Pencarian Jodoh Sang CEO

Pencarian Jodoh Sang CEO
Curahan Hati Arya


__ADS_3

Bergegas Alona menuju ke penginapan miliknya.


Gadis itu tampak kegirangan, bahkan tak disadari, ia melangkah dengan gerakan berjingkit seperti anak kecil yang mendapat permen, sedang bibir itu tak hentinya tersenyum tak ayalnya boneka yang telah di setting mode laught.


"Lu kenapa, Al! Dari jauh gue perhatiin senyum-senyum sendiri?"


Seketika gadis itu terkejut dengan kehadiran sahabatnya yang tengah menunggu di ambang pintu.


"Eh, Jesica! Sejak kapan lu ada di sini? Lu mantau gue? Udah kayak CCTV aja lu!"


"CCTV apaan? Gue tanya lu kenapa dari jauh senyum-senyum sendiri?"


"Ahh Kepo banget sih, mau tau aja!"


"Ya dong! Jelas gue harus tau!"


Alona tak membalas ucapan Jesica. Hanya bibir yang ia monyongkan pertanda meledek, nyaris maju lima senti lebih panjang. Sedang langkahnya mantap menuju kamar penginapan.


"Minggir! Aye mau masuk!" ucap Alona.


"Yeee! Biasa aja dong ngomongnya!" Jesica berkata sedikit ketus. "Oh iya! Btw, yang antar loe tadi siapa??" ungkap sahabatnya sumeringah.


"Yang mana??"


"Yang mana lagi, yang antar loe tadi??"


"Yang tadi itu??"


"Ho'oh!"


"Yang naek ninja??"


"Iyee, Ndul! Belibet banget sih jawabnya!"


"Ooh, kalo yang itu sih calon gebetan gue!"


"Ciyeee gebetan! Sejak kapan kalian kenalan!"


"Emmhh! Kapan yaa?? Udah lama sih!"


"Oh ya?? Kok lu gak pernah cerita?"


"Pernah kok!"


"Yang mana? Gue gak ingat!"


"Ntar aja deh bahasnya. Gue capek nih, Jes! Pengen istirahat!" tukasnya yang langsung masuk setelah membuka pintu. Dususul oleh Jesica yang sedari tadi tak henti merocokinya.


"Capek lu bilang?" gertaknya. "Lu seharian ini ke mana aja?? Karyawan lain pada sibuk belanja keperluan buat acara barbeque, lu malah asyik mojok!"


"Ya, mau gimana lagi! Habis, lu tega banget sih ninggalin gue!" Gadis itu menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.


"Ya, sorry. Gue tadi ada perlu sebentar. Tapi setelah itu kan gue susul elo. Ehh elonya malah gak ada di seputaran supermarket."


"Justru gue terlebih dulu nyusul elo. Waktu elo turun tadi, apa lu lupa kalo gue gak pegang duit sepeser pun?"


Jesica tampak terdiam. Ucapan Alona ada benarnya.


"Tega lu sama temen sendiri!" sambung Alona.


"Terus tadi lu ke mana dong, Al?" tanyanya dengan raut sedih.


"Ya, ke mana lagi. Gue ngejar elo! Eh, lu-nya malah ninggalin gue naik bus lain!"


Seketika Jesica mendekat. Lantas memegang pergelangan Alona.


"Maafin gue ya, Al. Gue emang sahabat yang jahat karena udah ninggalin elo!"


"Iyee, gue udah gak marah lagi, kok. Toh, hari ini semua rasa sedih gue udah terbalaskan."


Kedua gadis itu kemudian berpelukan dengan senyum yang masing-masing mengembang di bibir mereka.


"Kalo gitu, boleh dong, cerita sedikit sama gue, lu seharian ini ke mana aja? Sampai larut gini baru pulang? Lu gak berbuat nakal kan di luar sana?"


"Nakal? Maksudnya?"


"Emm .. misalnya .. lu ci-u-maaan gitu!!"

__ADS_1


"Eh, sembarangan! Gue bukan cewek gampangan yaa!"


"Ehehhe! Gue gak nuduh, kok! Gue cuma mau mastiin, kali aja terjadi hal yang gak diinginkan. Lagian, gue percaya kok kalo sahabat gue ini murni masih segel dari segala aspek!"


"Aspek! Aspek! Loe kira gue dokumen!" Jesica kembali terkekeh.


"Kalo gitu, ayo dong cerita!"


"Hmm, cerita gak yaaa!"


"Cerita! Cerita! Cerita!"


"Iya, iya!"


Tawa kecil dari mereka mulai memeriahkan ruang kamar minimalis itu.


"Jadi .. hal romantis apa nih yang barusan didapat sahabat gue?"


Alona malu. Rona merah muda mulai menghiasi wajah mungilnya.


"Ciye ciyee, sampai malu!"


"Apaan sih, Jes!"


"Ciyee! Akhirnya, pecah juga deh gelar jomblo tulentnya!"


"Ngeledek mulu lu! Mentang-mentang cantik, banyak gebetan! Huuhh!"


"Udduuh, jangan ngambek dong!" Eh, btw, lu hari ini cantik banget loh!"


"Ah, bisa aja lu bikin gue seneng!"


"Gue serius! Lu cantik, mirip siapa yaa! Emmhh!" Jesica meletakkan jemari telunjuknya di samping dahi sambil menggerakkannya dengan mata yang ia arahkan ke atas setiap sedang berpikir.


"Mirip siapa??" tanya Alona sedikit kepo.


"Ahh iya gue ingat! Lu mirip tokoh kartun Jukyung Lim!"


