Pencarian Jodoh Sang CEO

Pencarian Jodoh Sang CEO
Negosiasi


__ADS_3

Hari itu Arya pergi setengah jam lebih dulu sebelum akhirnya Bobby dan Alona menyusul ke stadion mainland. Namun, pastinya dengan tujuan yang berbeda. Jika Bobby dan Alona pergi untuk membesuk Jesica, beda hal dengan Arya. Pria itu pergi karena urusan bisnis yang datang mendadak dan tak dapat dilewatkan.


Ya, lagi-lagi urusan terdesak kali ini mengenai dokumen pulau sittar dan mengenai tahanannya sang Capten Jordan.


Capten Presdir Brillian berkunjung ke gedung Hall GCK grup. Bukan untuk melalukan penyerangan atau mengambil alih secara paksa saham-saham milik GCK grup, melainkan untuk melakukan negosiasi pertukaran Capten Jordan dengan aset dua pulau. Sebuah keputusan  besar yang dilayangkan oleh pihak musuh itu yang pasti akan menyebabkan kerugian besar oleh pihak mereka sendiri.


Arya tiba setelah setengah jam mereka menunggu di aula pertemuan para petinggi dalam gedung Hall GCK grup. Pria itu berjalan diikuti oleh segenap pengawal setia yang selalu sigap menjaga presdir mereka. Kedatangan tuan rumah disambut hangat oleh Capten Presdir Brillian. Serempak mereka berdiri tak luput memberi hormat dengan sedikit menundukkan kepala. Arya membalasnya dengan melakukan hal yang sama.


"Silahkan duduk!" serunya. Memberi hormat dengan gerakan tangan. "Apa kabar, Tuan Brillian?"


"Aku baik! Terima kasih!"


"Hmm .. seperti yang kuduga, kau akan mengatakan itu! Sungguh tak disangka kau cukup bernyali menginjakkan kakimu dikandang serigala ini!" ucap Arya dengan tawa tipisnya.


"Mengapa aku harus takut, jika serigala itu hanyalah serigala jinak?" ungkapan Brillian yang seakan melemahkan Arya berhasil membuat Arya tertawa getir.


"Serigala jinak, ya?? Hahaha! Leluconmu cukup membuatku geli! Hmm .. jadi apa yang membawamu kemari?" Arya menautkan jemarinya di atas meja tepat bawah dagu.


Brillian membalas dengan senyum tipis sebelum akhirnya berbicara. "Kudengar, kau begitu terobsesi dengan dokumen pulau sittar!"


"Oh, soal pulau itu ya? Ya! Aku memang menginginkannya! Lalu kenapa?"


"Aku ingin menawarkan pertukaran padamu!"


"Pertukaran? Apa yang kau maksud?"


"Bagaimana jika aku memberimu dua pulau sekaligus dengan cuma-cuma! Dan sebagai gantinya, aku ingin kau melepas Capten Jordan!" Mendengarnya, seketika Arya tertawa keras.

__ADS_1


"Kenapa? Apa penawaranku ini lucu?"


"Ya! Tentu saja! Sangat lucu! Kau pikir aku bodoh? Apa menurutmu dua pulau yang kau maksud itu lebih berharga dari pulau sittar? Sekalipun kau memberiku sepuluh pulau secara cuma-cuma, aku tak akan bodoh lalu menyerahkan pulau sittar begitu saja."


"Arya! Kau keterlaluan!" Mendadak darah dalam tubuh Brillian berdesir hingga ke ubun, emosinya tak tertahan, hingga menggebrak meja di hadapannya. Bagaimana tidak, tawarannya untuk bernegosiasi tak ayalnya sebuah hinaan. Dengan mengatakan sepuluh pulau bahkan tak lebih berharga dari satu buah pulau kecil.


"Apa yang kau lakukan? Apa baru saja kau berusaha membangunkan serigala jinak ini?" Tatapan Arya menusuk dengan tajamnya.


Pandangan Brillian menunjukkan taring yang sama tajamnya, pria yang hampir setengah abad itu terlihat begitu emosi. Namun, kembali ia berusaha bersikap ramah. Mendesis kesal sebelum akhirnya berbicara. "Maaf, aku terbawa emosi!"


