
107
Kyai Abdullah diam sejenak berpikir apa benar keputusan nya ingin menjodohkan Ustadz Hafizh dengan Aisyah.
"Nak Hafizh Abah mau bicara sesuatu semoga setelah Abah menyampaikan keinginan Abah ini, nak Hafizh nggak menolak nya dan menerima dengan ikhlas..?? Ucap Kyai Abdullah penuh dengan tanda tanya pada Ustadz Hafizh.
" Iya ada apa bah.. Insya Allah kalau permintaan Abah tidak keluar dari syari'at islam Hafizh akan memenuhinya."
Jawab Ustadz Hafizh semakin penasaran.
"Sebenarnya Abah mau kamu..??
" Mau apa bah.. Abah ini bikin penasaran ajah.. "Ucap Ustadz Hafizh sambil tersenyum.
" Abah mau kamu menikahi Aisyah..
__ADS_1
"Aisyah bah..??? Sontak Ustadz Hafizh kaget dengan ucapan mertuanya yang meminta nya untuk menikahi syifa.
" Apa kamu nggak mau menikah dengan Aisyah.. Memang Abah belum bicara sama Aisyah tentang perjodohan ini tapi Abah mau mendengar Jawaban nak Hafizh dulu, kalau nak setuju Abah tinggal bicara sama Aisyah."
"Tapi bah, mana mungkin Hafizh menikahi Aisyah sedang kan Hafizh mempunyai istri, dan Hafizh nggak mau mengulangi kesalahan Hafizh lagi bah.." Ucap Ustadz Hafizh menundukkan kepala nya tanpa melihat wajah mertuanya.
"Kenapa kalau sekarang kamu nggak mau menikah dengan Aisyah sedang kan dulu kamu menduakan Putri Abah yang sangat patuh sama kamu, " Ucap Kyai Abdullah dengan perasaan kecewa pada Ustadz Hafizh.
"Tapi maaf bahkalau dulu itu semua keikhlasan dari Khadijah bah.." Jawab Ustadz Hafizh pelan penuh dengan kesopanan.
"Sekarang sama saja kamu tinggal minta ijin sama istri mu, Abah mau pokoknya kamu menikah dengan Aisyah, apa kamu nggak berpikir siapa yang mengasuh dan menjaga Muhammad setelah meninggal nya Khadijah, kamu sendiri sibuk dengan kesedihan kamu dan Aisyah menyayangi Muhammad seperti putra nya sendiri."
Ustadz Hafizh terdiam mendengar ucapan mertuanya yang mulai menaikkan suaranya.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan kenapa kejadian ini terulang lagi, aku nggak mau membuat hati wanita tersakiti karena aku tidak mencintai nya, apa lagi ini Aisyah yang sangat menyayangi putra ku sendiri, kalau aku menerima bagaimana dengan syifa, pasti dia akan marah dan kecewa.. " Ucap batin Ustadz Hafizh.
__ADS_1
Ya sudah Abah mau istirahat dulu, dan Abah kasih waktu tiga hari untuk menjawab permintaan Abah ini. "Ucap Kyai Abdullah dan bangun dari tempat duduk nya.
" Baik bah..
Dan Ustadz Hafizh pun beranjak pergi dari ruang tamu itu dan berpapasan dengan Aisyah diruang tengah,
Ustadz Hafizh kaget melihat Aisyah yang tiba-tiba berada didepan nya tapi Ustadz Hafizh tak menegurnya karena masih syok hatinya setelah mendengar permintaan mertuanya.
Aisyah terdiam melihat Ustadz Hafizh yang hanya melewati nya tanpa menegurnya, Aisyah menatap wajah Ustadz Hafizh yang lewat didepan nya tanpa menegurnya juga. Dan Ustadz Hafizh langsung masuk kamar.
"Iihhh kenapa Ustadz Hafizh itu kok tumben nggak negur biasanya paling ramah, apa habis dimarahin sama Kyai ya..?? Ucap Aisyah ngedumel sendiri dan langsung menuju dapur untuk membuat kan susu Muhammad.
Setelah dikamar Ustadz Hafizh merebahkan badanya dikasur yang empuk dan di dingini oleh AC,
"Sayang Khadijah Abi harus bagaimana.?
__ADS_1
Apa Abi harus menerima permintaan Abah, bagaimana dengan perasaan syifa, apa dia akan setuju, ya Allah.. Cobaan apa lagi, tapi Aisyah mau nggak ya sama aku, aku kan udah mempunyai istri dua kali, heemm begini lah nasib kalau jadi orang tampan banyak yang ngelamar hehehe.."ucap Ustadz Hafizh sendiri dikamar nya sambil ketawa ketawa nggak jelas.
"Ooh ya ya kenapa aku tadi nggak negur Aisyah padahal aku tadi berpapasan dengan Aisyah di ruang tengah, hem.. Masak aku salting sendiri hehehe..