Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 109


__ADS_3

109


Syifa keluar mencari suaminya yang sedang berada dibelakang rumah dibawah pohon.


Syifa yang melihat kegalauan diwajah Ustadz Hafizh mendadak kasian, melihat suaminya yang selalu dalam permasalahan.


Lalu syifa menghampiri suaminya.


"Mas aku mau bicara sama kamu..


" Mau bicara apa.?? Tanya Ustadz Hafizh sambil melihat ke arah syifa yang berdiri didepan nya.


"Aku setuju kamu menikahi Aisyah tapi dengan satu syarat." Ucap syifa persyaratan yang membuat Ustadz Hafizh penasaran.


"Apa syarat nya.?? Tanya Ustadz Hafizh dengan mengerutkan kedua alisnya.


" Kamu harus adil lahir dan batin dan aku minta sebelum kamu menikahi Aisyah kamu harus memberi kan hakku sebagai seorang istri yang normal."ucap syifa tanpa malu malu.


"Maksudnya apa .?? Tanya Ustadz Hafizh pura-pura .


" Kamu pasti tahu mas apa yang aku inginkan.."jawab syifa mulai kesal .

__ADS_1


"Iya iya mas ngerti, sini duduk." Ajak Ustadz Hafizh sambil menunjuk ke tempat duduk disebelah nya.


Syifa duduk di sebelah suaminya sambil menyenderkan tubuhnya dibahu suaminya, dan menikmati indahnya sore hari.


"Mas, kalau mas Hafizh jadi nikah sama Aisyah, apa mas tetap tinggal di rumah Kyai Abdullah?? Tanya syifa sambil memainkan tangan suaminya yang ada dipangkuan nya.


" Nggak tau juga, mas juga bingung harus bagaimana, apa Harus menuruti ke mauan Kyai Abdullah apa tidak,??


"Sebenarnya kalau aku nggak mau di duain mas, tapi itu semua aku serahkan sama mas, yang pentingnya mas Hafizh memberi kan hakku sebagai seorang istri." Ucap Syifa mencoba ikhlas menerima Aisyah di kehidupan nya.


Dak tanpa disadari orang tua syifa datang tapi mereka berdua masih tak menyadari nya, karena saking asyik nya duduk diayunan berdua.


"Umi, abah senang sekali melihat mereka berdua mesra gitu, semoga mereka berdua selalu diberikan kebahagiaan dan tidak ada lagi yang menghalangi kebahagiaan mereka berdua amin..


" Iya iya umi..


Dan malam telah tiba Ustadz Hafizh baru bertemu dengan mertua nya pas mau makan malam, syifa dan Ustadz Hafizh nggak tau kalau abah sama uminya sudah datang dari sore tadi.


"Mas mau makan sama apa..?? Tanya syifa yang baru keluar dari kamarnya dan kaget setelah melihat umi dan Abahnya sudah menunggu di meja makan.


" Umi, Abah kapan datang nya..?

__ADS_1


Kok nggak keliatan dari tadi.? Tanya syifa sambil berjalan ke arah meja makan.


"Tadi sore umi sama Abah datang, cuma melihat kalian berdua sedang asyik berduaan makanya umi nggak mau ganggu kalian berdua." Tutur uminya syifa.


"Iya sudah ayo makan Abah udah dari tadi nungguin kalian berdua." Ajak Ustadz Habibi sambil ngambil makanan yang ada didepan nya.


"Oh iya nak Hafizh, mana putra mu kok nggak dibawa.?? Tanya Ustadz Habibi sambil mengunyah makanan yang ada dimulut nya.


" Nggak dibawa bah soalnya takut rewel."jawab Ustadz Hafizh.


"Iya mendingan nggak usah dibawa dari pada nyampek sini ngajak pulang lagi kan repot. " Saut uminya syifa sinis.


"Umi, jangan bilang gitu biar bagaimana pun dia juga cucu kita." Ucap Ustadz Habibi.


"Kata siapa dia cucu kita kalau dia lahir dari rahim syifa baru cucu kita, hem gitu." Saut lagi uminya syifa tanpa menghiraukan perasaan menantunya.


Syifa mencoba mengalihkan pembicaraan uminya yang tidak suka pada Muhammad putra Ustadz Hafizh dan Khadijah.


"Umi siapa yang masak kok enak sekali.??


Pasti umi ya, Abah sama mas Hafizh lahap sekali, sampek tak tersisa." Ucap syifa sambil membagikan makanan kepiring suami dan Abahnya.

__ADS_1


Ustadz Hafizh menghargai pengorbanan syifa yang mencoba mencairkan suasana saat itu.dengan memakan makanan yang ditarok syifa dipiring nya.


__ADS_2