Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 59


__ADS_3

Ustadz Hafizh heran melihat istrinya yang memaksa dirinya menikahi wanita lain.


"Abi nanya sekali lagi, beneran dinda ikhlas dan rela kalau Abi harus berpoligami.?? Tanya Ustadz Hafizh dengan wajah serius.


" Insya Allah bi.. Semoga ini menjadi ladang pahala buat dinda bi.."jawab Khadijah.


"Ya udah kalau memang dinda memaksa Abi siap.!!


" Alhamdulillah kalau gitu, gimna kalau besok lusa pernikahannya dilaksanakan bi."


"Abi pasrah sama dinda, sekarang juga nggak apa apa." Ucap Ustadz Hafizh dengan wajah penuh kekecewaan.


"Ya udah kita keluar yuk, kasian ibunya Syifa lama menunggu."


Dan mereka berdua keluar, tapi Ustadz Hafizh hanya diam dan pasrah dengan keadaan.


"Maaf ya bu lama menunggu." Ucap Khadijah.


"Ya nggak apa apa nak.."


"Gini bu, Insya Allah pernikahannya akan dilaksanakan besok lusa." Ucap Khadijah dengan suara terbata bata, karena sebenarnya dirinya pun tak sanggup menahan perih dihati nya.


"Alhamdulillah Terima kasih nak.. Semoga Allah yang membalas semua kebaikan Nak Khadijah dan Nak Hafizh, dan semoga Syifa menjadi saudara yang baik untuk nak Khadijah, kalau gitu ibu pulang dulu ya, ibu tunggu dirumah sakit."


"Ya bu.." Ucap Khadijah sambil mengantarkan ibunya Syifa ke depan.


Dan Ustadz Hafizh masih diam melamun, karena tak menyangka istrinya begitu ikhlas nya dirinya menikah dengan wanita lain.


"Abi maafin dinda ya, bukan Dinda memaksa Abi, tapi dinda hanya ingin menolong seseorang yang butuh pertolongan kita, dinda nggak bisa diam begitu saja sedang kan ada orang butuh pertolongan kita, sekali lagi maafin dinda bi.." Ucap Khadijah dengan linangan air mata karena merasa dirinya terlalu memaksa kehendak nya.


"Sayang maafin Abi juga, dan Terima kasih atas pengorbananmu, Abi hanya tak ingin membuat mu terluka." Ucap Ustadz Hafizh sambil memeluk erat istrinya.


"Abi kita nggak usah saling menyalahkan yang kita butuh adalah saling menguatkan."


"Ya sayang, gimana kalau kita jalan jalan biar nggak suntuk."


"Kemna bi.."


"Hhmm gimana kalau kita kerumah Abi aja.??


" Y udah ayo bi.."


Dan mereka berdua ke desa tempat tinggal Ustadz Hafizh, sesampainya disana rumah begitu kotor dan banyak debu karena sudah beberapa bulan tak dikunjungi dan bukdenya Ustadz Hafizh juga tak sempat untuk membersihkan nya.


Dan Khadijah langsung membersihkan rumah itu sedangkan Ustadz Hafizh mencari makanan karena sengaja tidak membawa apa apa pengen merasakan hidup bahagia yang sesungguhnya.


Setelah bersih semua dan Ustadz Hafizh pun datang membawa sebuah singkong yang diambil dari kebun bukde nya.


"Sayang Abi cuma bawa singkong karena nggak ada buah buahan dikebun bukde." Ucap Ustadz dengan wajah yang datar karena tega pada istrinya, karena Ustadz Hafizh tak bisa membawa makanan yang bergizi.


"Abi nggak apa apa dinda suka singkong kok.."

__ADS_1


Dan mereka berdua menyalakan api di dapur itu karena masih ada tungku bekas orang tua Ustadz Hafizh dulu.


Dan singkong itu dibakar nya diatas bara api, dan mereka berdua saling menyuapi dengan saling bercanda.


"Sayang dulu Abi nggak pernah membayangkan menikah dengan seorang putri Kyai besar, apa lagi sampai mempunyai dua orang istri, dulu Abi hanya bercita-cita menjadi seorang Hafizh Al-quran dan membanggakan orang tua, tapi stelah mereka berdua meninggal harapan itu hampa, Abi tinggal sendiri dan memutuskan untuk mengabdikan diri menjadi seorang Ustadz, dan akhirnya ketemu dinda."


Ucap Ustadz Hafizh dengan wajah penuh kesedihan dan kebahagiaan.


"Heemm cerita Abi sedih sekali ya setelah ditinggal orang tua Abi,


Dinda juga nggak nyangka punya seorang suami yang tidak pernah dinda kenal, tapi ya namanya jodoh sudah ada yang atur."


