Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
Episode 61


__ADS_3

61


Khadijah dan Ustadz Hafizh pun masuk kedalam untuk melanjutkan acara akad nikah.


"Bisa dilanjutkan sekarang soalnya saya masih banyak pengantin yang saya mau nikahkan.??


" Ya bisa pak, gimana nak Hafizh?? Tanya Ustadz Habibi.


"Ya Ustadz.!!


Dan Ustadz Hafizh mulai menjabat tangan Ustadz Habibi untuk mengucapkan ijab qobul.


Setelah membaca sholawat dan doa Ustadz Hafizh dengan pelannya mengucapkan ijab qobul.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku yang bernama Asyifa tus sholehah binti Habibi dengan maskawin seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat dua gram dibayar tunai."


Dan Ustadz Hafizh langsung menjawab.


"Saya Terima nikah dan kawinnya Asyifa tus Sholehah binti Habibi dengan maskawin tersebut dibayar tunai..." Ucap Ustadz Hafizh dengan suara yang pelan sekali.


"Gimana para saksi??


Syah syah syah..


Dan syah lah Ustadz Hafizh menjadi suami dari Syifa.


Setelah selesai ijab qobul Khadijah tak bisa menahan air matanya yang menetes di balik cadar nya, dan Ustadz Hafizh pun menghampiri Khadijah bersalaman dan mencium keningnya dan meminta restu sang istri.


Dan baru Ustadz Hafizh menghampiri Syifa yang terbaring diatas tempat tidur.


Khadijah yana tak tahan melihat suaminya bersanding dengan perempuan lain,


Langsung pergi berlari keluar kamar dan duduk di kursi.


Khadijah menangis sampai tersedu sedu membasahi cadar yang dipakainya.


Dan Ustadz Hafizh pun berlari keluar menghampiri Khadijah.


"Sayang dinda, ini yang Abi takuti menyakiti perasaan mu."


"Tidak bi..dinda hanya meluapkan kekesalan dinda, pada dinda sendiri.


" Sayang dinda mau kemna??


"Dinda mau pulang bi, soalnya capek banget."


"Ya udah Abi anterin ya sayang.."


"Ya bi..


Dan setelah sampai dirumah Ustadz Hafizh mendampingi istrinya masuk kekamar, dan menyuruh nya untuk istirahat.


" Sayang Abi ambilin minum dulu ya.."


"Ya bi.."

__ADS_1


Dan setelah Ustadz Hafizh melayani istrinya, Ustadz Hafizh berpikir untuk kembali lagi kerumah sakit karena meras nggak enak dengan keluarga Ustadz Habibi yang lupa tidak berpamitan pas lagi pergi mengantarkan Khadijah


pulang.


Tapi disaat mau ijin pergi kerumah sakit ternyata Khadijah mengeluh sakit perut.


"Huu aduh aduh.. Kenapa sayang, apanya yang sakit?? Tanya Ustadz Hafizh dengan sigap.


" Bi.. Dinda sakit perut."


"Ya udah Abi telfonin bidan dulu ya."


Dan setelah beberapa saat sesudah ditelfon datanglah bidannya kerumah Khadijah.


Dan Khadijah langsung diperiksa dan ternyata hasilnya kontraksi palsu yang menyebabkan kram, karena terlalu banyak beraktivitas.


Dan setelah pulang bidannya Ustadz Hafizh menemani istrinya tidur dan tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, dan Ustadz Hafizh teringat pada Syifa yang ditinggalkan sesudah akad nikah selesai.


"Ya Allah bagaimana ini, Khadijah kalau ditinggal kasian lagi hamil dan baru mengalami kram, tapi kalau aku nggak pergi kerumah sakit bagaimana tanggung jawabku sebagai seorang suami yang baru menikah dan langsung meninggalkan pengantin perempuannya,


Bagaimana anggapan orang terhadap aku??


Ustadz Hafizh yang kebingungan hanya mondar mandir didalam kamar dan tak sengaja Khadijah terbangun dari tempat tidur nya dan menegur suaminya.


"Abi masih disini kenapa nggak pergi kerumah sakit bi.. Ini kan malam pengantin Abi.."ucap Khadijah dengan raut wajah kesedihan.


" Ya gimana dengan dinda, masak Abi tinggalin sendirian??


"Nggak apa apa bi, kan ada Aisyah yang nemenin."


"Ya maafin Abi ya sayang, Abi harus meninggalkan dinda malam ini" Ucap Ustadz Hafizh.


Dan Ustadz Hafizh pergi dengan perasaan yang berat sekali karena baru pertama kali meninggalkan Khadijah dalam keadaan bersedih.


