Pencarian Jodoh Sang CEO

Pencarian Jodoh Sang CEO
Capten Presdir Brillian


__ADS_3

Perayaan festival tahunan pulau xx telah usai. Rasa lelah telah bekerja di GCK grup terbayar lunas saat semua karyawan akhirnya dapat manikmati liburan terlama sepanjang  sejarah perusahaan itu.


Masa liburan akan berakhir dalam satu pekan mendatang. Sebagian karyawan telah dipulangkan, hanya mereka yang menduduki jabatan tertinggi dalam perusahaan GCK grup yang masih tertinggal untuk merayakan acara pesta terakhir di pulau xx dalam rangka ulang tahun GCK grup.


Bahkan, bukan hanya para petinggi dan menteri GCK grup yang kelak akan ikut merayakan, tapi akan ada puluhan petinggi dari pendiri-pendiri perusahaan besar, baik yang bekerjasama dengan GCK grup maupun pihak perusahaan asing  akan hadir dalam perayaan itu.


Undangan email pun sudah tersebar luas. GCK grup juga mengundang puluhan pihak lawan dalam acara kali ini. Karena memang acara terakhir ini bukan hanya sebatas pesta dan senang-senang.  Tapi juga sekaligus sebagai ajang untuk mempromosikan iklan pelelangan pada bulan mendatang yang akan diselenggarakan secara besar-besaran.


*****


Kriieet!


Dap!


Langkahnya tertatih memasuki ruang kantor Presdir Brillian, pria itu bergetar hebat saat hendak menyampaikan laporan penting hasil kerja kerasnya pada atasan tertinggi itu. Ruang dengan luas yang nyaris sebesar aula pertemuan para petinggi itu terasa dingin dan mencekam. Meski terlihat mewah, tapi saat memasukinya, maka akan terasa seperti berada di tengah lingkaran iblis yang kapan saja siap menghujam nyawa hanya dengan satu acungan jari sebagai isyarat KEMATIAN.


Tubuhnya gemetar saat langkahnya berhasil berpijak di atas lantai dalam ruangan dan bertatap muka dengan sang pendiri perusahaan, Thomas Brillian.


"Cepat katakan! Ada urusan apa hingga kau terlihat begitu terdesak?" Sosok yang dijuluki pria berdarah dingin itu berbicara tanpa menatap. Jemarinya sibuk menandatangani puluhan kertas berisikan dokumen-dokumen penting di atas meja.


"Anu, Tuan! Ini .. mengenai penyergapan militer kita di markas rahasia GCK grup." Tertunduk. Takut.


Deg!


Seketika bola matanya beralih pandang, menatap lekat pria yang masih terpaku dengan kaki yang semakin terguncang, gemetar.


"Oh, teruskan!"


"Kami .. kami .. kalah telak!"


Braak! "Apaaa??"


Emosi. Spontan Brillian menggebrak meja di hadapannya. Membuat pria yang tadi berdiri itu tersentak kaget semakin gemetar. "Apa maksudmu dengan kalah telak??"


"Ma-maaf, Capten Presdir! Sepertinya kemarin kami salah prediksi. Kami mengira jika pasukan pelindung mereka hanya berkisar puluhan, tapi ternyata dugaan kami salah! Jumlah mereka dua kali lipat lebih banyak dari kita, juga kekuatan militer pasukan Presdir Arya jauh melebihi pasukan kita!"


Craap!


Sebuah buku melayang dari tangan Brillian dan langsung mendarat ke wajah pria itu. "Dasar, Bod*h!" Emosinya memuncak. Desahan napas Brillian kini terdengar jelas, menggema dalam indera pendengarnya, seakan berbunyi 'Mati lah kau sekarang juga' mengguncang hebat jantung pria yang berdiri itu.


Masih dengan raut menunduk, geram. Seperti biasa, Brilian tak suka menunjukkan mata bringasnya saat mencoba menahan emosi. "Apa kalian sempat bertemu Jordan? Apa sudah mendapat jawaban kunci password berangkas itu?" Pertanyaan yang terucap dari bibir Brillian itu terdengar dingin.


"Ma-maaf, Capten! Kami tak sempat, bahkan untuk sekadar bertemu!"


"Aggghhh! Dasar kalian semua kumpulan mafia tak berguna! Hanya meloloskan Jordan dari pulau terpencil seperti itu kalian tak bisa!"

__ADS_1


"Maafkan kesalahan kami, Tuan. kami berjanji akan mencobanya kembali!"


"Tak perlu! Meski mencoba sekali lagi pun sudah pasti kalian kembali gagal."


Pria itu mendongak. Menatap nanar sang Capten Presdir. Setumpuk uang di lemparkan oleh Brillian dan langsung terhambur di hadapannya. "Ambillah itu sebagai upah kalian! Aku hanya memberi kalian lima persen karena telah gagal melakukan misi ini!"


Glek!


"Kau tau, kali ini aku benar-benar bermurah hati, jika saja stok kesabaranku sudah terkuras habis, bisa kupastikan nyawamu sudah lenyap saat ini juga."


