Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 55


__ADS_3

Ustadz Hafizh tak sanggup melihat kesedihan Khadijah, Ustadz Hafizh mendekati Khadijah dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang Abi tidak bermaksud ingin menyakiti hatimu tapi Abi cuma nggak mau teru terusan berbuat dosa, dinda jangan pikiran itu lagi ya, Abi nggak akan menikah lagi, istri Abi cuma satu dinda seorang dunia dan Akhirat, nanti Abi pikirin cara agar Abi tidak harus pergi menemui Syifa lagi, sekarang dinda jangan nangis lagi ya, maafkan suami mu ini yang tak berdaya harus berbakti pada seorang guru Abi."ucap Ustadz Hafizh dengan berlinang Air mata karena tak tega melihat istrinya yang kecewa pada dirinya.


Syifa yang kondisinya belum stabil terus manggil manggil nama Ustadz Hafizh, dan membuat keluarga Syifa bingung harus berbuat apa lagi, karena Ustadz Hafizh sudah banyak membantu kesembuhan Syifa.


Keluarga Ustadz Habibi merasa tidak enak dengan perasaan Khadijah yang diam demi kesembuhan Syifa.


Tapi sudah satu bulan lebih Syifa masih belum ingat dengan calon suaminya yang sudah meninggal.


Ustadz Habibi sampai jatuh sakit karena melihat kondisi Syifa yang masih koma tidak sadar kan diri.


Dan Ustadz Hafizh tak pernah menelfon menanyakan kondisi Syifa lagi demi menjaga perasaan Khadijah.


Dan setelah beberapa hari Ustadz Hafizh menyuruh Ustadz Ali untuk melihat kondisi Syifa atas izin Khadijah.


Dan setelah seharian Ustadz Ali datang dari rumah sakit dan langsung menemui Ustadz Hafizh dan Khadijah.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" Ucap Ustadz Ali dari luar pintu.


‌"Waalaikumsalam Ustadz Ali sudah datang, gimana keadaan Syifa.??tanya Ustadz Hafizh.


"Syifa keadaan nya masih koma, tapi yang paling menyedihkan lagi Ustadz Habibi juga sakit jantung karena saking stressnya mikirin keadaan Syifa yang tak sadar sadar dari komanya." Tutur Ustadz Ali pada Ustadz Hafizh.


"Astaghfirullah.. Kenapa keadaannya tambah parah.."


Khadijah yang mendengar percakapan Ustadz Hafizh dan Ustadz Ali merasa dirinya paling egois karena sudah melarang suaminya berbuat baik kepada seorang guru yang telah mengajari begitu banyak ilmu.


"Ya sama sama Ustadz.. Kalau begitu saya kembali lagi ke pondok, assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam.. " Jawab Ustadz Hafizh.


Dan dengan wajah penuh rasa kebingungan Ustadz Hafizh masuk kedalam rumah, dan Khadijah langsung memeluk suaminya dan meminta maaf.


"Abi maafin dinda ya, karena dinda sudah melarang Abi untuk menolong keluarga guru Abi." Ucap Khadijah dengan perasaan bersalahnya.

__ADS_1


"Sayang nggak apa apa, Abi ngerti, dinda ngelarang Abi, karena dinda takut kehilangan Abi kan.." Ucap Ustadz Hafizh.


"Tapi dinda egois Bi, dinda hanya memikirkan perasaan dinda sendiri, tidak memikirkan perasaan seorang Abah yang sedang melihat putrinya yang tak berdaya, Bi.. Besok kita lihat keluarga Ustadz Habibi dirumah sakit ya.."


"Memang dinda nggak apa apa??


" Ya dinda nggak apa apa, apa pun yang terjadi dinda ikhlas."


"Makasih sayang atas pengertian nya.


Dan keesokan harinya Ustadz Hafizh dan Khadijah pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Ustadz Habibi dan Syifa yang sama-sama sedang sakit.


Dan sesampainya dirumah sakit, mereka berdua langsung menuju ruang rawat Ustadz Habibi, karena pas lagi di lobby Ustadz Hafizh bertemu dengan santri dari Ustadz Habibi dan langsung menanyakan ruang rawat Ustadz Habibi.


Khadijah berjalan dengan perlahan karena masih ingat dengan kejadian pas Ustadz Hafizh lagi menyuapi Syifa, rasa cemburu itu belum hilang sepenuh.


Sls

__ADS_1


__ADS_2