Pencarian Jodoh Sang CEO

Pencarian Jodoh Sang CEO
Mission Imposible (part 2)


__ADS_3

Suasana tegang mulai meliputi raga Bobby saat melihat pemandangan dari ketinggian itu. Diiringi suara bising dari helikopter saat hendak mendarat di atas gedung.


Pandangannya tampak gelap tertutup kabut asap. Hawa panas dari gedung yang terbakar juga langsung menghampiri mereka.


Bobby turun. Tak luput memindai lokasi merah yang artinya adalah tempat di mana Arya berada.


"Ayo cepat! Kita harus ke gedung bawah!"


"Tapi, Tuan, kita hanya membawa dua tabung oksigen, kita bisa saja kehabisan oksigen jika memaksakan masuk!"


"Lantas? Kau ingin membiarkan Tuan Arya kehabisan oksigen di dalam sana?"


"Tidak, Tuan!"


"Kalau begitu cepat lah masuk denganku!"


"Baik!"


Bergegas Bobby menuju ruang lantai lima dari gedung yang ketinggiannya mencapai puluhan meter itu. Entah, apakah kali ini mereka berhasil selamat atau tidak. Yang ia tahu hanyalah kesetiaan terhadap Tuan Arya adalah hal paling utama. Melindungi Tuannya merupakan prinsip yang ia pegang selama menjabat sebagai asisten pribadi.


'Bertahanlah, Tuan! Aku akan segera datang!'


Berkali-kali Bobby harus menghindari kobaran api dan juga langit-langit yang mendadak runtuh di hadapan. Seperti memiliki sepuluh nyawa, Bobby tak terlihat gentar meski bisa saja mereka mati terjebak api yang sudah menguasai area gedung.

__ADS_1


Dan hanya dalam waktu singkat. Mereka akhirnya berhasil menemukan Arya. Pria itu terjebak di dalam ruang pengoperasian lift.


Sial! Tanda merah ini menunjukkan kalau Tuan Arya berada di dalam! Semoga saja Tuan Arya masih baik-baik saja.


"Halo! Apa ada orang di sana?" teriak Bobby berusaha mengalahkan bisingnya suara kobaran api.


"Apa itu kau, Bobby?"


"Ya! Apa kau bersama Tuan Arya?"


"Ya, cepat lakukan sesuatu! Tuan Arya hampir kehabisan oksigen di sini!"


Tak lagi melanjutkan perbincangan, karena tak ingin membuang-buang waktu, Bobby yang memang sudah membekali diri dengan membawa alat penghancur dinding, segera menempelkan benda itu di tembok pemisah antara mereka.


Bobby dan satu pengawal yang bersamanya itu menjauh, menghitung waktu mundur sebelum akhirnya meledakkan dinding itu.


"Tiga, dua, satu! Tekan!"


BOM!


Seketika dinding tembok itu hancur. Dan langsung terlihat sosok Jordan bersama Arya di dalam sana.


"Tuan, bertahanlah! Kami akan segera mengeluarkan-mu!"

__ADS_1


Mereka langsung menghambur ke dalam. Membopong Tuan Arya dan Jordan yang sudah terlihat lemas. Melepas selang oksigen dan langsung memasang alat itu ke pernapasan mereka. Mungkin sudah sekitar sepuluh menit mereka terpapar asap di dalam sana.


Sedari awal Arya tidak sendiri. Saat menyerang dua brandal bayaran di atas lift, Jordan sudah berada di sana untuk membantunya. Mereka memang berhasil menjatuhkan kedua brandal itu, sayangnya waktu yang diperhitungkan oleh mereka sedikit meleset dari perkiraan. Beruntung Jordan sigap menghubungi Bobby. Asisten yang bak malaikat itu. Ya, dia selalu hadir secepat kilat saat diperlukan.


"Cepat! Bawa Tuan Arya dan Jordan ke dalam helikopter! Kita harus bergegas!"


Meski nyaris lemas, Arya dan Jordan masih sadar sepenuhnya. Mereka hanya terlalu banyak terhirup udara yang bercampur asap itu.


"Hubungi Dokter Sherly, katakan padanya untuk menunggu kami di Maindland Palace."


"Baik, Tuan!"


Maindland Palace, adalah salah satu istana kediaman Presdir Arya Pohan. Tempat ia bernaung setelah usai di usir ibunya dulu.


Missi penyelamatan telah selesai, semua berjalan sesuai rencana.


Missi kali ini berhasil tanpa kendala. Kini, helikopter itu lebih dulu kembali beroperasi di udara sebelum akhirnya tim pemadam datang, dan masuk ke gedung untuk memadamkan api.


*****


Yang bingung tentang pengusiran Presdir Arya, bisa cek ulang di chapter satu, ya!


Saya up satu dulu. Kalo sempat siang up lagi. Maaf sedikit, agak susah nyari waktu luangnya 🙏

__ADS_1


__ADS_2