
Dan setelah menjelang subuh Syifa terbangun dan melihat suaminya sudah nggak ada di sofa.
"Mas, mas, kemana mas Hafizh kebiasaan nggak pernah bilang kalau mau kemna." Syifa menggerutu sendiri.
Dan setelah beberapa menit Ustadz Hafizh datang dengan membawa sarapan pagi.
"Assalamu'alaikum, Syifa sudah bangun??
" Ya mas Hafizh kok ngomong kalau mau kemana??
"Ya kan Syifa masing tidur, masak aku bangunin..
" Mas Hafizh kalau ngomong sama Syifa jangan bilang aku, bilang mas juga."
"Ya udah ayo sarapan ini mas udah beliin nasi kesukaan kamu."
Setelah sarapan pagi Ustadz Hafizh berpamitan ke pesantren selain ada jadwal ngajar, Ustadz Hafizh juga kangen pada Khadijah.
Tapi Syifa menghalangi dengan alasan kalau dirinya nggak ada yang nemenin.
Karena Syifa sudah bilang pada ibunya untuk tidak datang ke rumah sakit agar Ustadz Hafizh tidak meninggalkannya.
Dan akhirnya Untuk Hafizh nurut saja dan menelfon Khadijah takut ditungguin.
"Assalamu'alaikum sayang, lagi apa dinda??
" Waalaikumsalam bi, lagi masak."
"Sayang dinda, Abi nggak bisa pulang ya, soalnya Syifa nggak ada yang nemenin."
"Ya bi.. Nggak apa apa."
Dan Syifa langsung mengambil HP Ustadz Hafizh, dan Ustadz Hafizh pun kaget dan tercengang.
"Mbak Khadijah mungkin suami kita nggak pulang kerumah mbak dulu, sampai aku sembuh, nggak apa apa ya mbak.." Ucap Syifa.
" Ya Syifa nggak apa apa."jawab Khadijah dengan perasaan kecewa karena Khadijah sudah masak, mengira suaminya akan pulang.
Dan Syifa langsung mematikan HPnya tanpa bicara apa apa lagi.
Khadijah hanya bisa pasrah dengan keadaan, Khadijah ya sedang masak didepan kompor tak terasa terus mengaduk masakannya sampai gosong. Dan Aisyah datang langsung mematikan kompor.
"Ya Allah mbak gimana ini kok sampai gosong gitu ikannya." Tegur Aisyah dan bikin kaget Khadijah.
"Astaghfirullah.. Maaf syah nggak sengaja..
" Makanya kalau masak jangan sambil ngelamun kalau kangen suruh pulang jangan kalah sama istri kedua."jawab ketus Aisyah.
Dan matahari sudah mulai panas seperti hati Khadijah yang sedang panas memikirkan suaminya bersama wanita lain.
"Bi.. Lagi apa, dinda kangen.. Tapi dinda nggak enak mau nelfon Abi, takut Syifa salah faham.. Ucap batin Khadijah sambil memandangi rerumputan yang hijau didepan rumah.
__ADS_1
Khadijah terus melamun duduk diruang tamu lalu hendponnya berbunyi dan Khadijah langsung mengangkat nya mengira kalau suaminya yang sedang menelfon tanpa dilihat siapa yang menelfon.
" Halo Assalamu'alaikum bi.."ucap Khadijah dengan suara lembut nya.
"Waalaikumsalam sayang, ini Abah.." Jawab Kyai Abdullah kebingungan mendengar suara Khadijah.
"Memang nak Hafizh kemna nak..??
" Oh Abah, Abi lagi keluar bah.. Ada urusan pesantren, Abah gimana sehat??
"Ya sayang sehat, Insya Allah sebentar lagi Abah pulang."
"Alhamdulillah kalau sudah mau pulang jangan lupa oleh olehnya bah..
" Mau minta oleh-oleh apa??
"Ya Khadijah mau Abah pulang dengan selamat tanpa kurang sesuatu apa pun."
"Amin amin amin, ya udah ya sayang Abah tutup dulu telfonnya.
Assalamu'alaikum.."
"Waalaikumsalam bah...
"Kalau sebentar lagi Abah pulang berarti aku harus siap siap ngasih penjelasan pada Abah, semoga Abah mengerti dengan semua ini." Ucap batin Khadijah.
Setelah beberapa hari Ustadz Hafizh tak pulang hanya sekedar menelfon menanyakan kabar Khadijah lalu Khadijah berpikir untuk pergi kerumah sakit menemui suaminya.
Dan berangkat lah Khadijah mengajak Aisyah kerumah sakit dan disupiri oleh Ustadz Ali.
Khadijah membawa makanan kesukaan suaminya agar bisa makan bersama karena sudah beberapa hari tak bisa pulang.