"Terima kasih!" sahutnya. Berkali-kali menunduk.


"Cukup!" Brillian menjulurkan tangannya. Isyarat agar pria itu berhenti menunduk. Pria itu kembali menatapnya nanar.


"Aku memaafkanmu kali ini! Tapi jika lain kali kalian melakukan misi yang gagal, jangankan sepeser uang sebagai imbalan, bahkan dengan besar hati, kalian harus merelakan nyawa kalian lenyap di tanganku!"


Pria itu menunduk. "Baik, saya mengerti. Terima kasih atas kemurahan hati Tuan Besar!"


"Hmm!" Berdehem dan tetap membelakanginya.


Pria tadi kemudian berjalan mundur dan kembali menutup rapat daun pintu. Saat raganya sudah berhasil meraih area luar, mendadak ia menggerutu, kesal. "Sialan! Sombong sekali dia! Tunggu saja saat nanti, bila kelak waktu terbalik dan aku berada di atasmu. Akan kupastikan, aku menginjak-injakmu, dan membuatmu berlutut melepas pakaian lalu menjilati kakiku!" gumamnya penuh dendam.


*****


Brillian menekan pada salah satu tombol telepon, menghubungkannya dengan sekretaris Nindy yang setia berjaga di bagian terdepan resepsionis gedung besar, kantor TB grup. (Thomas Brillian Grup)


[Tolong hubungkan aku dengan Richard!]


[Siap, Tuan!]


Jemarinya masih menggenggam sambungan telepon di sela daun telinga. Tak butuh waktu lama, permintaannya untuk menyambungkan telepon dengan Richard kini sudah terpenuhi.


[Hallo, selamat siang, Tuan Presdir!]


[Siang! .. bagaimana? Apa kau sudah berhasil menemukan passwornya? Kita harus memindahkan dokumen itu ke tempat yang lebih aman. Bukti rekaman cctv dalam gudang kemarin itu menunjukkan bahwa menyimpan dokumen pengesahan Pulau Sittar dalam Gudang tua sudah mulai rawan. Karena kini, siapa saja bisa dengan mudah keluar masuk ke dalam gudang itu]


[Anda benar,Tuan! Hanya saja, kami sudah mencobanya puluhan kali dalam sehari, tapi masih belum dapat menemukan password yang sebenarnya]


[Kau yakin sudah mencobanya puluhan kali dalam sehari dengan teliti? Jangan lewatkan satu kode pun yang mungkin bisa menjadi jawaban password itu]


[Ya, Tuan. Beberapa minggu terakhir ini, kami terus mencoba memasukkan kode password secara acak, juga mencoba memasukkan beberapa catatan tentang tanggal dan tahun penting. Namun, tetap tak membuahkan hasil]


[Hmm, begitu ya! Kuharap Jordan tak sampai buka mulut pada pihak GCK grup tentang keberadaan dokumen itu juga passwordnya]


[Ya, kami selalu berdoa semoga harapan Tuan itu selalu berpihak pada anda, Tuan]

__ADS_1


[Baiklah! Kalau begitu, silahkan lanjutkan kembali tugasmu]


[Tunggu sebentar, Tuan!!]


[Ada apa lagi?]


[Ada satu berita penting yang juga ingin saya sampaikan pada anda]


[Apa itu?]


[Kami mendapat kiriman e-mail dari pihak GCK grup]


[Oh ya! Apa isi pesannya?]


[Satu buah undangan untuk menghadiri acara pesta besar ulang tahun GCK grup]


[Hahaha] tertawa jahat. [Cih! Untuk apa dia mengundangku. Apa dia ingin pamer kesuksesan, mencoba mengucilkan dan meledekku?]


[Maaf, Tuan. Tapi sepertinya, Tuan salah menduga]


[Maksudmu?]


[Kudengar, ia mengadakan acara pesta itu tak hanya sekadar pesta huru-hara, tapi juga sekaligus ajang untuk mempromosikan iklan pelelangan salah satu artefak sejarah yang nilainya milliaran dollar, yang rencananya akan diadakan satu bulan mendatang]


[Oh! Benarkh??]


[Ya, Tuan!]


[Hmm, cukup menarik. Baiklah! Kirimkan balasan pada mereka, katakan bahwa aku menyetujui untuk hadir dalam pesta itu]


[Siap, Tuan!]


[Oh iya, satu lagi]


[Ya, Tuan?]


[Mengenai video penganiayaan dalam gudang itu. Aku ingin kau menyimpan filenya secara rapat. Dan tolong pastikan agar tak ada lagi kasus serupa yang dapat membahayakan harta karun Pulau Sittar]


[Siap, Tuan]


Tut!


Tut!


Tut!

__ADS_1


Brillian kembali menyatukan gagang tetepon itu pada tombolnya.


hari ini tayang tiga episode. mohon dukungan vote jika suka dengan novel ini🙏


__ADS_2