Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 95


__ADS_3

95


Khadijah terus diam tanpa menegur suaminya yang semakin melamun.


Lalu Ustadz Hafizh menumpahkan nasi yang disuapi pada Khadijah.


"Astaghfirullah.. Maaf sayang Abi nggak sengaja." Sontak Ustadz Hafizh kaget karena mangkok nya jatuh dari tangannya.


"Nggak apa apa bi,


Dan Ustadz Hafizh langsung membersihkan soto yang tumpah dibaju Khadijah dan dilantai.


" Abi kenapa sejak kembali dari luar tadi Abi melamun terus, dan pandangan Abi ke mana-mana."tegur Khadijah pada suaminya.


"Nggak apa apa sayang..


" Dinda tau pasti Abi kepikiran sama syifa ya.??


"Nggak sayang, Abi kepikiran sama putra kitt sedang apa ya dia. " Ucap Ustadz Hafizh mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Bi.. Dinda tau Abi, Abi nggak usah nutupin dari dinda,


Abi sekarang pergi temui syifa dinda nggak apa apa, dan Abi nggak usah khawatir masalah Abah, Abah insya Allah nggak bakalan kesini, mungkin besok.."


Suruh Khadijah pada suaminya.


"Nggak sayang mana mungkin Abi ninggalin dinda sendiri." Saut Ustadz Hafizh dengan pelan.


"Pergi lah bi.. Syifa juga butuh perhatian dari Abi, dinda nggak apa apa lagian dinda udah nggak sakit lagi tinggal sakit bekas operasi aja."


Ustadz Hafizh terdiam membisu tanpa kata, wajahnya sayu seperti orang kehilangan sesuatu.


Ustadz Hafizh bingung harus bagaimana karena kedua istrinya sama sama membutuhkan kasih sayang dan perhatian.

__ADS_1


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan, bagaimana ini kedua istriku sama-sama membutuhkan ku, aku bingung ya Allah."


Ucap batin Ustadz Hafizh mengadu pada sang maha Kuasa.


"Abi nggak usah bingung gitu, pergi lah bi, dinda ikhlas dinda nggak apa apa." Ucap Khadijah meyakinkan suaminya.


"Beneran dinda nggak apa apa.??


" Insya Allah bi..


"Maaf ya sayang Abi tidak tahu lagi ini salah apa nggak tapi Abi merasa nggak enak sama keluarga syifa kalau Abi nggak nganterin syifa pulang, sekali maafin Abi."


"Bi, ini kan udah jadi kesepakatan kita berdua dari awal, dinda ikhlas kalau harus berbagi waktu dengan syifa."


Ucap dengan kelembutan hati Khadijah.


"Ya Abi pamit dulu, tapi Abi nggak bakalan lama, Abi cuma sebentar aja mau ngeliat keadaan syifa."


"Abi.. Pergi lah..!!


Dengan berat hati Ustadz Hafizh pergi menemui syifa di rumah nya, dan sesampainya didepan rumah sakit, Ustadz Hafizh bertemu dengan temannya yang sedang nungguin istrinya baru melahirkan.


" Hai Hafizh.. "Tegur teman Ustadz Hafizh.


" Assalamu'alaikum kawan gimana kabarnya.??


Tanya Ustadz Hafizh.


"Waalaikum salam Alhamdulillah baik, sedang apa kamu disini."


"Aku disini sedang menjaga istriku yang baru lahiran.."


Jawab temannya itu.

__ADS_1


"Ooh istrimu sudah melahirkan.??


Alhamdulillah sekarang kamu sudah menjadi seorang ayah. "


Ucap Ustadz Hafizh dengan senyuman.


"Memangnya kamu belum punya anak.??


Tanya temannya itu.


" Alhamdulillah aku juga sudah mempunyai seorang putra."jawab Ustadz Hafizh dengan wajah lesu.


"Ada apa Fiz, kenapa muka kamu lesu gitu..??


Oh ya dan kamu lagi apa disini.??


" Istri ku habis operasi kanker payudara."


Jawab Ustadz Hafizh dengan raut wajah yang tak karuan.


"Ya sudah duduk dulu, coba sebenernya ada apa kok kelihatan nya kamu banyak pikiran.?? Tanya temen-nya itu.


" Iya kawan aku terjebak dalam dua orang istri..


"Maksud kamu, kamu punya dua orang istri.??


" Iya makanya aku bingung sekarang.. "


"Heh bingung kenapa enak punya dua orang istri, apa kamu nggak bahagia dengan pernikahan mu Fiz..??


" Aku juga bingung sama perasaan ku sendiri bahagia atau tidak.."


"Itukan pilihan kamu menikahi dua orang perempuan.??

__ADS_1


" Cerita nya panjang kawan..


__ADS_2