Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 77


__ADS_3

77


Dan Khadijah beristirahat ditemenin Ustadz Hafizh sedangkan Muhammad putranya tidur bersama Aisyah karena takut menganggu istirahat Khadijah.


Dan keesokan paginya Ustadz Hafizh dan Khadijah jalan jalan bersama dengan Muhammad putranya, dan Khadijah didorong menggunakan kursi roda sedangkan putranya dipangku.


"Sayang kalau jalan jalan begini Abi inget pas kita baru jadi pengantin baru, hemmm bahagianya.. " Ucap Ustadz Hafizh sambil mendorong Khadijah.


"Memangnya Abi sekarang nggak bahagia ya.."


"Ya nggak gitu sayang.. Malah sekarang Abi tambah bahagia dengan kehadiran putra kita, ya cuma kalau inget dulu kita masih malu malu yang mau saling memandang.. " Tutur Ustadz Hafizh tersenyum.


Dan tak lama kemudian Kyai Abdullah memanggil..


"Khadijah.. Muhammad pulang nak ayo sarapan.. " Ajak Kyai Abdullah tanpa mengajak menantu nya karena masih kesel pada Ustadz Hafizh.


"Baik bah...."


"Ayo bi.. Sarapan dulu.. " Ajak Khadijah.


"Abah masih marah ya sama Abi.. Ucap Ustadz Hafizh.


" Nggak bi.. Cuma kesel aja.. Hahaha.." Ucap Khadijah ngeledekin suaminya.


Dan pagi itu keluarga Kyai Abdullah sarapan bersama.

__ADS_1


Dan setelah selesai sarapan Kyai bertanya pada Khadijah.?


"Putriku Khadijah bagaimana keadaan mu sekarang apa sudah enakan..?? Tanya Kyai Abdullah.


" Alhamdulillah bah.. Sudah enakan.." Jawab Khadijah.


"Abah sudah menanyakan pada dokter yang menangani kamu, kapan kamu bisa dioperasi karena Abah nggak mau kamu terus terusan menahan rasa skit itu.. " Ucap Kyai Abdullah.


"Kalau Khadijah terserah sama Abi aja, kalau Abi mengijinkan kapan pun Khadijah siap.. " Jawab Khadijah sambil memegang tangan suaminya.


"Gimana nak Hafizh..?? Tanya Kyai Abdullah.


" Kalau saya pasrah sama dinda, kalau dinda siap Abi ijinkan dan ini semua untuk kesembuhan dinda."


"Makasih bi..." Ucap Khadijah tersenyum.


Ustadz Hafizh yang terlihat begitu gelisah ditanya oleh Khadijah istrinya.


"Abi kenapa.??


" Nggak apa apa sayang..


Dan Khadijah teringat kalau suaminya sudah sepekan lebih tidak menemui istri keduanya dan Khadijah mengingatkan Ustadz Hafizh untuk pulang ke rumah Syifa.


"Oh iya bi, Abi nggak pulang..??

__ADS_1


" Pulang kemana sayang..?


"Dinda ngerti kok, abi pasti kepikiran sama Syifa, karena Abi sudah lama nggak pulang, udah Abi pulang sana dinda nggak apa apa lagian disini banyak orang. " Tutur Khadijah dengan kesabarannya.


Dan setelah sholat isak Ustadz Hafizh berpamitan pada istrinya Khadijah dan juga pada mertuanya Kyai Abdullah.


"Bah nitip dinda, karena Hafizh juga nggak bisa ninggalin kewajiban sebagai suami dari Syifa.." Ucap Ustadz Hafizh menundukkan kepalanya.


"Ya Abah nggak bisa ngelarang kamu karena itu juga tanggung jawab kamu sebagai seorang suami, tapi kalau bisa kamu minta ijin sama Syifa agar waktu kamu lebih banyak bersama dengan Khadijah, karena Khadijah lebih membutuhkan perhatian kamu.." Ucap Kyai Abdullah..


"Insya Allah bah.. Jawab Ustadz Hafizh.


" Sayang dinda, Abi pergi dulu ya nanti kalau ada apa apa langsung telfon abi.."


"Ya bi..


Dan Ustadz Hafizh berpamitan pada mertua dan pada Khadijah,


Ustadz Hafizh mencium tangan dan pipi Khadijah yang mulai kurus karena penyakitnya.


" Sayang Muhammad abi pergi dulu ya, jagain umi, dada sayang.. "Ucap Ustadz Hafizh pada putranya yang sedang digendong Aisyah.


Ustadz Hafizh melangkah kan kakinya dengan begitu berat karena nggak sanggup harus meninggalkan istri yang sedang sakit.


Sedangkan Khadijah hanya bisa pasrah dengan keadaan, dan malam itu Khadijah ditemenin Aisyah.

__ADS_1


Kyai Abdullah hanya bisa menatap mata putrinya yang begitu sedih saat ditinggal suaminya pergi menemui wanita lain.


__ADS_2