
75
Kyai Abdullah bersama Ustadz Hafizh berjalan menuju kamar Khadijah dirawat.
Sesampainya didepan kamar, Aisyah yang sedang menggendong Muhammad putra Ustadz Hafizh terlihat mondar-mandir karena melihat kondisi Khadijah yang masih tak sadarkan diri semenjak keluar dari ruang kemoterapi.
"Assalamu'alaikum.. " Ucap Kyai Abdullah pada Aisyah.
"Waalaikumsalam.. Jawab Aisyah.
" Aisyah gimana keadaan Keadaan Khadijah.?? Tanya Kyai Abdullah.
"Belum sadar bah.. Jawab Aisyah.
Lalu Ustadz Hafizh mengambil Muhammad putranya dari gendongan Aisyah.
" Maaf Aisyah biar Muhammad saya gendong pasti kamu capek.."ujar Ustadz Hafizh pada Aisyah.
Dan Aisyah langsung memberikan Muhammad pada Ustadz Hafizh.
"Maafin Abah ya sayang.. Abah tak sempat nengokin kalian sampai sampai umimu sakit tapi Abah tidak tau.. " Ucap Kyai Abdullah sambil mengelus elus kepala Muhammad cucunya.
"Maafin Hafizh bah.. Karena Hafizh hanya ingin menghargai keputusan Khadijah." Ucap Ustadz Hafizh.
Dan tak lama kemudian Khadijah siuman dari pengaruh obat setelah dikemo.
"Sayang putri Abah sudah bangun.. Gimana keadaan mu nak...??
__ADS_1
Tanya Kyai Abdullah khawatir.
" Abah.... Kok ada disini..??
"Sayang kenapa kamu nggak pernah bilang tentang penyakit kamu, apa Khadijah tidak sayang lagi sama Abah..??
" Abah jangan bilang gitu.. Khadijah hanya tidak ingin membuat Abah Khawatir.. "Ucap Khadijah sambil memegang tangan Abahnya.
" Tapi nak.. Sebagai orang tua Abah khawatir sekali dengan kondisi kamu sekarang."
"Abah udah jangan khawatir, Khadijah nggak apa apa dan pasti sembuh.. " Ucap Khadijah menenangkan hati Abahnya
Dan Khadijah menatap putranya yang masih belum mengerti dengan kondisinya.
"Sayang Muhammad.. Sini nak sama umi.. Ucap Khadijah sambil menjulurkan tangannya.
"Oh iya gimana kalo Muhammad biar aku aja yang jaga dirumah.. " Usul Aisyah pada semuanya.
"Ngga usah Aisyah nanti ngerepotin kamu. " Ucap Ustadz Hafizh.
"Udah nggak apa apa biar Aisyah yang jaga dirumah Abah, lagian kan kasian juga Muhammad kalau harus disini terus, nanti masuk angin, dan biar Hafizh fokus ngejaga kamu nak.." Ucap Kyai Abdullah tegas..
"Tapi bah.. Gimana kalau rewel, Muhammad kan belum pernah dipegang orang lain.." Ucap Khadijah lemas..
"Aisyah ini bukan orang lain, lagian udah sanggup ngejaga, ya pasti bisa menjaganya, udah kamu jangan banyak pikiran, kan ada Abah juga dirumah.."
"Baik bah.. " Ucap Khadijah pasrah.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian datanglah seorang dokter untuk memeriksa kondisi Khadijah.
"Permisi ya pak..
Saya mau periksa pasiennya dulu, silahkan bapak bapak tunggu diluar.. " Ucap dokter itu.
"Baik dok... Jawab Ustadz Hafizh.
Dan setelah diperiksa dokter keluar dari kamar Khadijah dan menyarankan agar Khadijah segera dioperasi.
" Bagaimana dok..??
Tanya Kyai Abdullah.
"Begini pak.. Ibu Khadijah harus secepatnya dioperasi karena takut menular kepayudara satunya lagi,
Karena kemoterapi itu tidak dapat menyembuhkan hanya untuk mengurangi rasa sakitnya saja.. " Ucap dokter itu.
"Lakukan apa saja dok yang penting putri saya sembuh dari penyakit nya." Ucap Kyai Abdullah.
"Ya baiklah kalau begitu nanti saya nyari jadwal kapan operasi nya akan dilaksanakan, dan untuk sekarang nanti sore sudah boleh pulang.. Tapi tolong jaga makanan nya dan jangan banyak aktivitas dulu." Ucap dokter sambil bergegas pergi untuk memeriksa pasien yang lain.
"Makasih dok.. Ucap Kyai Abdullah.
"Oh ya nak Hafizh masalah Khadijah kita bicarakan dirumah, jangan bilang apa apa dulu pada Khadijah takut menambah beban pikiran nya."
"Baik bah..."
__ADS_1
Dan Kyai Abdullah bersama menantunya masuk lagi kekamar Khadijah.