"Ya, aku bisa memaklumi itu!"


"Presdir Arya! Sejak awal aku tahu, saat terjadi penyerangan padamu di pulau xx, kau tidak benar-benar diserang oleh kumpulan mafia kecil yang terdiri dari anak buah Jordan!"


Arya mengernyit. "Apa yang kau tahu?"


Sedang anak buah Brillian yang tak mengantongi senjata hanya dapat melindungi sang capten dengan tubuh mereka. Ya, senjata mereka sudah di tahan sesaat sebelum memasuki area gedung Hall GCK grup. "Tenang, Tuan! Kami akan setia melindungi anda!" tukas anak buahnya dengan penuh penegasan.


Arya mengangkat satu tangan yang artinya menahan tembakan sekaligus menyumpal mulut anak buahnya agar berhenti ikut campur dalam urusan itu.


"Maaf, Tuan. Saya hanya geram mendengar tuduhannya yang tidak berlandaskan fakta terhadap Tuan!"


"Kau tak perlu ikut campur! Aku tak memberimu hak untuk berbicara di sini!" tukas Arya pelan.


"Maaf, saya ceroboh!" jawabnya.


"Turunkan senjatamu!"

__ADS_1


"Baik!"


"Lanjutkan!" Arya meminta Brillian untuk melanjutkan ucapannya yang sempat terputus.


"Kau tidak benar-benar diserang, bukan? Semua yang terjadi saat itu hanya rencana pengalihan agar kau punya alasan kuat untuk menyerang Markas Gagak merah! Semua itu sudah kau rencanakan! Tujuan utamamu adalah menculik Capten Jordan! Benarkah begitu??"


Seketika tawa Arya terdengar menggelegar. "Ternyata kau cukup pandai menebak alur rencanaku!"


"Kau benar-benar licik, Arya. Caramu untuk mencapai tujuan yang kau inginkan benar-benar keji! Apa kau tak takut jika saja saat itu nyawamu benar-benar terenggang?"


"Cih! Apa kau sedang mengkhawatirkan nyawaku? Lagi pula, hal itu tak akan terjadi. Seperti yang kau katakan, karena semua ini sudah aku rencanakan! Sudah pasti aku tak akan mati! Apa kau baru saja melupakan julukanku? Aku yang berjuluk serigala bukankah pasti memiliki sembilan nyawa. Aku tak akan mati konyol hanya karena hal seperti itu!"


"Kau benar-benar sombong dan licik!"


"Jaga bicaramu, Presdir! Aku bisa saja meluncurkan peluru ke atas kepalamu  saat ini jika aku mau!"


"Kenapa kau memungkiri kenyataannya, apa kau tak sadar bahwa kau memang sombong dan licik?"


"Cukup! Berhenti mengataiku licik! Kalau kau katakan aku sombong, itu benar karena aku adalah pria terpandang dengan segenap harta di berbagai penjuru dunia. Tapi jika kau mengatakan aku licik, kurasa kau salah besar!" ungkap Arya.


"Alasan kenapa aku begitu menginginkan pulau sittar karena harta yang tertimbun dalam pulau itu adalah hak paten keluarga Pohan. Dan Jordan adalah perampok yang sebenarnya. Aku hanya ingin mengambil kembali aset yang sudah menjadi hakku. Jadi, kurasa kau tak berhak mengataiku licik!"


Brillian terdiam mendengarnya. Hanya tatapan matanya yang terus memandang tajam.


"Anak buahku bisa menunjukkan beberapa buktinya padamu jika kau mengira aku berdusta!"


Brillian masih mematung.

__ADS_1


"Baiklah! Kalau sudah tak ada yang perlu kau katakan lagi, kurasa pertemuan kita cukup sampai di sini! Maaf aku harus pergi sekarang, ada hal penting yang juga harus kuurus! Sampai jumpa di acara pesta ulang tahun perusahaanku!" Arya melambai dengan memunggungi Brillian saat langkahnya sudah lima kaki lebih jauh.


__ADS_2