dengan senyum jahilnya.
"Ha? Omongan yang mana?" Tanya Dira yang betul-betul tak paham apa yang Kevin bahas.
"Kayaknya kita emang harus mulai memikirkan untuk memberikan adik untuk Davin." Ucap Kevin sambil merangkul erat pinggang Dira yang tetap ramping walau sudah melahirkan.
"Sayang, Davin masih kecil. Tunggu dua tahunan lagi ya." Balas Dira.
"Usia Davin udah siap untuk punya adik, sayang. Apa lagi dia juga sekarang jarang ada di rumah. Emang kamu gak kesepian?"
"Ya kesepian sih, apa lagi kalau kamu lembur. Tapi kayaknya aku belum siap deh untuk punya anak lagi." Ucap Dira.
"Gak usah aneh-aneh, buruan berangkat. Nanti telat." Ucap Dira seraya berusaha melepas pelukan Kevin.
"Halo, Rian, tolong atur ulang jadwal gue hari ini dan untuk satu minggu kedepan. Dan kalau ada hal penting, lo handle aja dulu. Oh ya, tolong untuk selama itu juga untuk gak ganggu gue dulu karena gue dan Dira mau honeymoon lagi." Ucap Kevin yang langsung menelfon Rian saat Dira mulai berusaha melepaskan pelukannya.
"...."
"Oke, tengkyu, bro. Gue percaya sama lo." Ucap Kevin dan memutus sambungan telfonnya setelah itu.
"Kevin, kamu apa-apaan sih? Honeymoon lagi? Maksudnya apa?" Tanya Dira bingung.
__ADS_1
"Kita akan membuatkan Davin adik, sayang. Kamu baru selesai menstruasi kan? Jadi mulai hari ini, kamu jangan pernah lagi minum pil kb kamu itu." Titah Kevin.
"Yang, please deh. Ki-...."
"Sayang, aku juga mohon sama kamu. Aku akan berusaha menjadi ayah yang lebih baik lagi untuk anak-anak kita nantinya. Mau kan, kasih aku anak lagi?" Ucap Kevin lembut sambil menatap intens mata istrinya.
"Tapi kamu janji, gak akan lebih mentingin kerjaan kamu lagi dari pada aku dan anak-anak? Walaupun itu demi masa depan kita?" Tawar Dira.
"Aku janji." Ucap Kevin.
" Ya udah. Tapi sebenernya aku juga mau jujur sama kamu." Ucap Dira malu-malu.
"Mau jujur apa?"
"Sebenernya dari sebulan yang lalu aku udah gak minum pil kb lagi." Ucap Dira pelan.
"Yang bener? Kamu gak bercanda kan, yang?" Tanya Kevin girang, Dira hanya mengangguk.
"Itu artinya kamu sebenernya juga mau punya anak lagi kan?"
"Iya, semenjak kejadian klien ganjen kamu itu, aku jadi kepikiran. Makanya aku gak minum pil itu lagi." Balas Dira. Kevin mendengar ucapan itu langsung tersenyum lebar dan memeluk istrinya.
"Kalau gitu, kita mulai aja yuk prosesnya." Bisik Kevin yang langsung mengecup bibir Dira kemudian menggendong Dira dan membawanya ke kamar mereka untuk memulai ritual pembuatan adik untuk Davin.
__ADS_1