
Beberapa saat sebelum Jesica memergoki Arya dan Alona yang tengah berduaan di atas ranjang ....
_______&&
"Tu anak ke mana sih?" gumam Jesica sambil terus mencoba menghubungi nomor Alona. Berkali-kali panggilan yang ia tujukan pada Alona gagal alias tak tersambung.
"Apa mungkin dia ada di penginapan. Ah! Mending gue coba susul aja!" tukasnya yang langsung menuju kamar milik Alona.
Sesampainya di lantai dua, tak ada tanda-tanda kehadiran sang sahabat. Hanya beberapa penghuni kamar lainnya.
"Ehh, lihat Alona gak?" tanyanya pada seorang karyawan yang kamarnya tepat bersebelahan dengan sang sahabat.
"Gak lihat tuh!" sahut wanita yang ditanya Jesica.
"Ke mana sih tuh anak?" Kembali Jesica bergumam.
Jesica mulai bertanya pada setiap karyawan wanita yang ia jumpai di lantai dua itu. Namun tetap saja, jawaban mereka selalu sama. Hanya dua patah kata 'Gak Tau!'.
Menyerah. Wanita anggun itu kembali menuruni anak tangga. Baru saja langkahnya sampai di lantai dasar, seketika ia teringat dengan sosok pria yang mengaku salah satu dari anggota GCK grup. Yang akhir-akhir ini kehadirannya masih menjadi teka-teki dalam benak Jesica.
Ya, sosok pria yang Jesica ketahui bernama Bima. Yang tak lain adalah samaran dari CEO mereka, Arya Pohan.
"Oh iya! Dari tadi gue gak ada lihat Bima! Bukannya dia bilang kalau dia juga anggota GCK grup. Tapi kenapa dia gak ada?? Apa mungkin dia ada di penginapan? Ah! Gue datangi aja kali yaa!"
Wanita itu melangkah dengan mantap menuju penginapan Arya. Namun, mendadak langkahnya terhenti.
"Eh, tapi .. kemarin kan gue habis ninggalin dia?? Apa dia gak marah sama gue?! Ahh! Repot amat sih, kalo iya, tinggal minta maaf aja kan kelar!" Wanita itu terus bergumam.
Kembali diayunnya langkah menuju kamar Arya, sambil sesekali menyapa para karyawan lainnya tiap berpapasan.
Tak memakan waktu lama, sebab sebelumnya wanita itu pernah menyambangi kediaman Arya. Ia akhirnya tiba di depan pintu sang pria dalam waktu lima menit.
Terlihat daun pintu kamar Arya setengah terbuka.
Gadis itu tak serta merta masuk. Netranya masih fokus memandang ke sekitar.
Dari lantai dua, terlihat jelas parkiran khusus pengunjung hotel borneo.
Bebebrapa mobil tampak memadati area parkiran. Namun, ada satu buah kendaraan besar beroda dua tengah terparkir di antara jejeran mobil.
__ADS_1
"Horang kayah mah bebas!" ungkap Jesica saat melihat satu buah motor bermerk harley davidson terpampang di sana.
"Eh bentar! Itu bukannya motor yang tadi malam dipake buat ngantar si Alona?" gumamnya, seraya memicingkan mata agar dapat memastikan kalau ia tak salah lihat.
"Ohh, jadi .. cowok yang dia bilang gebetan itu anggota GCK grup juga! Hmm, hebat juga tuh anak bisa dapetin cowok tajir. Pasti pria itu salah satu orang penting di perusahaan." gumamnya.
"Gue harus cari tau nih! Kalau ternyata memang benar pria itu orang kayak, gue harus kenal sama dia, gue harus bisa dekat! Masa iya, dia gak mau sama gue yang jauh lebih cantik dari Alona!" tawa licik Jesica mengembang di atas bibir tipisnya.
"Gadis polos itu, bukannya dia bilang menyukai pria apa adanya. Dasar bohong, huh! Buktinya, pertama kali dapat gebetan aja langsung yang tajir!"
Jesica mulai iri dengan keberuntungan Alona. Ia tau kalau wanita itu benar-benar polos, hingga terbesit dalam pikirannya untuk merebut pria tajir yang mungkin sekarang sedang dekat dengan Alona.