"Ya sayang, gimana kabar dedek bayi diperut umi sehat kan, jaga umi ya, nanti Abi kasih bonus."


"Bonus apa bi..??


" Bonus nya dedek bayinya punya dua umi hehehe."ucap Ustadz Hafizh sambil tertawa lepas.


"Hiii Abi jangan suka bercanda kayak gitu ah..


Oh ya bi, besok lusa Abi akad nikahnya Abi pake baju apa??


" Ya biasa lah pake sarung sama baju, masak telanjang nanti pada kabur orang."


"Hiii Abi ini, serius bi.."


"Pake baju apa aja sayang, karena bagi Abi pernikahan yang kedua kali biasa aja, tidak ada yang harus spesial." Ucap Ustadz Hafizh dengan raut wajah kesedihan.


"Udah jangan minta maaf terus, ambil hikmahnya aja."


"Apa hikmah nya bi.."


"Hehe hikmahnya...


Kalau dinda lagi ada tamu jadi Abi bisa kerumah istri muda."


Bruk bruk Khadijah memukuli Ustadz Hafizh dengan manja.


"Huuu ternyata Abi senang juga ya punya dua orang istri, ya udah kita pulang.!! Ucap Khadijah dengan jengkel.


" Hemm cuma kayak gitu udah marah apa lagi nanti Abi bersama istri Abi yang lain, mungkin gunung bisa meletus."


"Ya nggak bi, ya udah kita pulang kasian Ustadz Ali nggak ada yang bantuin ngajar."


"Ya sayang.!!


Dan setelah dua hari berlalu, tibalah waktu pernikahan Ustadz Hafizh dan Syifa,


Dan pernikahannya dilangsungkan dirumah sakit karena Syifa yang masih dalam keadaan memperihatinkan.


Pagi yang cerah matahari bersinar menyinari kamar Khadijah dan Ustadz Hafizh.

__ADS_1


Khadijah yang kemarin begitu semangat, saat itu raut wajahnya penuh dengan kesedihan, Khadijah diam didepan cermin memandangi wajahnya sendiri.


"Ya Allah gimana aku harus melewati hari hari ku dengan kesedihan, suami yang harus nya setiap hari ada disamping ku sebentar lagi aku harus berbagi dengan wanita lain, tapi ini semua sudah menjadi pilihan ku, biar bagaimana pun aku harus sabar dan ikhlas menerima semuanya."


Gumam Khadijah pada cermin yang tak bersuara itu.


"Sayang Abi pake baju apa??


" Dinda.. Dinda..?? Panggil Ustadz Hafizh tapi digubris oleh Khadijah.


Khadijah masih dengan lamunannya didepan cermin yang menjadi saksi bisu kesedihan nya.


Lalu Ustadz Hafizh mendekati dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang kenapa??


Apa kita batalkan pernikahan ini??


" Jangan bi..dinda nggak mau hanya memberi harapan palsu pada keluarga Ustadz Habibi.


Ada apa bi??


"Abi nanya pake baju yang mana??


" Ohh ini dinda belikan baju putih buat Abi, agar Abi terlihat gagah dan tampan didepan semua orang."ucap Khadijah dengan wajah pura-pura sabar.


"Sayang Abi nggak mau terlihat gagah atau tampan didepan semua orang, Abi hanya mau terlihat tampan didepan dinda seorang."


Lalu Ustadz Hafizh memeluk Khadijah dengan penuh kasih sayang.


"Oh ya sayang kenapa nggak pake baju yang kemarin pas waktu kita nikah aja, kenapa dinda harus beli yang baru??


" Jangan bi.. Itu kenang kenangan kita berdua, itu saksi cinta kita yang tak pernah lekang oleh waktu."


"Oh ya bi, dinda sudah belikan baju pengantin buat Syifa tapi dinda udah kirim ke rumah sakit dan dinda juga sudah mengirimkan jasa rias pengantin agar Syifa terlihat cantik didepan Abi."


Ucap Khadijah dengan raut wajah sedih.


"Makasih sayang, dinda sudah menyiapkan semuanya."


Lalu Aisyah memanggil Khadijah dari balik pintu kamar Khadijah.


"Mbak.." Panggil Aisyah.


"Siapa yang panggil ya..??


" Aisyah..!!


kapan kamu datang kok nggak ngabarin mbak dulu kalau mau datang."ucap Khadijah kaget dengan kedatangan Aisyah yang baru datang dari rumah nya.


Lalu Khadijah memeluk Aisyah dengan erat seakan akan melampiaskan rasa sedih nya pada Aisyah.

__ADS_1


"Mbak, sebenarnya ada apa ini kok masak masak banyak, memangnya ada syukuran apa??


__ADS_2