Setelah sampai dirumah sakit Ustadz Hafizh sedang mengajari Syifa berjalan sendiri, dan karena jalan nya baru bisa Syifa hampir jatuh dan ditahan oleh Ustadz Hafizh dan dilihat oleh Khadijah yang baru datang tanpa memberi kabar kalau mau datang kerumah sakit.
"Syifa pelan pelan jalannya." Tegur suaminya.
"Ya mas.. Ini aku udah pelan pelan."
Dan saat Ustadz Hafizh memegang tangan Syifa lalu Khadijah berdiri disebelah Ustadz Hafizh sambil mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum Syifa, bi." Ucap Khadijah sambil menundukkan kepala nya karena masih cemburu dengan kebersamaan suaminya dengan Syifa.
"Dinda sayang.. Kenapa nggak ngabarin kalau mau datang kesini, kalau tau pasti Abi jemput,terus sama siapa dinda kesini??
" Sama Aisyah dan Ustadz Ali. "Jawab Khadijah pura-pura kuat dengan apa yang diliat nya.
Dan Syifa yg tadinya terlihat bahagia mukanya menjadi murung dengan kedatangan Khadijah yang tiba-tiba.
Dan Ustadz Hafizh langsung mendekati Khadijah, dan Khadijah bersalaman dan Ustadz Hafizh mencium kening dan memeluk Khadijah dengan eratnya.
Syifa yang melihatnya tambah emosi dan kesal.
__ADS_1
Syifa yang tadinya jalan hanya tertatih-tatih dan langsung berjalan seperti biasa menuju kamar nya tanpa terjatuh.
Tapi Ustadz Hafizh membiarkan nya dan juga terkejut dengan keadaan Syifa yang sudah bisa berjalan seperti biasa.
Lalu Aisyah dan Ustadz Ali memberi kesempatan pada Khadijah dan Ustadz Hafizh untuk melepaskan rindu.
Mereka berdua pergi ke taman untuk menikmati makan berdua.
Sedangkan Aisyah dan Ustadz Ali menemani Syifa dikamar karena takut berbuat sesuatu.
"Sayang Abi kangen.... Banget sama dinda, tapi maaf Abi nggak bisa pulang karena Syifa nggak ada yang nemenin soalnya orang tua Syifa keluar kota selama seminggu." Tutur Ustadz Hafizh sambil mengelus perut Khadijah.
"Ya nggak apa apa bi.. Oh ya bi, sebentar lagi Abah pulang tapi nggak tau kapan??
" Terus gimana sayang??
"Udah Abi tenang aja, Insya Allah Abah bisa mengerti dengan semua ini."
Dan mereka berdua makan berdua sambil menikmati indahnya bunga bunga yang ada di taman itu, mereka saling menyuapi dan bercanda karena sudah beberapa hari tidak ketemu.
Dan setelah makan mereka kembali kekamar Syifa.
Dan Syifa masih dengan rasa cemburu nya, sedikitpun tak menoleh pada Khadijah.
"Syifa bagaimana keadaan mu sekarang, sudah baikan??
Tanya Khadijah sambil menyodorkan makanan yang dibawanya dari rumah.
" Keadaan ku sudah Baik, dan aku sudah kenyang"jawab Syifa dengan wajah cemberut nya
"Tapi kapan kamu makan, ini aku udah masakin buat kamu?? Ucap Khadijah penuh dengan kelembutan.
" Hhhmm kalau udah sisa baru dikasih ke aku, coba tadi lupa yang mau nawarin, nggak liat apa ada istri kedua didepan nya malah dicuekin."ngegerutu hati Syifa dengan dahi yang dikernyitkan.
Dan tak beberapa lama sepupu Syifa datang berkunjung, dan kesempatan Ustadz Hafizh untuk berpamitan mengantar kan Khadijah pulang walaupun tadinya ada Aisyah dan Ustadz Ali yang menemani.
"Syifa mas pulang dulu ya, besok mas kesini lagi."
"Iihhhh masak Syifa ditinggal sendiri, nggak mau ahh, lagian mbak Khadijah nggak apa apa sehat sehat aja..." Ucap Syifa manja..
"Ya tapi aku udah berapa hari disini, aku juga masih punya kewajiban sebagai suami, apa lagi Khadijah lagi hamil, Syifa kan nggak sendiri ada siti yang menemani."
"Udah bi, nggak apa apa, Abi disini aja, dinda pulang sama Aisyah." Tutur Khadijah karena nggak enak pada Syifa.
"Nggak sayang, dinda tanggung jawab Abi, jadi dinda pulang sama Abi ya.?
" Tapi gimana dengan Syifa **, yang nggak mau ditinggal."
"Biarin aja ada sepupunya yang jagain."
"Ooh ya siti, aku pulang dulu ya, aku titip Syifa sama kamu." Ucap Ustadz Hafizh pada sepupu nya Syifa.
__ADS_1