
76
Dan Aisyah pun berpamitan untuk pulang terlebih dahulu karena kasian melihat Muhammad yang mulai rewel dirumah sakit.
"Mbak...Aisyah pulang dulu ya kasian Muhammad mulai rewel nih.."
"Ya Aisyah makasih ya.. Udah mau ngejagain Muhammad..
" Ya sama sama mbak..
Dan Aisyah pulang dianter supir Kyai Abdullah.
"Hati hati ya Aisyah.." Ucap Khadijah sambil mencium putranya Muhammad.
"Oh ya dinda sore ini udah boleh pulang sayang.. " Ucap Ustadz Hafizh sambil tersenyum pada istrinya.
"Alhamdulilah bi... Tapi kita harus jemput putra kita kerumah Abah..
" Abah minta kalian tinggal dirumah Abah dulu sampai Khadijah benar-benar sembuh, jangan menolak ini perintah Abah.. "Ucap tegas Kyai Abdullah pada putri dan menantu nya.
" Tapi bah.. Gimana rumah kita nggak ada orang, apa Abi setuju kita sementara tinggal dirumah Abah.?? Tanya Khadijah sambil memandangi wajah suaminya yang terlihat lesu.
"Ya nggak apa apa sayang dan lagian disana ada Aisyah yang bantuin kita ngejaga Putra kita. " Jawab Ustadz Hafizh tanpa ekspresi.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian bunyi ponsel Ustadz Hafizh berdering,
Kring.. Kring..
Ternyata syifa yang menelpon.
"Ya hallo Assalamu'alaikum,. Ucap Ustadz Hafiz mengangkat ponselnya.
" Waalaikumsalam.. Mas di mana, nggak inget ini hari apa??
"Iya inget tapi aku masih ada urusan mungkin minggu ini mas nggak bisa pulang dulu karena masih ada urusan yang belum selesai.. " Ucap Ustadz Hafizh bisik bisik karena ada mertuanya.
"Terus kapan pulang..??
Syifa hanya bisa menerima dengan keadaan semua itu karena itu adalah pilihan hidup nya yang harus dijalani.
" Siapa??
Syifa ya..?? Tanya Kyai Abdullah tanpa melihat kearah Ustadz Hafizh.
Ustadz Hafizh hanya bisa diam dan menganggukkan kepalanya.
"Bah.. Udah nggak apa apa, itu kan kewajiban abi sebagai seorang suami, mungkin Syifa khawatir karena sudah waktunya abi pulang ke rumah Syifa.." Ucap Khadijah menenangkan hati Abahnya.
__ADS_1
Kyai Abdullah menatap penuh dengan emosi karena masih belum Terima putrinya dimadu dan ditambah lagi Khadijah sakit parah.
Setelah sholat ashar Khadijah bersiap siap untuk pulang ke rumah Abahnya, dan Ustadz Hafizh sudah menelpon bukdenya untuk memberi tau tentang kepulangan nya ke rumah Kyai Abdullah.
Dan Khadijah pulang dijemput oleh seorang santri dengan menaiki mobil.
Sesampainya dirumah Abahnya Aisyah dan putranya menyambut diteras rumah,
Aisyah sudah membersihkan tempat tidur Khadijah dan Ustadz Hafizh.
Malam telah tiba mereka semua makan malam bersama, tetapi Khadijah yang masih dipengaruhi obat kemoterapi nya tak bisa menahan rasa mualnya dan muntah muntah, Kyai Abdullah langsung panik karena tidak pernah melihat kondisi putrinya.
Ustadz Hafizh dengan sabarnya dan telaten menyiapkan tangannya untuk muntahan Khadijah karena saat itu Khadijah lemas dan nggak punya tenaga, dan Ustadz Hafizh langsung menggendong Khadijah menuju kamarnya.
Dan Kyai Abdullah langsung menelpon dokter yang biasa menangani Khadijah agar segera dioperasi.
"Assalamu'alaikum dok... Gimana putri saya kok sampai muntah muntah begini saya mau putri saya segera dioperasi agar penyakitnya cepat diangkat.. " Ucap Kyai Abdullah panik..
"Waalaikumsalam.. Pak, itu sudah biasa efek dari obat kemonya, bapak nggak usah khawatir insyaallah besok sudah nggak mual mual lagi, dan untuk masalah operasi nya, itu harus nunggu kondisi pasien benar-benar stabil dan menunggu jadwal ahli organ dalam untuk mengoperasinya."ucap pelan dokter itu.
"Ya sudah kalau begitu dok terima kasih.." Ucap Kyai Abdullah.
"Iya Pak sama sama..
__ADS_1
Dan Kyai Abdullah menutup telponnya.