Setelah sampai di teras rumah ternyata ada yang lupa dan Ustadz Hafizh kembali lagi masuk kekamar tanpa mengucapkan salam.


Dan ternyata Khadijah sedang menangis sejadi-jadinya, karena harus melihat orang yang dicintai pergi ke tempat wanita lain yang tak bukan adalah istri keduanya.


"Sayang dinda kenapa??


" Kenapa Abi balik lagi?? Tanya balik Khadijah.


"Ada sesuatu yang lupa makanya Abi balik lagi, sayang kenapa dinda sampai nangis seperti itu.??


" Dinda hanya ingin meluapkan rasa sedih dan sakit hati dinda, dinda ingin teriak agar hati ini lega menerima kenyataan semua ini."tutur Khadijah sambil tersedu-sedu.


"Sayang bagaimana mungkin Abi tinggalkan dinda dalam keadaan sedih seperti ini."


"Udah nggak apa apa bi.. Pergi lah ini sudah menjadi konsekuensi untuk dinda karena sudah merelakan Abi menikah dengan perempuan lain."


"Nggak sayang, Abi tidur disini aja.."ucap tegas Ustadz Hafizh.


"Abi biarkan dinda sendiri, dinda tidak ingin menjadi seorang istri yang egois, pasti Syifa sudah menunggu Abi.."


"Ya udah kalau dinda maksa Abi pergi dulu ya, kalau ada apa apa telfon Abi.."

__ADS_1


"Ya bi.." Jawab Khadijah sambil menutup pintu kamarnya.


Selama dalam perjalanan Ustadz Hafizh masih terus teringat pada Khadijah yang lagi hamil harus ditinggal sendiri dirumah.


"Ya Allah bagaimana kalau Abah sampai tahu tentang pernikahan ku ini, mungkin sebentar lagi Abah akan pulang?? Gumam Ustadz Hafizh.


Setelah sampai dirumah sakit jam sudah menunjukkan jam 1 malam, tapi keluarga Ustadz Habibi belum ada yang tidur karena masih menunggu kedatangan Ustadz Hafizh.


" Assalamu'alaikum."ucap Ustadz Hafizh dari balik pintu.


Dan semua bangun dari tempat duduk nya dan bersamaan menjawab salam Ustadz Hafizh.


"Waalaikumsalam.." Dijawabnya dengan penuh kebahagiaan, karena Syifa yang sudah terbiasa dimanja saat itu terus marah marah karena suaminya tidak menemaninya disaat malam pengantin tapi saat Ustadz Hafizh datang, Syifa langsung bangun dengan penuh semangat dari tempat tidur nya.


"Ustadz Hafizh.." Ucap Syifa manja..


"Ya ada apa?? Jawab Ustadz Hafizh dengan raut wajah kesedihan walaupun saat itu adalah malam pengantin nya, tapi pikiran dan hati nya terus ingat pada Khadijah.


" Ya udah kami pulang semua ya sekarang kan udah ada suamimu yang menemani.!!


"Ya Abah.. Ibu.." Ucap Syifa


Dan mereka semua pulang.


Dikamar ruang rawat Syifa dihias bagaikan tempat tidur pengantin yang dihiasi bunga bunga yang cantik tapi Ustadz Hafizh yang tak mempunyai perasaan apa apa terhadap Syifa langsung membaringkan tubuhnya diatas sofa.


"Mas.... " Panggilan sayang Syifa terhadap Ustadz Hafizh.


"Ya ada apa?? Jawab Ustadz Hafizh dengan muka datar tanpa ekspresi.


" Mas.. Syifa mau minum."


"Ya tunggu aku ambilin."


Setelah diambil kan air Ustadz Hafizh kembali ke sofa dan membaringkan tubuhnya lagi disofa.


Syifa yang berusaha agar dirinya disayang pas malam pertama tak berhasil karena Ustadz Hafizh tertidur pulas sampai menjelang Subuh.


Dan saat terbangun Ustadz Hafizh sudah terbiasa mencari Khadijah yang biasa ada disampingnya.


"Sayang dinda.."


Dan Ustadz Hafizh langsung terbangun kaget karena lupa dirinya berada dirumah sakit.


Dan Ustadz Hafizh mencari hpnya untuk menelfon Khadijah karena masih khawatir.


"Assalamu'alaikum sayang..?


" Waalaikumsalam bi, Abi sudah bangun??


"Ya sayang Abi ketiduran baru bangun belum sholat malam."


"Ya udah Abi ambil wudhu dulu biar segar ya, dinda mau melanjutkan sholat."


"Ya sayang, tapi suara dinda serak gitu nggak tidur ya dari semalam??

__ADS_1


" Tidur kok bi.. Ya udah ya bi.. Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam sayang."


__ADS_2