Kembali langkah ia tujukan ke kamar Arya.
"Astaga! Gue sampai lupa, bukannya gue ke sini mau cari Bima!" gumamnya.
Dilihatnya pintu kamar Arya yang tak tertutup rapat. Gadis itu kemudian memanggil dari luar, memastikan kalau pria yang dicari benar ada di dalam.
"Bimaaa??!" panggilnya sambil terus menunggu di depan pintu. Hingga beberapa saat tak ada jawaban. Ia mencoba membuka lebar daun pintu itu.
Dan ....
"Alonaaa?? Bimaaa??"
Tampak di depan mata Alona yang tengah terbaring di atas tubuh Arya. Dan seketika itu Arya terbangun. Ia terkejut mendapati Jesica yang tengah menatapnya di ambang pintu. Sedang seorang gadis tengah berada di atas tubuhnya.
"Aaa!" Pria itu menjerit.
Spontan tangannya mendorong tubuh Alona hingga terjengkal ke lantai.
"Auuh! Sakit tau!" Gadis itu meringis memegangi bok*ng yang tampaknya menjadi korban benturan di atas lantai.
"Lu ngapain di atas badan gua? Mesum banget sih, loe!"
"Apa lu bilang?? Mesum?? Lu yang mesum!" hardik Alona padanya.
Mendengar pertengkaran keduanya, seketika Jesica menyela.
"Maaf udah ganggu moment romantis kalian! Oh iya, lain kali pintunya di tutup yaa!" ucapnya disertai tawa kecil.
__ADS_1
"Eh Je-Jes! Ini tuh gak seperti yang lu lihat. Kita gak lagi ...." Belum sempat Arya melanjutkan bicaranya, bayangan Jesica sudah tak lagi tampak di hadapan. Wanita itu sudah kabur meninggalkan kesalah pahaman yang mungkin bersemayam dalam pikirannya.
Bergegas Arya bangkit untuk mengejar Jesica.
Pria itu kemudian meraih mantel yang tergantung di samping pintu untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan satu buah kolor. Meninggalkan Alona yang masih terpaku dengan sejuta rasa kesal, sedih, marah, bingung, cemburu semua bercampur aduk.
Namun, nampaknya pengejaran Arya berujung dengan kegagalan. Selang beberapa saat pria itu kembali ke dalam kamarnya dengan wajah lesu.
Dilihatnya Alona yang kini sudah berdiri, menepuk-nepuk tubuhnya agar debu berjatuhan dari pakaian yang ia kenakan.
"Ehh! Barusan lu ngapain? Mau mesum lu? Ngomong!" Tampaknya sang pria masih marah pada Alona. Tak segan ia menghardik si gadis korban dari kesalah pahaman itu.
"Biasa aja dong ngomongnya! Gak usah pake bentak gitu!" Balas Alona, nadanya satu oktaf lebih tinggi dari Arya.
"Loh! Kok jadi kebalik lu yang marah sih?"
Alona tak lagi menyahut. Hanya bola mata yang ia tajamkan saat menatap Arya. Membuat sang pria bergidik hingga tampak jakunnya bergerak naik turun.
Glek!
Wanita itu kemudian bergegas menuju pintu kamar Arya untuk keluar dengan mata yang tak hentinya menatap tajam.
"Minggir! Gue mau lewat!" gertaknya. Disenggolnya bahu kekar Arya. Namun, tak lantas membuat pria itu tergeser. Justru sebaliknya, gadis itu yang hampir terjatuh.
Kelakuan gadis itu membuat Arya terkekeh. Seketika Alona menoleh.
"Ape loe ketawa-ketawa!" hardiknya.
"Gak jatuh! Weeee!" ledek Arya.
Seketika Alona mendekat, ditendangnya ular piton Arya yang sedari tadi tak kunjung mengantuk.
Buugg!
"Auuuuh!" Pria itu menjerit dan langsung tersungkur di lantai memegangi si dedek kecil yang tertimpa nasib malang.
"Udah jatuh kan sekarang!" ledek Alona kemudian pergi meninggalkan Arya yang terus memegangi entitit.
"Dasar, Bocil! Awas loe!" hardik Arya saat sang gadis sudah tak lagi terlihat olehnya.
__ADS_1
mohon dukung author dengan vote 🙏🥰