
Seketika Alona terkejut dengan mata melotot.
Tampak di depannya seorang pria dengan setelan jaz, sepatu fantopel, dan kaca mata hitam. Sama persis dengan setelan Arya yang pernah ia lihat sewaktu berada dalam bus dekat stadion.
Beberapa bodyguard dengan body kekar mendatangi Alona. Dari gerak-geriknya, para pengawal itu seakan hendak memukul si gadis.
"Ma-maaf, saya gak sengaja!" ucap Alona sedikit gagap. Namun, pria-pria itu tetap mendekat tak luput dengan wajah sangarnya. Alona bergidik, tubuhnya nyaris menempel pada tiang.
Mampus gue! Mau diapain nih sama mereka?
Ia bergidik ngeri. Lantas menutup rapat kedua mata.
"Cukup! Biarkan dia pergi!" Pria yang tampak dikawal itu berseru dan berhasil menghentikan langkah para bodyguard tadi.
Pelan Alona membuka mata. Tampak sosok pria tamvan berkarisma itu melepas kaca matanya. Membuat Alona terpana untuk beberapa saat. Hingga nyaris air liur menetes dari sela mulutnya yang sedari tadi menganga.
Sosok pria tampan itu kemudian mendekat ke arah Alona. Gadis itu semakin terpana, kedua betisnya seakan menempel di atas aspal.
Duuh, siapa sih yang naruh lem di sini, kaki gue sampai gak bisa gerak!
Jarak pria itu kini hanya tinggal dua meter. "Haii ...." panggilnya.
"Haii ...." balas Alona pelan dengan senyum sumeringah.
"Haii ...." Suara sahutan yang sama terdengar dari arah belakang. Alona terkejut.
'Apa?? Bukannya dia menyapa gue??'
Ia bergidik. Perlahan memutar kepala, tampak seorang pria yang juga tampan. Namun, gerakannya gemulai layaknya perempuan.
"Dari mana aja lu, Cyiiin! Gue udah nunggu lama nih!" tukas pria tadi saat mereka sudah saling bertemu.
Mendengar obrolan mereka, mata Alona seketika membulat.
"Sialan! Ternyata kumpulan melambai!" Bibir si gadis memonyong untuk beberapa detik. Sesaat ia mengira pria tampan tadi melambai padanya, ternyata oh ternyata.
"Say, buruaan! Keburu ketinggalan pesawat nih!" teriak salah satu pengawal yang tadi hendak memukul Alona.
Gadis itu semakin menganga. Dilapnya liur yang sebelumnya sempat menetes.
"Ewwwhh!" gumamnya.
Mendadak betis Alona kembali normal. Tak lagi terasa sepatu yang tadi seakan menempel pada aspal. Secepat mungkin gadis itu menghindar dari kumpulan mafia lekong.
Alona sudah cukup jauh dari mereka. Kembali gadis itu teringat akan beban masalah yang sebelumnya dipikul olehnya.
"Huffttt!" Ia menghela napas.
Kembali ia susuri area pejalan kaki yang tampak sepi.
"Alonaaa?" Terdengar seseorang memanggil namanya. Gadis itu menoleh. Dari seberang jalan, seorang pria dengan motor besarnya berhenti di bahu jalan.
"Mau ngapain lagi itu orang?" gumam Alona.
"Alonaa? Sini!" serunya.
"Mau ngapain lagi sih, loe?" Gadis itu berteriak ke arahnya, sesaat kemudian memalingkan wajah, tak menghiraukan Arya yang lagi-lagi mendapatinya seorang diri di tepi jalan.
__ADS_1
Alona melangkah dengan gerakan cepat. Setengah berlari, menghindari sang pria tamvan yang masih tak sadar telah melukai perasaannya.
"Alona? Mau ke mana?" serunya. Sedetik kemudian Alona menghilang di balik gang kecil.
"Tuh anak kenapa sih?" rutuknya.
_________&&
Deburan ombak menyapu habis bibir pantai. Tak hanya sekali, sudah puluhan kali betis mungil si gadis terkena kibasan ombak yang setia menyambangi bibir pantai.
