
Dan tidak sengaja Ustadz Hafizh melihat Ustadz Fatah keluar dari ruangan tengah,
Dan Ustadz Hafizh langsung menemui Khadijah,
"Siapa tadi yang kesini Din?? Tannya Ustadz Hafizh pelan.
" Abi maafin dinda, dinda nggak tau kalau Abang Fatah masuk keruangan ini.
"Oohh Fatah!!! Ucap Ustadz Hafizh dengan nada yang sedikit kesal.
Khadijah langsung berdiri dan memegang tangan Ustadz Hafizh untuk meminta maaf karena takut Ustadz Hafizh salah Faham, tapi Ustadz Hafizh masih cemburu dengan kelakuan Ustadz Fatah yang terus mengejar Khadijah,
Ustadz Hafizh hanya diam tanpa mengatakan sesuatu apa pun.
Khadijah yang mersa bersalah terus meminta maaf, dan mengelilingi Ustadz Hafizh sambil berlari kecil memegang telinga nya sampai Ustadz Hafizh memaafkan Khadijah.
Ustadz Hafizh melihati Khadijah yang berlari mengelilingi dirinya, dan karna tidak tahan Ustadz Hafizh tertawa lepas karena melihat kelakuan istrinya seperti anak kecil yang meminta mainan.
"Sayang istri ku udah jangan lari terus Abi sudah memaafkan mu sebelum dinda meminta maaf, karena Abi tahu dinda tidak akan mengecewakan Abi." Ucap Ustadz Hafizh sambil memegang tangan Khadijah yang sudah kelelahan karena berlari mengelilingi Ustadz Hafizh agar dimaafkan.
Dan setelah beberapa hari Khadijah dan Ustadz Hafizh pulang kerumah Ustadz Hafizh untuk melihat kondisi rumah Ustadz Hafizh yang udah beberapa bulan tidak ditempati.
__ADS_1
Rumah yang penuh kenangan bersama orang tua Ustadz Hafizh, membuat Ustadz Hafizh sedih dan hampir meneteskan air mata karena teringat mass masa bersama orang tuanya dulu.
Ustadz Hafizh berjalan kesetiap sudut rumahnya yang penuh dengan debu dan kotor.
Lalu Khadijah mengambil sapu lidi untuk membersihkan rumah suaminya.
"Sayang udah biar Abi yang nyapu, sini sapunya."Ucap Ustadz Hafizh sambil mengambil sapu dari tangan istrinya.
" Udah Bi, biar dinda aja yang nyapu."ucap Khadijah dengan lembut.
"Oh ya Bi, umur berapa Abi dtinggal orang tua Abi?? Tanya Khadijah sambil membersihkan meja karena begitu banyak debu.
" Heemm insya Allah kalau ditinggal umi pas lagi ngelahirin Abi, kalau Abah meninggal saat Abi sudah mondok"
"Maafin dinda ya Bi, dinda tidak sengaja bertanya masa lalu Abi."ucap Khadijah sambil mengusap air mata suaminya karena mulai menetes di pipinya.
" Ngga Apa apa sayaang mungkin Abi yang terlalu cengeng."ucap Ustadz Hafizh.
"Oh iya sayang suatu saat dinda mau nggak Abi bawa pulang kesini?? Tanya Ustadz Hafizh pada sang istri.
" Dinda terserah Abi, sekarang dinda sudah syah menjadi istri Abi, dinda nurut apa kata Abi."ucap Khadijah sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah bersih rumah Ustadz Hafizh lalu mereka berdua pulang dan di tengah perjalan Ustadz Hafizh mengajak Khadijah pergi jalan jalan ke sebuah taman yang tak dari tempat tinggal Ustadz Hafizh, disana ada sebuah taman yang bermacam-macam bunga,Ustadz Hafizh dan Khadijah duduk di tengah tengah ribuan bunga.
"Dinda cantik cantik ya bunganya tapi masih cantikan dinda loh.." Ucap Ustadz Hafizh ngegombalin istrinya.
Tak berapa duduk Ustadz Hafizh bertemu dengan seorang teman lamanya pas masih sekolah SMP.
"Assalamu'alaikum wahai sahabat" ucap Teman Ustadz Hafizh sambil menepuk pundak Ustadz Hafizh.
"Waalaikumsalam.. Sahabat bagaimana kabarmu?? Ucap Ustadz Hafizh sambil menoleh ke arah temannya.
" Ini siapa??
Istrimu??" Ucap teman Ustadz Hafizh.
"Iya Alhamdulillah ini istriku putri Kyai Abdullah."jawab Ustadz Hafizh
"Kapan nikah kok nggak ngundang."
"Maaf bukan nggak mau ngundang tapi acara nya mendadak." Ucap Ustadz Hafizh.
"Oh ya Antum sama siapa?? Tanya Ustadz Hafizh.
__ADS_1
" Alhamdulillah Ana juga sudah menikah."jawab temannya.