
Dan Khadijah terus melangkah kan kakinya berjalan ditengah tengah para undangan, kaki Khadijah mulai gemeteran selain malu pada semua undangan Khadijah tak sanggup menahan perasaan malunya pada sang suami.
Dan Kyai Abdullah pun sedang menunggu kehadiran putrinya ditengah Aula.
Dan sampailah Khadijah didepan Abahnya, dan Khadijah langsung memeluk Abahnya karna tak sanggup menahan rasa bahagia, dan terharu pada Abahnya karna sejak kecil Khadijah hanya diurus oleh Abahnya Karna uminya meninggal saat melahirkan Khadijah.
"Sayang putriku ayo sini nak, Ustadz Hafizh sekarang sudah syah menjadi suamimu, bersalaman lah dan cium lah tangan suamimu." Ucap Kyai Abdullah pada putrinya sambil menghapus air mata Khadijah.
"Baik Bah." Jawab Khadijah sambil meneteskan air mata nya, karna teringat pada uminya yang sudah meninggal.
Dan bangunlah Ustadz Hafizh dari tempat duduknya.
Dan Ustadz Hafizh hampir mau jatuh karna tak sanggup menahan tubuhnya karna melihat kecantikan Khadijah.
Khadijah dengan Ustadz Hafizh salling memandang tapi mereka berdua tak saling bertatap muka, siapa yang memandang pasti salah satunya menundukkan kepalanya dan Ustadz Hafizh menjabat tangan Khadijah, dan Khadijah langsung mencium tangan Ustadz Hafizh.
Dan Ustadz Hafizh mencium kening Khadijah dengan penuh perasaan bahagia.
Saat itu tangan Khadijah gemeteran dingin seperti habis memegang es, tapi Ustadz Hafizh sengaja terus memegang tangan Khadijah, karna Ustadz Hafizh tahu kalau istrinya itu sangat malu.
"Istriku sayang pasti perasaan kamu sekarang lagi bercampur aduk ya, insya Allah kamu bahagia tapi kamu juga malu karna tangan kamu seperti es yang sangat dingin." Gumamnya dalam hati Ustadz Hafizh sambil terus memegang tangan Khadijah.
"Ya Allah kenapa tangan ku dingin seperti ini kayak habis memegang es, aku malu sama Ustadz Hafizh,
Tapi kenapa Ustadz Hafizh terus memegang tangan ku apa mungkin sengaja ya karna tanganku gemeteran."
Gumamnya dalam hati Khadijah.
Tapi Khadijah terus menundukkan pandangan nya karna tak sanggup melihat wajah suaminya. Dan masih banyak para tamu undangan.
__ADS_1
Dan Kyai Abdullah mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati hidangan walaupun sangat sederhana.
Karna Kyai Abdullah tidak memesan makanan dari katering, yang memasak semua makanan adalah santrinya yang masakannya sangat sederhana.
Dan Ustadz Hafizh dan Khadijah duduk dipelaminan yang sangat sederhana juga karna karya anak santriwati dipesantren itu.
Ustadz Hafizh terus memandangi istri tercinta nya yang ada dihadapan nya. Khadijah yang masih malu pada Ustadz Hafizh tak sanggup mengangkat kepalanya.
dan Khadijah sudah mulai kepanasan dengan pakaian penganten nya dan sedikit gelisah.
Khadijah tidak langsung menjawab,
Khadijah hanya diam tersipu malu, bibir nya tidak bisa bergerak karna saking malunya mau menjawab pertanyaan Ustadz Hafizh.
Ustadz Hafizh terus bertanya pada istrinya kenapa kok gelisah terus.
"Istriku kenapa?? Tanya Ustadz Hafizh.
__ADS_1
" Heemm tidak apa apa."jawab Khadijah pelan.
Lalu Ustadz Hafizh memegang tangan Khadijah sambil berkata.
"Ada apa istriku sayang, apa ada yang dipikirin??
" Nggak apa apa cuma kepanasan sedikit."ucap Khadijah pada suami nya.
"Oh kepanasan tunggu ya permaisuri ku." Ucap Ustadz Hafizh pada istri nya.
Lalu Ustadz Hafizh beranjak dari tempat duduk nya untuk mencari sebuah kipas.
Dan ditegur oleh seorang sahabat nya yaitu Ustadz Ali.
"He mau kemana penganten baru ko istrinya ditinggal." Ujar Ustadz Ali ngeledekin Ustadz Hafizh.
"Ustadz Ali apa punya kipas angin??" Tanya Ustadz Hafizh pada Ustadz Ali.
"Buat apa??
Ucap Ustadz Ali Bertanya pada Ustadz Hafizh.
" Buat ngipasin permaisuri ku yang sedang kepanasan.
Lalu Ustadz Ali membantu Ustadz Hafizh mencari kipas.
__ADS_1