
Dan Khadijah masih kebingungan dengan ucapan Ustadz Hafizh yang bertanya tamunya sudah pulang apa belom.
"Masak dinda nggak ngerti, itu loh din tamu bulanan." Ujar Ustadz Hafizh senyum senyum.
"Oohh itu..belom Bi, tamu nya masih betah nginep nggak mau pulang" Ucap Khadijah dengan suara candaan.
"Ya sudah kalau gitu,
kalau tamunya nggak mau pulang, jangan ditahan tahan kalau tamunya mau pulang din, kasian pak profesornya sudah antri beberapa hari." Ujar Ustadz Hafizh menggoda istrinya.
Khadijah hanya tersenyum dengan gurauan Ustadz Hafizh, pengen ketawa lepas tapi masih malu pada sang suami.
Dan setelah beberapa hari tibalah waktu nya untuk Ustadz Hafizh pergi menjadi juri dipesantren Roudlotul Jannah, dan wajah Khadijah terlihat sangat sedih melihat kepergian suaminya.
Khadijah membawa kan bekal makanan untuk suaminya, untuk dimakan sesampainya dipesantren.
"Dinda sayang hati hati dirumah, jangan keluar rumah tanpa ada yang nemenin, kalau ada apa apa jangan lupa telfon Abi ya." Ucap Ustadz Hafizh sambil mengelus kepala Khadijah.
"Ya Bi, kalau udah nyampe jangan lupa kasih kabar Bi, dan dinda udah bawain bekal buat Abi, buat Abi makan kalau udah nyampek"
__ADS_1
Ustadz Hafizh terdiam melihat istrinya karena membawa kan bekal makanan untuk dirinya begitu banyak.
"Dinda sayang kenapa bekalnya banyak sekali entar siapa yang mau maka, kan Abi cuma sendiri tar mubazir sayang. "
"Tapi disana Abi nggak sendirian banyak juri yang lain dan para panitia, ya udah Abi bagi bagi aja." Ucap Khadijah dengan penuh kebahagiaan karena baru pertama kali Ustadz Hafizh mencari nafkah setelah menikah.
"Ya udah Abi bawa."
"Oh ya Bi, kira kira Abi berapa hari disana?? Tanya Khadijah sambil membreskan baju baju yang akan dibawa Ustadz Hafizh.
" Insya Allah kalau nggak salah dua mingguan."jawab Ustadz Hafizh sambil membantu istrinya membereskan baju bajunya.
Tanya Khadijah pada suaminya.
" Naik bis aja sayang."
Jawab Ustadz Hafizh.
"Jangan Bi, pakai mobil Abah aja, kan Abah sudah pesan kalau kemana mana nggak boleh naik kendaraan umum, suruh pakai mobil Abah.
__ADS_1
" Tapi kan Abi dua mingguan disana din, apa nggak kelamaan sayang.??
"Ya Nggak Bi, mau berapa hari juga, itu kan sekarang udah menjadi hak Abi untuk memakai mobil itu, Abi sekarang menjadi bagian dari keluarga Abah Bi," Ucap Khadijah menjelaskan pada suaminya.
"Ya udah Abi pake mobilnya Abah."
Ucap Ustadz Hafizh pada istrinya.
Dan tibalah waktu nya Ustadz Hafizh untuk pergi ke pesantren Roudlotul Jannah, Khadijah menangis dipelukan Ustadz Hafizh karena nggak mau ditinggal, tapi Ustadz Hafizh terus memberi pengertian pada istrinya agar selalu sabar menunggu nya dirumah.
"Sayang Abi berangkat dulu ya, dinda baik baik dirumah, Abi janji kalau ada waktu luang Abi langsung pulang menemui permaisuri ku tersayang, udah jangan nangis lagi, Abi cuma sebentar,"
Ucap Ustadz Hafizh dengan suara penuh kelembutan.
"Ya Bi, dinda akan selalu menunggu Abi pulang, pesan dinda buat Abi jaga kepercayaan dinda terhadap Abi, jangan membuat dinda kecewa."
"Iya sayang Insya Allah Abi akan selalu menjaga kesetiaan Abi pada dinda." Ucap Ustadz Hafizh pada istrinya.
Dan dikediaman Kyai Abdullah sudah ada Aisyah yang akan menemani Khadijah selama Ustadz Hafizh pergi, dan juga ada Ustadz Ali yang dikasih tanggung jawab menjaga pesantren.
__ADS_1
"Aisyah saya titip Permaisuri ku, tolong jagain selama saya pergi, nanti saya kasih oleh oleh buat saudara terbaik istriku, dan buat Ustadz Ali tolong jagain pesantren ini selama saya tidak ada, kalau ada apa apa telfon saya langsung." Ucap Ustadz Hafizh pada semua orang dirumah itu.