
96
Ustadz Hafizh terdiam sejenak berpikir salah apa nggak ya menceritakan kehidupan rumah tangga nya sama sahabat nya.
"Heh Fiz kenapa kamu melamun,
Oh iya sekarang kamu mau kemana kok kayaknya buru buru sekali."
"Istri ku yang kedua juga sakit baru keluar dari rumah sakit ini makanya aku mau pulang untuk nemuin istri kedua ku."
Ucap Ustadz Hafizh dengan pandangan kosong.
"Ooh kedua istri mu sakit semua.??
" Iya, maaf ya malah curhat nih..
"Iya nggak apa apa kawan.. "Ucap temannya itu.
" Iya sudah kalau kamu mau kerumah istri kedua mu, nanti telat dan dimarahin.. Hehehe.."ledek temannya Ustadz Hafizh.
"Iya udah aku pergi dulu."
"Naik apa kamu Fiz..??
" Hem naik bus..
"Ya udah bawak mobilku ajah biar cepet nggak usah naik turun."
"Memang nya kapan kamu pulang.?? Tanya Ustadz Hafizh
" Udah bawak ajah, belum tau kapan bisa pulang soalnya istri ku masih lemes."
__ADS_1
Jawab temennya itu.
"Oh ya udah kalau gitu, makasih ya aku pergi dulu.. Assalamu'alaikum."
"Waalaikum salam." Jawab temennya Ustadz Hafizh.
Dan Ustadz Hafizh pergi membawa mobil temennya itu, sesampainya dirumah syifa banyak saudara syifa sedang menjenguk syifa, Ustadz Hafizh turun dengan membawa oleh oleh kesukaan syifa.
"Heh ada tamu tuh bawa mobil.. " Ucap saudara syifa sambil celingak celinguk keluar rumah.
"Siapa..?? Tanya saudara satunya lagi " "Nggak tau kayak orang jauh. " Balas kata saudara satunya lagi.
Syifa hanya diam tanpa merespon kata kata saudara nya itu, dan ibunya syifa keluar untuk membukakan pintu depan.
Setelah membuka pintu ibunya syifa terdiam kaget melihat menantunya datang dengan mengendarai sebuah mobil.
Ibunya syifa langsung masuk memberi tahu kan pada syifa bahwa yang datang adalah suaminya syifa.
"Syifa tuh suami mu datang bawa mobil, mobil nya siapa yang dibawa.?? Ibunya syifa ngedumel sendiri karena masih kesal pada menantu nya, karena menurutnya Ustadz Hafizh tak adil pada putri nya.
Saudara saudara nya Khadijah penasaran dengan sosok suami dari syifa karena semenjak menikah syifa belum pernah membawa Ustadz Hafizh kerumah saudara nya walaupun satu kampung.
Ustadz Hafizh berdiri diluar pintu dan mengucapkan salam.
" Assalamu'alaikum..
"Waalaikum salam.. " Jawab saudara nya syifa yang sudah berdiri ditengah tengah pintu.
"Suaminya syifa ya.?? Tanya si saudara itu.
" Iya bu.. Mbak.. "Jawab Ustadz Hafizh dengan raut wajah kemerahan karena malu.
__ADS_1
" Jangan didepan gitu nak Hafizh mau masuk.. "Tegur Ustadz Habibi pada ponakan dan saudara nya itu.
" Iya iya..
"Masuk nak Hafizh.. " Suruh Ustadz Habibi pada menantu nya.
"Iya bah..
Dan Ustadz Hafizh masuk ditengah tengah saudara syifa yang sedang berdiri dekat pintu.
" Waww tampan sekali suami syifa, makanya syifa mau dimadu,
" aku juga mau dinomer tigain kalau suaminya setampan itu aahhh.. "Ucap geli sepupunya syifa.
Ustadz Hafizh langsung masuk ke kamar syifa dengan membawa makanan kesukaannya.
" Assalamu'alaikum syifa..
"Waalaikum salam mas.. Jawab syifa dari tempat tidur nya.
" Hem paling cuman mau nganterin makanan aja.."ketus ibunya syifa menyindir menantu nya.
"Umi.. " Sapa Ustadz Hafizh sambil bersalaman pada mertuanya.
Lalu ibunya syifa keluar dari kamar syifa dan menemui saudara nya yang sedang duduk diruang tamu.
" tante tampan sekali menantu tante, nemu dimana.??
"Hemm luarnya aja tampan.. Jawab ibunya syifa sambil memutar kedua bola matanya yang menunjukkan kalau nggak suka pada menantu nya.
" Memang nya kenapa te..??
__ADS_1
Keliatan nya dia baik, ramah dan sholeh.."
"Iya itu kan menurut kalian aja, syifa aja terlalu sabar mengahadapi suami kayak gitu.." Jawab ibunya syifa dengan nada kesal.