
Dan setelah mencari kipas beberapa saat akhirnya Ustadz Ali meminjam kipas diruangan Ustadz karna saat itu para Ustadz masih sibuk dengan acara pernikahan Khadijah dengan Ustadz Hafizh.
Dan Ustadz Ali membantu Ustadz Hafizh menyala kan kipasnya didekat Khadijah.
"Gimana Permaisuri ku sudah tidak kepanasan??" Tanya Ustadz Hafizh sambil menggoda istrinya.
Khadijah hanya diam tidak berkata apapun hanya mengangguk kan kepalanya.
"Terima kasih suamiku atas bantuan mu sekarang aku jadi nggak kepanasan lagi." Gumamnya dalam hati tapi tidak bisa mengatakan secara langsung karna masih malu malu.
Dan semua undangan mulai menikmati semua hidangan tak terkecuali pakde sama bukde nya Ustadz Hafizh yang sangat menikmati karna mereka hanya orang biasa yang jarang makan yang enak enak.
Dan di sudut pojok Aula Ustadz Fatah yang terus memandangi Khadijah membuat Ustadz Hafizh merasa risih karna Ustadz Fatah tidak berhenti memandangi Khadijah.
Dan karna sedikit cemburu dengan pandangan Ustadz Fatah, lalu Ustadz Hafizh memegang tangan Khadijah sambil menggodanya.
Dan satu persatu tamu mulai berpamitan pada keluarga Kyai Abdullah dan pada kedua penganten.
Dan tak terkecuali keluarga Ustadz Fatah juga berpamitan pada keluarga Kyai Abdullah.
Dan Ustadz Fatah masih terus memandangi Khadijah saat berpamitan,
__ADS_1
Karna saking sedihnya Ustadz Fatah sampai meneteskan air mata.
"Adek Khadijah maaf kan Abangmu ini karna sudah membuat keputusan yang salah karna meninggalkan mu disaat rencana pernikahan kita. Ucap Ustadz Fatah pada Khadijah.
Khadijah hanya diam tidak berkata sekata patah pun.
" Yang sabar yang bang mungkin bukan jodoh nya."ucap Ustadz Hafizh pada Ustadz Fatah dengan suara pelan.
Tapi Ustadz Fatah tak menghiraukan nya, Ustadz Fatah tetap fokus meminta maaf pada Khadijah.
Lalu keluarga dari Ustadz Hafizh berpamitan semua.
"Hafizh baik baik dipesantren ya jaga istrimu dan jangan lupa pesan bukde sama pakde mu, bukde pamit."
"Kyai maaf sebelumnya tapi saya titip ponakan saya, tolong jangan dianggap seperti menantu tapi anggaplah seperti putra Kyai sendiri maaf sekali lagi Kyai kalau saya lancang berbicara seperti ini."
Ucap bukde nya Ustadz Hafizh.
"Jangan hawatir buk, insya Allah saya akan mengingat kan nak Hafizh jika sedang keliru atau salah." Jawab Kyai Abdullah pada bukde nya Ustadz Hafizh
"Kalau begitu saya pamit Kyai Assalamu'alaikum." Ucap Bukde nya Ustadz Hafizh.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, tapi ibu ikut apa??
Tanya Kyai Abdullah pada Bukde nya Ustadz Hafizh.
" Alhamdulillah jalan kaki Kya"ucap bukde itu.
"Kalau begitu biarkan santri disni yang mengantar ibuk pulang pakek mobil pesantren." Ucap Kyai Abdullah pada keluarga Ustadz Hafizh.
"Tidak tidak Kyai maaf bukan saya tidak mau tapi saya nggak mau merepotkan Kyai Abdullah." Jawab bukde nya Ustadz Hafizh.
"Nggak apa apa sekarang keluarga nak Hafizh juga menjadi keluarga saya."ucap Kyai Abdullah sambil memanggil santri nya untuk mengantarkan keluarga Ustadz Hafizh pulang.
Dan pulanglah keluarga Ustadz Hafizh diantar oleh santri dipesantren itu.
Ustadz Hafizh dan Khadijah mulai turun dari pelaminan, Ustadz Hafizh yang begitu bahagia memiliki istri yang begitu cantik dan sempurna tidak mau melepaskan tangannya dari genggaman Ustadz Hafizh.
Dan para santri mendampingi Ustadz Hafizh dan Khadijah meninggalkan Aula pesantren yaitu tempat akad nikah berlangsung.
Khadijah berjalan bagaikan Raja dan Ratu diatas karpet merah, seperti Raja dan Ratu Yang diiringi oleh Prajuritnya.
Khadijah dan Ustadz Hafizh meninggal kan tempat Akad dan menaiki sebuah delma dan ada dua kuda yang menarik nya dari depan.
__ADS_1
Ustadz Hafizh Dan Khadijah menuju istana nya yaitu kediaman Kyai Abdullah.
Di iringi oleh santri wan dan santri wati dari belakang.