Pengabdian Seorang Istri

Pengabdian Seorang Istri
episode 108


__ADS_3

108


Keesokan harinya Ustadz Hafizh pergi ke rumah syifa untuk memberi tau tentang perjodohan nya pada syifa.


"Assalamu'alaikum.. " Ucap Ustadz Hafizh memberi salam didepan pintu rumah syifa.


"Waalaikum salam.. " Jawab syifa sambil membuka pintu buat suaminya, karena syifa sudah menunggu nya dari tadi.


"Syifa lagi ngapain.?? Tanya Ustadz Hafizh basa basi.


" Hem lagi nungguin mas Hafizh datang.."jawab syifa dengan nada manja.


"Ooh gitu..


" Oh iya mas gimana kemarin marah nggak Kyai Abdullah.??


"Nggak.. Nggak marah cuma..??


" Cuma apa mas.?? Tanya syifa penasaran.


"Abah sama umi kemana kok nggak keliatan.??


" Umi sama Abah pergi ke rumah saudara mas, memang nya kenapa mas.?? Tanya balik syifa.

__ADS_1


"Ya nggak apa apa..


" Ada apa mas jangan bikin penasaran syifa.??


"Iya aku mau ngomong sesuatu sama kamu, kalau bisa kita bicara di kamar aja." Ucap Ustadz Hafizh.


"Ada apa sih mas, kok kayak nya serius banget..??


Lalu Ustadz Hafizh menarik tangan syifa masuk kedalam kamar.


Setelah dikamar Ustadz Hafizh menatap wajah syifa yang mulai penasaran dengan ucapan Ustadz Hafizh.


Mereka berdua duduk diatas kasur sambil memegang bantal diatas pangkuannya masing-masing.


" Syifa sebelum nya mas mau minta maaf karena selama menikah aku belum bisa membahagiakan mu."ucap Ustadz Hafizh pelan.


"Kemaren Kyai Abdullah memanggil mas dan membicarakan sesuatu."


"Mas nggak usah muter muter syifa tambah penasaran nih.." Ucap syifa.


"Hem... Kyai minta mas untuk menikahi Aisyah." Ucap Ustadz Hafizh.


"Apa.. Nggak salah mas, mas Hafizh mau menikah lagi setelah Khadijah meninggal masak aku harus di poligami lagi."sontak syifa kaget dengan kejujuran suaminya, yang membuat kaget dan marah.

__ADS_1


Syifa diam sejenak mencerna ucapan suaminya.


" Apa iya aku harus merelakan suamiku menikah lagi, aku bukan Khadijah yang menerima suaminya menikah lagi, aku tidak sesabar Khadijah."gumam hati syifa.


"Syifa gimana menurut mu, apa kamu setuju.?? Tanya Ustadz Hafizh sambil mengelus kepala syifa agar hatinya sedikit tenang.


" Aku bukan Khadijah mas, yang rela dimadu demi kebahagiaan orang lain, tapi aku wanita biasa yang ingin memiliki suami ku sendiri seutuhnya." Jawab syifa dengan kejujuran hati nya.


"Tapi mas juga nggak maksa kamu harus menyetujui perjodohan ini, karena itu hak kamu, tapi bagaimana cara aku menolak perjodohan ini pada Kyai Abdullah, karena Kyai Abdullah bilang mas harus menikahi Aisyah karena Muhammad di asuh oleh Aisyah, dan Kyai Abdullah nggak mau terjadi fitnah karena mas sering menemui Aisyah untuk bertemu dengan putra ku Muhammad."ucap Ustadz Hafizh panjang lebar pada istrinya.


"Iya mas tinggal menolak nya saja, dan kalau Kyai Abdullah masih memaksa mas pulang kesini dan bawa Muhammad tinggal disini." Saut Syifa sambil memasang muka cemberut.


"Tapi tidak semudah itu syifa, kamu tahu sendiri kalau Muhammad nggak mau selain pada Aisyah."


"Ooh itu alasan nya, mungkin mas menginginkan juga ya menikah dengan Aisyah.?? Ucap syifa sambil membalikkan badan nya dari suaminya.


Ustadz Hafizh diam karena mengerti dengan perasaan syifa yang cemburu dan marah padanya.


" Ya udah nggak usah bahas itu lagi maafin mas ya..


Syifa diam tak menjawab omongan suaminya, dia merebahkan badan nya dikasur nya.


Syifa bingung harus berbuat apa, karena bagaimana pun dia pernah mengambil suaminya dari pelukan Khadijah,

__ADS_1


"Apa semua ini karma buat aku karena dulu aku mengambil mas Hafizh dari pelukan Khadijah, aduhhhh pusing pusing deh.. Kenapa sih aku harus mempunyai suami yang hobi nya berpoligami." Ucap Syifa ngedumel sendiri.


Sedangkan Ustadz Hafizh keluar untuk mencari angin dan memenangkan pikiran nya.


__ADS_2