Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 100


__ADS_3

100


Dan dokter mencoba memakai alat pengatur jantung, agar jantung nya kembali normal kembali tapi Tuhan berkehendak lain, Khadijah menghembuskan nafas terakhir nya didekapan sang suami karena permintaan Khadijah untuk yang terakhir kalinya tidur dipangkuan suaminya, sebelum Khadijah meninggal Ustadz Hafizh memindahkan kepalanya dipangkuan nya sambil melantunkan ayat ayat suci Al-Quran, dan disitu lah nafas terakhir Khadijah dihembuskan.


"Maaf Pak ibu Khadijah tak dapat kami tolong, karena kondisi nya semakin menurun setelah dioperasi, maafkan kami karena kami nggak bisa berbuat apa apa lagi. " Ucap dokter itu dengan raut wajah berduka.


"Tidak dok.. Nggak mungkin putri saya meninggal secepat ini, tolong dok lakukan sesuatu agar putri saya kembali lagi dok.. Tolong dok.. " Ucap Kyai Abdullah sambil memegang tangan dokter agar menyelamatkan putri nya.


"Maaf Pak ini sudah takdir dari yang maha kuasa, saya sebagai dokter tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menolong sebisa saya."


Ucap dokter itu memberi pengertian pada Kyai Abdullah.


Ustadz Hafizh mencoba tegar dan ikhlas dengan kepergian istrinya yang begitu cepat meninggalkan nya.

__ADS_1


"Ya Allah dinda kenapa kamu pergi secepat ini, maafkan Abi yang belum sempat membuat mu bahagia disaat terakhir dinda,"


Dengan tetesan air mata Ustadz Hafizh terus membacakan ayat-ayat suci Al-Quran ditelinga istri tercinta nya yang sekarang meninggalkan nya untuk selamanya.


Suasana saat itu mulai pecah, Kyai Abdullah seperti tidak mengikhlaskan kepergian putri nya, Kyai Abdullah terus menyalahkan menantu nya yang meninggalkan nya Khadijah


disaat kondisi Khadijah belum stabil.


Ustadz Hafizh tidak menghiraukan ucapan mertuanya dia terus mengaji dideket tubuh istrinya yang terbujur kaku karena sudah tidak bernyawa, Khadijah pergi dengan senyuman yang terindah seperti tidak ada beban yang ditinggalkan nya karena Ustadz Hafizh ikhlas dan Ridho dengan kepergian Khadijah.


Aisyah pun tak bisa menahan deraian air mata di pipi nya, karena Khadijah sosok wanita yang patut dijadikan contoh dari kesabaran dan keikhlasan nya saat menghadapi badai dalam rumah tangga nya.


Dan saudara Khadijah mulai berdatangan, banyak yang tidak menyangka dengan kepergian Khadijah yang begitu cepat pergi meninggalkan keluarga nya.

__ADS_1


Semua sahabat kerabat dan keluarga menangisi kepergian Khadijah dirumah sakit itu.


Dan Kyai Abdullah sempat pingsan karena belum bisa ikhlas dengan kepergian putri tercinta nya.


Rumah sakit saat itu seperti kumpulan orang orang yang berdemo saking banyaknya yang datang melayat Khadijah, tapi rumah sakit melarang semua masuk karena terlalu banyak nya orang, karena takut menganggu pasien lain.


Saat itu jenazah Khadijah dibawa pulang dengan ambulan rumah sakit didampingi oleh Ustadz Hafizh dam sepupu Khadijah didalam ambulan itu.


Ustadz Hafizh terus mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh, walaupun hati nya berkecamuk dan meronta ronta atas kepergian istri tercinta nya, Ustadz Hafizh mencoba tegar dan ikhlas demi putra tercinta nya.


Ustadz Hafizh terus mendampingi istrinya sejak menghembuskan nafas terakhir nya hingga pulang menuju kediaman Kyai Abdullah.


Saat dalam perjalanan, Ustadz Hafizh teringat masa masa indah bersama istrinya, Ustadz Hafizh terus menatap wajah Khadijah yang kini ditutupi kain putih yang menutupi wajah cantik nya.

__ADS_1


Ustadz Hafizh tak terasa meneteskan air mata di pipi nya, karena Ustadz Hafizh juga manusia biasa yang juga merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian istrinya.


__ADS_2