Butiran pasir menutupi jemari kakinya. Ia menatap ke bawah. Memperhatikan nama yang ia tulis di atas pasir. Sudah sepuluh kali ia menulis dan sebanyak itu pula tulisan itu lenyap.
Pipinya yang tadi basah kini mengering. Habis sudah air mata, tak lagi sanggup ia tumpahkah.
"Alona bod*h!" teriaknya dari ujung pantai. Deru angin yang berhembus seakan menyahut seruan darinya.
Lagi dan lagi, gadis itu tertunduk. Dipukulnya dada yang terasa sesak. Berharap dengan berteriak, semua akan terasa longgar.
*Gue hampir gak pernah jatuh cinta, tapi sekali anugerah itu datang, kenapa harus sama seperti menulis di atas pasir ini!
Cinta itu gak adil. Dia datang, tapi cuma buat menyapa. Sekarang, pergi lagi ninggalin gue! Kejaaam*!
"Alona?"
Deg!
Mata sang gadis sontak menyalak. Diputarnya kelapa secara perlahan.
"Boby?"
Pria itu tersenyum ke arahnya. Lalu tanpa diminta duduk di samping sang gadis.
"Gakpapa!" ungkap si gadis, menyapu lendir di sela hidung. "Lu ngapain di sini? Bukannya lu lagi ngemban tugas berat?"
"Udah kelar! Mereka udah mulai pestanya! Lu kenapa gak ikutan? Oh iya, tadi Jesica nyariin elu!"
"Jesicaa?"
"He-em!"
'Anak itu! Ngapain dia cari gue, mau nunjukin lagi ke gue kalo dia selalu unggul! Aggghh.' Si gadis membatin.
"Kenapa? Kok lu ngelamun?"
Alona menggeleng. "Gakpapa!"
"Lu ada masalah apa sih, sampai sedih begitu? Coba cerita sama gue!"
"Gue cuma lagi galau!"
"Galau kenapa? Masalah uang?"
"Uang? Itu sih salah satunya, tapi bukan yang utama!"
"Waduh, mang apa lagi selain uang?"
"Kalo gue cerita, lu janji jangan ngeledek yaa!"
__ADS_1
"Iyee, mang apaan?"
"Ini, masalah nasib percintaan gue!"
"Oh soal cinta! Kenapa? Lu ditolak?"
"Kagak!"
"Terus? Lu diterima?"
"Ya kagak jugaaa!"
"Jadi apa dong??"
"Gue .. belum pernah ungkapin perasaan gue kok!"
"Ya udah, kalo gitu lu coba ungkapin aja dulu! Gak dicoba gak akan tau hasilnya."
"Gak semudah itu, Bob! Masalahnya, ini tuh kasus cinta pertama gue. Gue gak punya nyali. Dan lagi, cowok yang gue taksir itu suka sama teman gue!"
"Hmm, serumit itu yaaa ...." Boby meletakkan jarinya di sela dagu.
"Gue musti gimana dong, Bob! Huhuhu!" Ia merengek, memegangi lengan Boby.
"Mang siapa sih cowok itu, biar gue coba bantu!"
"Diaa ...." Seketika Alona terdiam
Apa iya gue musti kasih tau Boby kalo cowok itu adalah Bima.' batinnya bergumam.
"Siapaa?"
"Mendingan lu gak usah tau deh!" Mendadak Alona mengurungkan niatnya memberitahukan Boby.
"Loh! Kenapa? Gue kan niat ngebantu elo. Gue gak bakal ngeledek kok, janji deh!" tukas Boby mengacungkan kelingking kanannya.
"Serius lu mau bantu? Walaupun kalo berhasil gue gak sanggup ngupah!"
"Hahhaha! Lucu banget sih loe, gue tulus kali, gak berharap imbalan!"
"Jadi, bener nih mau ngebantu?"
"Iyaa, kita coba aja dulu!" Senyumnya mengembang, niatnya benar tulus ingin menolong Alona.
"Bener ya, gak bakal ngeledek?!"
"Iyaaa! Kan tadi udah janjii!"
"Cowok itu ...."
"Hmm?"
"Dia .. Bima! Temen loe!"
Bruuuup!
Seketika Boby keselek.
__ADS_1
"Apaa? Bimaa??"
mohon dukung author dengan vote! like komen juga yaa!