"Ahh masa sih, lu pasti bohong. Masa iya gue secantik itu??" Alona semakin tersipu. Berpura-pura mengelak saat di katakan mirip si tokoh kartun terkenal Jukyung Lim. Sedang dalam hati ia berharap jika ia benar-benar mirip tokoh yang dimaksud sahabatnya itu.


"Lu kenapa, Jes??"


"Mulesss! Gue numpang ke toilet lu yaa!"


"Iyee! Gitu aja pake izin!"


Sahabatnya itu terkekeh. Bergegas Jesica menuju toilet yang ada di dalam kamar Alona.


"Jangan lupa cebok sama disiram yaa!" ledek si gadis.


"Sialan! Gak perlu lu ingatkan juga kali!" sahutnya yang terdengar menggema dari dalam bilik.


"Ehehhe! Mana tau kan lu lupa??"


"Etdah kepar*t kecil! Awas lu yeee!"


"Ampuuun, Nek!"


"Ohh .. tambah ngeledek! Awas yaa! Siap-siap aja loe!"


"Udah .. selesaikan aja sana! Gak usah ngomong dulu!"


"Yee! Kan lu yang ngajak ngomong! Gimana sih!" tukasnya tak terima disalahkan.


Sementara itu, Alona yang masih tak percaya dikatakan cantik oleh sahabatnya, bergegas berlari menghampiri cermin. Cermin yang selalu terletak disudut ruang seakan dapat kabur sewaktu-waktu.


Ditatapnya bayangan diri sambil sesekali mencubit pipi yang masih merona.


"Apa iya gue secantik itu??" gumamnya dengan hati bahagia.


Sementara itu di kediaman Arya ....


__________&&


Pria itu lelah. Dihempaskannya tubuh ke atas matras. Sementara di sampingnya, tampak sahabatnya Boby setia menemani. Namun, pikiran sang sahabat justru terfokus pada layar ponsel yang ia mainkan.


"Bob!"

__ADS_1


"Hmm?" sahutnya masih dengan pandangan ke layar ponsel.


"Menurut loe, salah gak sih kalo gue nguji cewek?"


"Tergantung??"


"Tergantung gimana?"


"Tergantung cara loe!"


Kembali Arya terdiam. Sedang Boby yang asyik bermain gawai sesekali tertawa sendiri.


"Bob!"


"Apa lagiii?" sahutnya ketus.


"Lu dengerin gue gak sih?!"


"Iya, gue denger kok!" tukasnya tanpa menatap Arya.


"Denger apaan? Lu main hp gitu!"


"Bentar ya! Tanggung nih!" Sahabatnya itu masih nekat mempertahankan game yang sudah diambang kemenangan. Terlihat dari mulutnya yang tak henti mengerocoki lawan mainnya dalam game.


Geram. Arya akhirnya menarik paksa ponsel Boby yang sedang ia mainkan.


"Eh eh! Hp gue mau di ke mana-in?" tukasnya. Pria itu tak menjawab. Hanya meletakkan ponsel Boby ke atas nakas.


"Lu mau dengerin gue gak? Atau lu boleh pilih antara dipecat sama gak digaji?"


"Ck, iye iyee! Lu menang. Gak perlu ancam gue juga kali!"


"Makanya, dengerin dong kalo gue ngomong."


"Mang lu mau cerita apa sih?" tukasnya dengan nada merendah.


"Gue lagi bete, ini masalah cewek!"


"Hmm .. terus?"


"Kemarin, gue ngajak tu cewek makan di restaurant! Tapi .. gue bilang kalo uang gue gak cukup buat bayar menu yang udah di pesan, dan gue pura-pura minta dia buat bantu bayarin. Gue mau tau aja, apa dia matre apa enggak. Eh .. mendadak dia marah terus ninggalin gue!"


"Hahahha! Kalo kayak gitu ceritanya sih, ya jelas tu cewek marah! Karena dia malu dilihat banyak orang. Lagian, mana ada sih cewek mau bantu bayarin. Ditambah, kalian kan baru kenal!"


"Menurut loe, gitu yaa?"


"Ya .. bisa dibilang mungkin karena dia malu. Atau dia gak punya uang."


"Hmm, jadi menurut loe, cewek kemarin itu gak matre?"


"Iyaa! Mang siapa sih tu cewek!"


"Jesica!"


"Wah! Kalo yang satu itu sih gak perlu lu ragukan lagi! Sudah pasti dia matre! Kan gue udah pernah ingatkan elo!"


Arya terdiam sesaat.


"Udahlah, cuma Jesica doang kok!"


"Menurut loe dia cuma cewek biasa! Tapi gue suka sama dia!"


"Ckk! Ngapain juga cewek begitu lu taksir! Masih banyak cewek di luar sana yang pantas buat loe!"


Arya kembali termenung. Lalu menarik selimut, menutup sempurna tubuh kekarnya yang hanya terbungkus singlet.


"Tau ah! Gue mau tidur!"


"Yee! Tadi katanya mau ngajak cerita!"


"Udah kelar!" sahut Arya dari balik selimut.


Sang sahabat yang ditinggal tidur oleh Arya hanya bisa cemberut.


Disatu sisi, teman ngobrol sudah tepar, sementara kemenangan yang tadi hampir di gapai kini harus pupus karena ulah keegoisan sahabatnya yang mengambil paksa ponsel di tangannya.


Baca juga "Rahasia Si Janda Secantik Gadis Perawan" Dijamin, gak kalah seru.

__ADS_1


__ADS_2